@prang_chananan: เครื่องโยกขาบิดเอวขอเรียกว่าสเตปเปอร์รุ่นใหม่แบบรวมฟังก์ชันเครื่องนี้บอกเลยว่าโดนเล่นได้กล้ามเนื้อทุกส่วนก้นสะโพกต้นขาได้ใช้งานเต็มที่มีตัวของสายแรงต้านมาให้ 1 คู่เล่นบริหารต้นแขนหัวไหล่ก็ได้อีกรุ่นนี้ไม่กระทบหัวเข่าฝึกการทรงตัวได้ดีเป็นอีกเครื่องที่มาใหม่มาแรงบอกเลยว่าสายฟิตห้ามพลาด stepper รุ่นนี้แหละที่ใช่ #stepper #เครื่องออกกําลังกายstepper #รีวิวเครื่องออกกําลังstepper #อุปกรณ์ออกกําลังกาย #ป้ายยาเฮลตี้

หุ่นปังไปกับปราง
หุ่นปังไปกับปราง
Open In TikTok:
Region: TH
Tuesday 23 June 2026 13:09:45 GMT
251
2
2
1

Music

Download

Comments

111036ann
แอน33years♥️ ที่ชอบออกกำลังกาย :
น่าเล่นมากเลยค่ะ
2026-06-24 07:24:56
1
To see more videos from user @prang_chananan, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

#JUNGWON POV 1: Yang Jungwon. Sebagai figur publik yang hobi wara-wiri di layar kaca, bukan tidak mungkin orang-orang belum pernah melihat wajahnya di FYP.  Sudah seperti layaknya hantu yang pindah-pindah tempat dengan cepat—Jungwon selalu merasakan kelelahan yang luar biasa begitu tiba di apartemennya. Ia jarang beristirahat, ah, tidak pernah sebenarnya. Namun, ada satu hal yang tidak orang tahu tentang dirinya. Sesuatu yang tabu, bahkan mungkin mustahil. Jika banyak penggemar menyukai matanya yang kerap membulat, Jungwon justru sebaliknya. Ia membencinya. Matanya yang bersinar. Penglihatan yang tajam justru membawa Jungwon melihat sesosok perempuan muda seusia dengannya, rambut yang dikepang dua dan setelan pakaian olahraga pink, tengah tersenyum menyambut kedatangannya dari atas lemari. Jungwon menghela napas panjang. “Y/N turun kamu.” Bukannya mendengar, perempuan muda malah cekikikan di sana. Jungwon, yang melihat itu, bergeser ke laci yang ada di dekat pintu masuk. Menarik laci, mengeluarkan selembar kertas jingga yang di atasnya sudah tertulis mantra-mantra, lalu ditempelkannya di dinding.  Ampuh. Jimat yang dibekali sang nenek selalu berhasil membuat perempuan muda itu ketakutan. Dia sudah menghilang dari atas lemari. *** Meski banyak meraih kepopuleran di luar sana, Jungwon tetap harus sendiri di apartemennya ini, ya, setidaknya, sebelum perempuan muda itu datang.  “Baunya enak deh, rasanya juga pasti enak kan?” Y/N, si perempuan muda bersetelan olahraga pink ini, duduk di samping Jungwon yang tengah menyantap ramyeon seorang diri. Slurrpp... tarikan mie itu  terdengar menggiurkan. Jungwon melirik Y/N yang sedang menatapnya lekat. “Mau kamu ini?” tanya Jungwon sambil terus melanjutkan makan. “Mau jug, mana bisa aku makan yang seperti itu. Lapar pun tidak pernah.” Jungwon terkekeh meledek. “Iya juga sih. Tapi, ada tidak sesuatu yang terakhir kamu ingat?” Y/N menggaruk belakang kepalanya. Menggeleng. “Tidak. Aku tidak ingat apa pun.” Jungwon memutar badan, berhadapan dengan Y/N. “Sewaktu datang ke tempatku ini, kamu ingat kenapa dan bagaimana kamu bisa sampai?” Mimik perempuan muda ini terlihat suram, pundaknya yang tegak semangat pun lesu. “Entahlah. Yang bisa aku ingat, cuman malam itu, saat bertemu kamu aja.” Jungwon menghela napas. Hal seperti ini beberapa kali ia alami, di mana sesosok arwah yang tiba-tiba datang padanya, sadar bahwa Jungwon merasakan kehadirannya yang akhirnya bisa dimintai tolong. Namun, yang terjadi pada perempuan muda ini cukup berbeda. Ia tidak ingat apa pun—siapa dirinya, dari mana asalnya, bahkan dia sendiri tidak pernah mengakui bahwa dirinya adalah sesosok arwah dari orang yang sudah tiada. Dan lucunya, dia kerap ketakutan melihat entitas lainnya. “Aku akan bantu cari tahu tentang kamu.” “Janji?” Jungwon mengangguk. “Mencari di rumah duka. Mungkin aku bisa menemukan sesuatu.” Wanita muda itu memelotot, “aku belum jadi hantu, Yang Jungwon. Ish... menyebalkan.” bantu salin tautan guyss..  #POV #ENHYPEN #fyourpage
#JUNGWON POV 1: Yang Jungwon. Sebagai figur publik yang hobi wara-wiri di layar kaca, bukan tidak mungkin orang-orang belum pernah melihat wajahnya di FYP. Sudah seperti layaknya hantu yang pindah-pindah tempat dengan cepat—Jungwon selalu merasakan kelelahan yang luar biasa begitu tiba di apartemennya. Ia jarang beristirahat, ah, tidak pernah sebenarnya. Namun, ada satu hal yang tidak orang tahu tentang dirinya. Sesuatu yang tabu, bahkan mungkin mustahil. Jika banyak penggemar menyukai matanya yang kerap membulat, Jungwon justru sebaliknya. Ia membencinya. Matanya yang bersinar. Penglihatan yang tajam justru membawa Jungwon melihat sesosok perempuan muda seusia dengannya, rambut yang dikepang dua dan setelan pakaian olahraga pink, tengah tersenyum menyambut kedatangannya dari atas lemari. Jungwon menghela napas panjang. “Y/N turun kamu.” Bukannya mendengar, perempuan muda malah cekikikan di sana. Jungwon, yang melihat itu, bergeser ke laci yang ada di dekat pintu masuk. Menarik laci, mengeluarkan selembar kertas jingga yang di atasnya sudah tertulis mantra-mantra, lalu ditempelkannya di dinding. Ampuh. Jimat yang dibekali sang nenek selalu berhasil membuat perempuan muda itu ketakutan. Dia sudah menghilang dari atas lemari. *** Meski banyak meraih kepopuleran di luar sana, Jungwon tetap harus sendiri di apartemennya ini, ya, setidaknya, sebelum perempuan muda itu datang. “Baunya enak deh, rasanya juga pasti enak kan?” Y/N, si perempuan muda bersetelan olahraga pink ini, duduk di samping Jungwon yang tengah menyantap ramyeon seorang diri. Slurrpp... tarikan mie itu terdengar menggiurkan. Jungwon melirik Y/N yang sedang menatapnya lekat. “Mau kamu ini?” tanya Jungwon sambil terus melanjutkan makan. “Mau jug, mana bisa aku makan yang seperti itu. Lapar pun tidak pernah.” Jungwon terkekeh meledek. “Iya juga sih. Tapi, ada tidak sesuatu yang terakhir kamu ingat?” Y/N menggaruk belakang kepalanya. Menggeleng. “Tidak. Aku tidak ingat apa pun.” Jungwon memutar badan, berhadapan dengan Y/N. “Sewaktu datang ke tempatku ini, kamu ingat kenapa dan bagaimana kamu bisa sampai?” Mimik perempuan muda ini terlihat suram, pundaknya yang tegak semangat pun lesu. “Entahlah. Yang bisa aku ingat, cuman malam itu, saat bertemu kamu aja.” Jungwon menghela napas. Hal seperti ini beberapa kali ia alami, di mana sesosok arwah yang tiba-tiba datang padanya, sadar bahwa Jungwon merasakan kehadirannya yang akhirnya bisa dimintai tolong. Namun, yang terjadi pada perempuan muda ini cukup berbeda. Ia tidak ingat apa pun—siapa dirinya, dari mana asalnya, bahkan dia sendiri tidak pernah mengakui bahwa dirinya adalah sesosok arwah dari orang yang sudah tiada. Dan lucunya, dia kerap ketakutan melihat entitas lainnya. “Aku akan bantu cari tahu tentang kamu.” “Janji?” Jungwon mengangguk. “Mencari di rumah duka. Mungkin aku bisa menemukan sesuatu.” Wanita muda itu memelotot, “aku belum jadi hantu, Yang Jungwon. Ish... menyebalkan.” bantu salin tautan guyss.. #POV #ENHYPEN #fyourpage

About