@44rmzugurlu:

.u
.u
Open In TikTok:
Region: TR
Sunday 28 June 2026 19:25:45 GMT
11575
1172
15
123

Music

Download

Comments

beni_ibrahimi0
Bəni-İbrahimi :
Allahın salamı olsun.
2026-07-01 22:52:07
2
teslimiyet.takva
BuBirİşaret :
Sen iyi birine benziyosun içimden geldi Bu duayı okumanı sana tavsiye ederim sana ve hayatına çok şey katıcak emin ol, ÇOK GÜZEL DUA Peygamber Efendimiz sallallahu aleyhi ve sellem'in dilinden çok güzel bir Dua, Allâhümmağfirli verhamni vehdinî ve âfinî verzüknî. Anlamı: Allahım! Beni bağışla, bana hidayet nasip eyle, bana rızık ver, beni âfiyette daim eyle ve bana merhamet et. Kaydet okursun.
2026-07-01 08:32:57
0
emine.koar1
Emine Koşar :
Allah Elhamdülillah
2026-06-30 05:06:19
0
yk.2021_
Yk.2021 :
Sadakallahullezim
2026-06-29 18:27:49
0
jalealiyeva4
🏵️ :
ALLAHİM ❤️❤️❤️❤️❤️♥️♥️♥️
2026-06-29 18:37:48
0
d.g053
D.G :
2026-06-29 11:40:32
0
mehmet.inci596
Mehmet İnci :
😇😇😇
2026-06-28 20:02:46
1
murat06441
Murat :
Azim olan Allah dogruyu söyledi
2026-06-30 16:45:53
0
mirbala_
Mirbala :
🌺🌺🌺
2026-07-01 19:20:15
0
ekber__0012
əkbər__002 :
👍👍👍
2026-07-01 15:12:01
0
aaabbbbbbaaa22
aaabbbbbbaaa22 :
🥰🤲
2026-07-02 13:32:01
1
dolunay_424_
🍀🅳🅾🅻🆄🅽🅰🆈🌿🌱🌾 :
🌱 🌾sadakâllâhûlazîm" azim olan âllâh dogru'yu söyledi"💙💙💙
2026-06-30 23:08:11
0
dolunay_424_
🍀🅳🅾🅻🆄🅽🅰🆈🌿🌱🌾 :
لا إله إلا أنت سبحانگ إني گنت من الظالمين
2026-06-30 23:08:15
0
To see more videos from user @44rmzugurlu, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Pada Puncak Ketegangan Indonesia Malaysia (1963–1966), Tepatnya Ketika Indonesia Melancarkan Operasi Dwikora Sebagai Kelanjutan Trikora, Angkatan Udara Republik Indonesia (AURI) Berada Pada Masa Terkuatnya. Berkat Pembelian Alutsista Dari Uni Soviet Pada Awal Tahun 1961, Indonesia Memiliki Sekitar 24 Unit Pembom Strategis Jarak Jauh Tupolev Tu-16 Badger, Yaitu Varian Pembom Konvensional Dan Pembawa Rudal KS-1/AS-1 Comet. Pada Masanya, Kekuatan Dari Alutsista Ini Menjadikan Indonesia Sebagai Salah Satu Kekuatan Udara Terkuat Di Asia Tenggara. Operasi Penerbangan Jarak Jauh Tu-16 Menuju Wilayah Alice Springs Di Pedalaman Australia Pada Pertengahan 1963. Operasi Ini Bukan Sebagai Misi Pengeboman Militer, Melainkan Sebagai Bagian Dari Psychological Warfare (Psywar) Atau Perang Psikologis. Menurut Berbagai Sumber Indonesia Termasuk Memoar Pilot, Tulisan Air Vice Marshal (Purn) RJ Salatun, Dan Literatur Sejarah TNI AU, Misi Tersebut Dipimpin Oleh Komodor Udara Suwondo (Yang Dalam Beberapa Referensi Juga Ditulis Suwandi/Suwondo Sudjono). Pesawat Tu-16 Berangkat Dari Lanud Iswahjudi, Madiun, Sekitar Pukul 01.00 WIB Setelah Briefing Singkat Pada Malam Sebelumnya. Penerbangan Dilakukan Dalam Kondisi Malam Hari Dengan Teknik Low Level Flight (Terbang Rendah) Untuk Menghindari Deteksi Radar. Jarak Madiun Sampai Alice Springs Sekitar 2.976 Km Satu Arah (Hampir 6.000 Km). Dengan Konfigurasi Bahan Bakar Maksimal Dan Muatan Minimal, Tu-16 Badger Memang Secara Teknis Memiliki Radius Jelajah Yang Memungkinkan Misi Tersebut. Pesawat Berhasil Mencapai Wilayah Sekitar Alice Springs Yang Berada Di Jantung Benua Australia Dan Menjatuhkan Airdrop. Muatan Yang Dijatuhkan Bukan Bom Atau Senjata, Melainkan Perlengkapan Ringan Seperti Parasut, Perbekalan Militer, Alat Komunikasi, Serta Makanan Kaleng. Konon, Barang-barang Tersebut Diberi Label Made In Indonesia Sebagai Simbol Pesan Demonstratif. Tindakan Ini Dimaksudkan Untuk Menunjukkan Bahwa Indonesia Memiliki Kemampuan Menjangkau Wilayah Inti Australia Kapan Pun.  Setelah Melakukan Penjatuhan Airdrop, Pesawat Kembali Ke Madiun Dan Mendarat Sekitar Pukul 08.00 Pagi Tanpa Intersepsi. Tidak Ada Pencegatan Dari Pesawat Tempur RAAF Seperti Sabre, Maupun Sistem Pertahanan Udara Seperti Bristol Bloodhound Missile Yang Dioperasikan Australia Saat Itu. Air Vice Marshal (Purn) RJ Salatun Kemudian Menyebut Operasi Ini Sebagai Semacam Psychological War Untuk Australia. Tujuannya Adalah Memberikan Tekanan Psikologis Agar Australia Tidak Terlalu Jauh Mendukung Malaysia Dan Inggris Dalam Konflik Regional Tersebut. Ini Adalah Demonstrasi Kalau Indonesia Memiliki Kemampuan Proyeksi Kekuatan Strategis Hingga Ribuan Kilometer. #operasidwikora #tupolevtu16 #militaryedit #shiinzjavelin #masukberanda
Pada Puncak Ketegangan Indonesia Malaysia (1963–1966), Tepatnya Ketika Indonesia Melancarkan Operasi Dwikora Sebagai Kelanjutan Trikora, Angkatan Udara Republik Indonesia (AURI) Berada Pada Masa Terkuatnya. Berkat Pembelian Alutsista Dari Uni Soviet Pada Awal Tahun 1961, Indonesia Memiliki Sekitar 24 Unit Pembom Strategis Jarak Jauh Tupolev Tu-16 Badger, Yaitu Varian Pembom Konvensional Dan Pembawa Rudal KS-1/AS-1 Comet. Pada Masanya, Kekuatan Dari Alutsista Ini Menjadikan Indonesia Sebagai Salah Satu Kekuatan Udara Terkuat Di Asia Tenggara. Operasi Penerbangan Jarak Jauh Tu-16 Menuju Wilayah Alice Springs Di Pedalaman Australia Pada Pertengahan 1963. Operasi Ini Bukan Sebagai Misi Pengeboman Militer, Melainkan Sebagai Bagian Dari Psychological Warfare (Psywar) Atau Perang Psikologis. Menurut Berbagai Sumber Indonesia Termasuk Memoar Pilot, Tulisan Air Vice Marshal (Purn) RJ Salatun, Dan Literatur Sejarah TNI AU, Misi Tersebut Dipimpin Oleh Komodor Udara Suwondo (Yang Dalam Beberapa Referensi Juga Ditulis Suwandi/Suwondo Sudjono). Pesawat Tu-16 Berangkat Dari Lanud Iswahjudi, Madiun, Sekitar Pukul 01.00 WIB Setelah Briefing Singkat Pada Malam Sebelumnya. Penerbangan Dilakukan Dalam Kondisi Malam Hari Dengan Teknik Low Level Flight (Terbang Rendah) Untuk Menghindari Deteksi Radar. Jarak Madiun Sampai Alice Springs Sekitar 2.976 Km Satu Arah (Hampir 6.000 Km). Dengan Konfigurasi Bahan Bakar Maksimal Dan Muatan Minimal, Tu-16 Badger Memang Secara Teknis Memiliki Radius Jelajah Yang Memungkinkan Misi Tersebut. Pesawat Berhasil Mencapai Wilayah Sekitar Alice Springs Yang Berada Di Jantung Benua Australia Dan Menjatuhkan Airdrop. Muatan Yang Dijatuhkan Bukan Bom Atau Senjata, Melainkan Perlengkapan Ringan Seperti Parasut, Perbekalan Militer, Alat Komunikasi, Serta Makanan Kaleng. Konon, Barang-barang Tersebut Diberi Label Made In Indonesia Sebagai Simbol Pesan Demonstratif. Tindakan Ini Dimaksudkan Untuk Menunjukkan Bahwa Indonesia Memiliki Kemampuan Menjangkau Wilayah Inti Australia Kapan Pun. Setelah Melakukan Penjatuhan Airdrop, Pesawat Kembali Ke Madiun Dan Mendarat Sekitar Pukul 08.00 Pagi Tanpa Intersepsi. Tidak Ada Pencegatan Dari Pesawat Tempur RAAF Seperti Sabre, Maupun Sistem Pertahanan Udara Seperti Bristol Bloodhound Missile Yang Dioperasikan Australia Saat Itu. Air Vice Marshal (Purn) RJ Salatun Kemudian Menyebut Operasi Ini Sebagai Semacam Psychological War Untuk Australia. Tujuannya Adalah Memberikan Tekanan Psikologis Agar Australia Tidak Terlalu Jauh Mendukung Malaysia Dan Inggris Dalam Konflik Regional Tersebut. Ini Adalah Demonstrasi Kalau Indonesia Memiliki Kemampuan Proyeksi Kekuatan Strategis Hingga Ribuan Kilometer. #operasidwikora #tupolevtu16 #militaryedit #shiinzjavelin #masukberanda

About