Language
English
عربي
Tiếng Việt
русский
français
español
日本語
한글
Deutsch
हिन्दी
简体中文
繁體中文
API
Home
How To Use
Language
English
عربي
Tiếng Việt
русский
français
español
日本語
한글
Deutsch
हिन्दी
简体中文
繁體中文
Home
Detail
@serojilu:
sero jilu
Open In TikTok:
Region: EC
Thursday 25 June 2026 10:37:52 GMT
0
0
0
0
Music
Download
No Watermark .mp4 (
0MB
)
No Watermark(HD) .mp4 (
0MB
)
Watermark .mp4 (
0MB
)
Music .mp3
Comments
There are no more comments for this video.
To see more videos from user @serojilu, please go to the Tikwm homepage.
Other Videos
#AMD_Partner Stop scrolling for "AI news" until your brain rots. The real alpha isn't on the public timeline—it’s in the private rooms where people actually ship. I joined the AMD AI Developer Program to get: Direct Access: Private Discord with AMD engineers. Free Compute: $100 in AMD Developer Cloud credits. The Loot: Monthly sweepstakes for a Radeon GPU or Ryzen AI PC. Join the inner circle at the link in my bio (it’s free).
Legendary 🎀🩷
Ayudando a las Barbies! Fix the Mess
VENCEDOR 2026 | Us Motoca é o grande vencedor do Comida Di Buteco BH 2026. Com o prato Risoto Mineiro, o estabelecimento conquistou os jurados desta edição, focada no protagonismo das verduras. Os pratos e bares premiados foram anunciados nesta segunda-feira (1º) em um evento no Mercado Central. Neste ano, 127 bares da capital mineira participaram da 26ª edição do concurso, apresentando petiscos inéditos em que o ingrediente precisava aparecer como destaque ou acompanhamento. Conheça os vencedores do Comida Di Buteco BH 2026: 1º - Us Motoca | Risoto Mineiro 2º - Dona Ju Gastro Bar | Coisa de Vó 3º - Andrade’s Beer | Ossadinha Atolada 📲 Clique no link dos nossos stories ou acesse bhaz.com.br para ler a matéria completa. ✏️+📸: Amanda Serranoo/BHAZ #bh #comidadibuteco #mercadocentral
Ada seorang ibu yang ingin pisah dan bercerai dari suaminya. Ia kemudian berdiskusi panjang dengan saya. Ibu: “Mbah Mun, saya sudah tidak kuat dengan suami saya. Saya ingin bercerai saja.” Kiai: “Memangnya kenapa, Bu?” Ibu: “Suami saya sudah tidak punya pekerjaan, tidak kreatif, dan tidak bisa menjadi pemimpin untuk anak-anak. Bagaimana nanti masa depan anak-anak saya kalau ayahnya seperti itu? Saya harus mencari nafkah capek-capek, sementara dia santai saja di rumah.” Kiai: “Oh begitu, hanya itu saja?” Ibu: “Sebenarnya masih banyak, tapi itu mungkin sebab yang paling utama.” Kiai: “Oh… iya. Mau tahu pandangan saya, Bu?” Ibu: “Boleh, Mbah Mun.” Kiai: “Begini. Ibarat orang punya kulkas, tetapi dipakai sebagai lemari pakaian. Ya jelas tidak akan puas. Tidak muat banyak, tidak ada gantungan, tidak ada laci, tidak bisa dikunci, malah boros listrik. Nah, itulah jika sebuah produk digunakan tidak sesuai fungsinya. Sebagus apa pun, kalau tidak sesuai peruntukannya, tetap tidak akan memberi kepuasan.” Ibu: “Hm… lalu apa hubungannya dengan suami saya?” Kiai: “Ibu terlalu berharap suami menjalankan fungsi sekunder, bahkan mungkin tersier. Sementara fungsi primernya justru tidak digunakan.” Ibu: “Saya tidak berharap berlebihan, Mbah Mun. Saya hanya ingin dia menafkahi keluarga dan menjadi pemimpin yang baik.” Kiai: “Itu justru fungsi sampingan dari seorang suami. Sayang sekali jika suami hanya diharapkan sebatas itu. Fungsi primernya yang paling utama malah tidak ibu kejar.” Ibu: “Lalu, apa fungsi primer seorang suami?” Kiai: “Fungsi primer suami adalah menjadi tameng bagi dosa-dosa istrinya di neraka. Saat seorang istri memperoleh rida suaminya, maka dosa-dosanya diampuni oleh Allah karena keridaan itu. Jadi, meskipun suami hanya duduk diam di rumah, sejatinya ia sangat bermanfaat bagi istri—asal istrinya menggunakan fungsi itu dengan maksimal. Lakukan yang terbaik untuk mendapatkan rida suami. Dalam sebuah hadis sahih disebutkan: ‘Ayyumamra’atin mātat wa zawjuhā ‘anhā rāḍin dakhala til-jannah’ Artinya: “Seorang istri yang meninggal dunia dalam keadaan suaminya rida kepadanya, maka ia akan masuk surga.” Selain itu hanyalah fungsi-fungsi sekunder. Kejarlah yang utama terlebih dahulu. Suami tidak bekerja, tidak mengapa. Yang penting ia masih menjadi suami ibu. Jangan dilepaskan, jangan dicerai. Biarkan ia menjadi tameng dari neraka. Jika bercerai, ibu akan berhadapan langsung dengan api neraka, karena tidak ada lagi yang menghapus dosa-dosa ibu—kecuali jika amal ibu benar-benar luar biasa dan tanpa dosa. Jika ibu yang mencari nafkah, itu tidak masalah. Semua harta yang ibu berikan untuk anak dan rumah tangga dihitung sebagai sedekah yang sangat mulia, bahkan lebih mulia daripada sedekah kepada anak yatim.” Ibu: “Kok bisa lebih mulia daripada sedekah kepada anak yatim?” Kiai: “Karena anak yatim bukan bagian langsung dari hidup ibu. Sedekah kepada mereka hukumnya sunah. Sedangkan suami dan keluarga terikat akad nikah, sudah menjadi bagian dari diri ibu. Silakan bersedekah kepada siapa pun, tetapi sedekah kepada keluarga adalah yang paling utama.” Ibu: “Tapi bagaimana jika suami zalim, bahkan melakukan KDRT?” Kiai: “Zalimnya akan kembali kepada dirinya sendiri. Suami akan menanggung akibat perbuatannya. Siksa Allah sangat pedih bagi suami yang menyakiti keluarganya. Sementara itu, ibu tetap fokus mencari rida suami. Pernah dengar istri Fir’aun masuk surga? Apa kurang zalim Fir’aun? Ia menyiksa istrinya, bahkan membunuh bayi-bayi. Namun istrinya, Asiyah, tetap bersabar. Doa terakhirnya diabadikan dalam Al-Qur’an: ‘Ya Tuhanku, bangunkanlah untukku sebuah rumah di sisi-Mu di surga, dan selamatkanlah aku dari Fir’aun dan perbuatannya, serta selamatkanlah aku dari kaum yang zalim.’ (QS. At-Tahrim: 11) Ia tidak meminta Fir’aun diazab, hanya meminta balasan atas kesabarannya.” Ibu: “Ya Allah, Mbah Mun… terima kasih atas nasihatnya #mbahmoen #nasehatislami #renunganhati #sejarahulama #ridhosuami
About
Robot
API
Legal
Privacy Policy