@pounsi_time: Vous aimez bien ??? 😍

Pounsi_Time 🐀
Pounsi_Time 🐀
Open In TikTok:
Region: FR
Saturday 27 June 2026 18:27:40 GMT
23257
1981
68
25

Music

Download

Comments

meganeeml
Meg 🦋 :
Des collants de ce temps là !!! Omggg bon courage en tout cas trop belle
2026-06-27 18:34:04
54
bellisimaaaaaa
Lilia :
Les collants c’est pk faire ?
2026-06-27 18:32:43
7
namc41
Colombe shop🛍️ :
Yesssssssss🥰
2026-06-28 00:05:40
0
oum_mda212
+212🇲🇦M.D.A💎 :
🥨le sac bretzel la miammm il es magnifique
2026-06-27 18:32:16
32
nahlyss_
💞 :
Ma chouchouuuu n’a chouchouuuu 💕
2026-06-27 18:29:39
7
emira03011
emira03011 :
Canon ✨✨✨
2026-06-27 18:30:56
2
hleygame
Ley🍭🎀 :
Tu es très belle et très bien pour le collant ❤️❤️
2026-06-27 20:00:08
3
margaux37000
margaux :
Le corps de rêve finalement 🥹
2026-06-27 18:35:30
7
maison.s89
Maison S 🎀✨ :
On adoooooore 😻😻😻
2026-06-27 18:30:55
3
ciganinha.amorzinho
ciganinha.amorzinho :
Excusez-moi... Mais non non y a pas a être Canon comme ça ❤️❤️pendant que je suis en sueur et moche 😂😂 ...
2026-06-27 18:39:18
3
saalliaa
Salia :
so freshhhhhh
2026-06-27 18:32:09
1
leprixdumeilleurcom
leprixdumeilleurcom :
Croissant 🥐 bags
2026-06-28 00:53:15
0
milakim0702
MilaKim ♒️🫦 :
Tu slay ma belle 🥰🥰🥰
2026-06-27 18:30:05
1
jiks323
Miss 🫅 J✨❤️ :
Punsi stp un 360
2026-06-27 22:31:39
0
gonwer
Gonwer :
Incroyable 😍
2026-06-27 21:03:09
0
vgarciiaa0
Garciavibe :
T’es trop belle
2026-06-27 21:11:14
0
mariecaake
🌴Mariecaake🇷🇪🇰🇲 :
ma go❤️
2026-06-27 21:28:55
0
To see more videos from user @pounsi_time, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Rekaman CCTV yang memperlihatkan dugaan penganiayaan terhadap seorang petugas Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kecamatan Turen, Kabupaten Malang, viral di media sosial. Video tersebut memicu kemarahan warganet setelah memperlihatkan seorang konsumen diduga melakukan tindakan kasar terhadap petugas perempuan saat proses pengisian bahan bakar. Peristiwa yang terjadi di SPBU Jalan Raya Talok, Kecamatan Turen, pada Kamis (25/6/2026) malam itu diduga bermula dari persoalan barcode pembelian BBM. Insiden tersebut kini telah ditangani aparat kepolisian setelah laporan masyarakat masuk ke Polres Malang. Dalam rekaman yang beredar, terlihat seorang petugas SPBU perempuan terlibat adu mulut dengan seorang konsumen yang datang menggunakan mobil Suzuki Carry berwarna hijau. Situasi kemudian memanas hingga memicu dugaan tindakan penganiayaan. Berdasarkan informasi yang beredar, peristiwa itu terjadi sekitar pukul 19.30 WIB. Saat hendak melakukan pengisian BBM, konsumen diketahui menunjukkan dua barcode kepada petugas. Salah satu barcode yang diperlihatkan disebut tidak sesuai dengan nomor polisi kendaraan yang digunakan. Kondisi tersebut membuat petugas SPBU menolak barcode tersebut dan meminta konsumen menunjukkan kode QR yang sesuai dengan identitas kendaraan. Setelah barcode yang sesuai ditunjukkan, proses pengisian bahan bakar akhirnya dilakukan. Namun, saat pengisian berlangsung, kapasitas tangki kendaraan diketahui telah penuh sebelum nominal pembelian yang diinginkan tercapai. Kondisi tersebut kemudian memicu ketegangan antara petugas dan konsumen. Pelapor dalam aduan yang beredar menjelaskan bahwa konsumen tetap memprotes meskipun pengisian dihentikan karena tangki kendaraan telah penuh.
Rekaman CCTV yang memperlihatkan dugaan penganiayaan terhadap seorang petugas Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kecamatan Turen, Kabupaten Malang, viral di media sosial. Video tersebut memicu kemarahan warganet setelah memperlihatkan seorang konsumen diduga melakukan tindakan kasar terhadap petugas perempuan saat proses pengisian bahan bakar. Peristiwa yang terjadi di SPBU Jalan Raya Talok, Kecamatan Turen, pada Kamis (25/6/2026) malam itu diduga bermula dari persoalan barcode pembelian BBM. Insiden tersebut kini telah ditangani aparat kepolisian setelah laporan masyarakat masuk ke Polres Malang. Dalam rekaman yang beredar, terlihat seorang petugas SPBU perempuan terlibat adu mulut dengan seorang konsumen yang datang menggunakan mobil Suzuki Carry berwarna hijau. Situasi kemudian memanas hingga memicu dugaan tindakan penganiayaan. Berdasarkan informasi yang beredar, peristiwa itu terjadi sekitar pukul 19.30 WIB. Saat hendak melakukan pengisian BBM, konsumen diketahui menunjukkan dua barcode kepada petugas. Salah satu barcode yang diperlihatkan disebut tidak sesuai dengan nomor polisi kendaraan yang digunakan. Kondisi tersebut membuat petugas SPBU menolak barcode tersebut dan meminta konsumen menunjukkan kode QR yang sesuai dengan identitas kendaraan. Setelah barcode yang sesuai ditunjukkan, proses pengisian bahan bakar akhirnya dilakukan. Namun, saat pengisian berlangsung, kapasitas tangki kendaraan diketahui telah penuh sebelum nominal pembelian yang diinginkan tercapai. Kondisi tersebut kemudian memicu ketegangan antara petugas dan konsumen. Pelapor dalam aduan yang beredar menjelaskan bahwa konsumen tetap memprotes meskipun pengisian dihentikan karena tangki kendaraan telah penuh. "Setelah pengisian tidak sampai nominal yang diminta karena tangki sudah penuh dan sempat tumpah, pelanggan masih memprotes," ujar pelapor dalam aduannya seperti dilihat detikJatim, Sabtu (27/6/2026). Polisi menyebut peristiwa tersebut berakhir dengan perdamaian. Kasi Humas Polres Malang AKP Budiono mengatakan, Polsek Turen sudah turun ke lapangan untuk melakukan penanganan atas dugaan adanya kekerasan terhadap petugas SPBU tersebut. "Sudah dilakukan penanganan oleh Polsek Turen," kata Budiono saat dikonfirmasi, Sabtu (27/6/2026). Baca artikel detikjatim, selengkapnya pada link di atas! Video: Malang Raya Info Creator: Prastiwi #detikcom #malang #spbu #viral

About