@tiemme3con3:

Tiệm mẹ 3 con.
Tiệm mẹ 3 con.
Open In TikTok:
Region: VN
Friday 26 June 2026 22:46:48 GMT
816
1
0
0

Music

Download

Comments

There are no more comments for this video.
To see more videos from user @tiemme3con3, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Dibangun Tanpa Akses Penghubung, Jembatan Senilai Rp5 Miliar di Kota Tasikmalaya Ini Tak Digunakan Warga  TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID – Dua tahun sejak dibangun, Jembatan Gantung Sukamenak belum digunakan warga Kota Tasikmalaya. Jembatan ini menghubungkan Kampung Benteng, Kelurahan Sukamenak, Kecamatan Purbaratu, Kota Tasikmalaya dengan Desa Wanasigra, Kecamatan Cikoneng, Kabupaten Ciamis. Ketua RW 7 Kampung Benteng, Riska Suswantoro, mengungkapkan belum ada jalan yang menghubungkan jembatan dengan jalan kelurahan.  Lahan diujung jembatan masih berupa ladang yang belum dibebaskan lahannya. Untuk bisa menggunakan jembatan, warga masih harus menggunakan jalan setapak sejauh 400–500 meter. Belum lagi kontur tanahnya curam dan menyulitkan warga. Petani dan pedagang kecil yang semestinya terbantu dengan adanya jembatan, malah tak bisa memanfaatkannya. Padahal, Jembatan tersebut dibangun sejak 2023 oleh Kementerian PUPR. Dengan lebar sekitar satu meter, Jembatan Gantung Sukamenak membentang di atas Sungai Citanduy. Sebaliknya, Pemkab Ciamis sudah lebih sigap. Sejak pembangunan jembatan dilaksanakan, akses dari Wanasigra dibuka dan kini bisa dilalui sepeda motor. Alhasil, warga Ciamis lebih dulu merasakan manfaat jembatan gantung tersebut.  “Kalau dari arah Ciamis, jembatan ini sudah bisa diakses kendaraan roda dua. Tapi kalau ke arah Kota Tasikmalaya, Sukamenak, belum bisa dilewati. Aksesnya masih curam dan belum ada jalan resmi,” kata Fajar Utama, warga Kampung Benteng RW 7, yang juga bagian dari Ikatan Pemuda Pemudi Benteng (Ikpapiben). “Kalau mau ke Citanduy masih harus jalan kaki. Mobilitas belum terlalu ramai. Kalau sudah tersambung dengan akses jalan, insyaallah bisa mendukung wisata dan aktivitas warga lebih hemat,” tambahnya. Jembatan Gantung Sukamenak–Wanasigra dirancang untuk pejalan kaki dan kendaraan roda dua. Strukturnya ringan namun tampak kokoh.  Keberadaannya diharapkan mampu memangkas waktu tempuh secara signifikan sekaligus memperlancar distribusi hasil pertanian dan aktivitas ekonomi kecil antarwilayah. Dikonfirmasi melalui telepon, Kepala Dinas PUPR Kota Tasikmalaya, Hendra Budiman, mengakui pihaknya belum bisa membangun jalan dari lingkungan warga menuju jembatan. Alasannya adalah keterbatasan anggaran. Untuk membangun jalan penghubung menuju jembatan diperlukan setidaknya dua tahapan. Pertama, pembebasan lahan dan kedua, pembangunan jalannya. Dalam APBD murni 2025, kegiatan ini masih belum terakomodir. Namun pemerintah tengah berupaya memasukannya dalam anggaran perubahan.  “Di anggaran perubahan sudah ada rencana pembebasan lahannya. Rencananya sekitar Rp135 juta,” kata Hendra saat dikonfirmasi, Senin (18/8/2025). Ia menambahkan, proyek pembangunan jembatan gantung Citanduy sendiri dibiayai dari APBN. Hal ini sebagaimana tercantum dalam papan informasi dekat jembatan, tertulis Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Direktorat Jenderal Bina Marga. Sementara pembangunan akses jalan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pemerintah daerah. (Ayu Sabrina) #radartasikid #jembatan #penghubung #tasikmalaya #fyp
Dibangun Tanpa Akses Penghubung, Jembatan Senilai Rp5 Miliar di Kota Tasikmalaya Ini Tak Digunakan Warga TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID – Dua tahun sejak dibangun, Jembatan Gantung Sukamenak belum digunakan warga Kota Tasikmalaya. Jembatan ini menghubungkan Kampung Benteng, Kelurahan Sukamenak, Kecamatan Purbaratu, Kota Tasikmalaya dengan Desa Wanasigra, Kecamatan Cikoneng, Kabupaten Ciamis. Ketua RW 7 Kampung Benteng, Riska Suswantoro, mengungkapkan belum ada jalan yang menghubungkan jembatan dengan jalan kelurahan. Lahan diujung jembatan masih berupa ladang yang belum dibebaskan lahannya. Untuk bisa menggunakan jembatan, warga masih harus menggunakan jalan setapak sejauh 400–500 meter. Belum lagi kontur tanahnya curam dan menyulitkan warga. Petani dan pedagang kecil yang semestinya terbantu dengan adanya jembatan, malah tak bisa memanfaatkannya. Padahal, Jembatan tersebut dibangun sejak 2023 oleh Kementerian PUPR. Dengan lebar sekitar satu meter, Jembatan Gantung Sukamenak membentang di atas Sungai Citanduy. Sebaliknya, Pemkab Ciamis sudah lebih sigap. Sejak pembangunan jembatan dilaksanakan, akses dari Wanasigra dibuka dan kini bisa dilalui sepeda motor. Alhasil, warga Ciamis lebih dulu merasakan manfaat jembatan gantung tersebut. “Kalau dari arah Ciamis, jembatan ini sudah bisa diakses kendaraan roda dua. Tapi kalau ke arah Kota Tasikmalaya, Sukamenak, belum bisa dilewati. Aksesnya masih curam dan belum ada jalan resmi,” kata Fajar Utama, warga Kampung Benteng RW 7, yang juga bagian dari Ikatan Pemuda Pemudi Benteng (Ikpapiben). “Kalau mau ke Citanduy masih harus jalan kaki. Mobilitas belum terlalu ramai. Kalau sudah tersambung dengan akses jalan, insyaallah bisa mendukung wisata dan aktivitas warga lebih hemat,” tambahnya. Jembatan Gantung Sukamenak–Wanasigra dirancang untuk pejalan kaki dan kendaraan roda dua. Strukturnya ringan namun tampak kokoh. Keberadaannya diharapkan mampu memangkas waktu tempuh secara signifikan sekaligus memperlancar distribusi hasil pertanian dan aktivitas ekonomi kecil antarwilayah. Dikonfirmasi melalui telepon, Kepala Dinas PUPR Kota Tasikmalaya, Hendra Budiman, mengakui pihaknya belum bisa membangun jalan dari lingkungan warga menuju jembatan. Alasannya adalah keterbatasan anggaran. Untuk membangun jalan penghubung menuju jembatan diperlukan setidaknya dua tahapan. Pertama, pembebasan lahan dan kedua, pembangunan jalannya. Dalam APBD murni 2025, kegiatan ini masih belum terakomodir. Namun pemerintah tengah berupaya memasukannya dalam anggaran perubahan. “Di anggaran perubahan sudah ada rencana pembebasan lahannya. Rencananya sekitar Rp135 juta,” kata Hendra saat dikonfirmasi, Senin (18/8/2025). Ia menambahkan, proyek pembangunan jembatan gantung Citanduy sendiri dibiayai dari APBN. Hal ini sebagaimana tercantum dalam papan informasi dekat jembatan, tertulis Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Direktorat Jenderal Bina Marga. Sementara pembangunan akses jalan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pemerintah daerah. (Ayu Sabrina) #radartasikid #jembatan #penghubung #tasikmalaya #fyp

About