Language
English
عربي
Tiếng Việt
русский
français
español
日本語
한글
Deutsch
हिन्दी
简体中文
繁體中文
API
Home
How To Use
Language
English
عربي
Tiếng Việt
русский
français
español
日本語
한글
Deutsch
हिन्दी
简体中文
繁體中文
Home
Detail
@fashaawoo:
pasa
Open In TikTok:
Region: MY
Sunday 05 July 2026 12:00:32 GMT
121735
11225
31
1197
Music
Download
No Watermark .mp4 (
0.59MB
)
No Watermark(HD) .mp4 (
0.94MB
)
Watermark .mp4 (
0MB
)
Music .mp3
Comments
user9796139464800 jojo :
assalamualaikum
2026-07-22 13:01:40
0
tanggis darah :
2026-07-05 13:52:02
7
Mohd Noor :
Assalamualaikum boleh berkenalan
2026-07-17 05:59:40
0
unwon :
❤️
2026-07-15 14:36:05
0
LaNun sOlo :
𝚌𝚘𝚖𝚎𝚕 𝚗𝚢𝚊
2026-07-08 08:27:25
0
Rocars :
2026-07-14 06:34:35
0
damai159 :
cantik 🥰🥰
2026-07-05 21:48:59
0
Adam Cr :
🥰
2026-07-06 00:41:58
1
Luqman Ferdaus :
🥰🥰🥰
2026-07-09 03:59:09
0
MAT_JUKI :
@ᴮᵉˡᵃˡᵃⁿᵍᵀᵉᵐᵖᵘʳ @supik gelenya @meow aww man
2026-07-08 13:53:56
0
XVENOM69 :
😜😜😜😜
2026-07-08 08:51:58
0
mrsmiley :
🥰🥰🥰
2026-07-08 08:11:05
0
Izzul haq :
♥️♥️♥️
2026-07-05 13:28:20
0
To see more videos from user @fashaawoo, please go to the Tikwm homepage.
Other Videos
They make me unstoppable like I edit them 24/7🫠❤️🔥#fyp #fypシ #daha17 #teoden #deniz #teoman #helinelveren #atayaşat
﴿إِنَّ ٱللَّهَ وَمَلَـٰۤىِٕكَتَهُۥ یُصَلُّونَ عَلَى ٱلنَّبِیِّۚ یَـٰۤأَیُّهَا ٱلَّذِینَ ءَامَنُوا۟ صَلُّوا۟ عَلَیۡهِ وَسَلِّمُوا۟ تَسۡلِیمًا﴾ [الأحزاب ٥٦] #اللهم_صل_وسلم_على_نبينا_محمد #كرومات_شاشة_سوداء_تصميم #قران_كريم_ارح_سمعك_وقلبك #صلوا_على_رسول_الله #9li9_vj
#joachinmigos🇹🇬🇹🇬228 #comedi #togo #togocomedy😂🇹🇬🇹🇬
POJOKBANTEN.COM, LEBAK- Di tepian Bendungan Karian, tepatnya di Kampung Somang, Desa Sukajaya, Kecamatan Sajira, Kabupaten Lebak, Banten, musim kemarau menghadirkan pemandangan yang tak biasa. Air bendungan yang surut perlahan membuka kembali sebuah kampung yang telah lama hilang dari permukaan. Yang muncul bukan sekadar bangunan tua, melainkan kenangan yang selama ini terkubur di dasar bendungan. Pantauan PojokBanten.com Minggu (26/7/2026), bekas permukiman warga di Desa Sukajaya dan Desa Sukarame kembali terlihat. Sisa-sisa masjid, pondasi rumah, jalan kampung, hingga hamparan sawah yang dahulu menjadi sumber kehidupan warga muncul kembali setelah bertahun-tahun tenggelam akibat pembangunan Bendungan Karian. Di antara orang-orang yang berdiri memandangi kampung itu, ada Muhammad Husen (42). Tatapannya tak pernah lepas dari hamparan tanah yang kini kembali terlihat. Di sanalah ia dilahirkan, dibesarkan, dan menghabiskan masa kecilnya sebelum seluruh kampung harus dikosongkan. "Ini kampung tempat saya lahir," ucapnya lirih. Ia mengatakan debit air mulai menyusut dalam beberapa pekan terakhir. Sejak saat itu, perlahan-lahan kampung yang pernah menjadi rumahnya kembali terlihat dari permukaan air. Namun, kemunculan kampung itu justru membawa luka yang selama ini berusaha ia simpan. "Sedih. Banyak kenangannya di sini. Sekarang cuma bisa lihat saja. Dulu kampung ini ramai, sekarang sunyi," katanya. Husen mengaku hampir setiap hari berada di sekitar bendungan. Bukan untuk mencari ikan atau menikmati pemandangan, melainkan sekadar memandangi bekas kampung halamannya yang tak mungkin lagi ia tempati. Baginya, setiap pondasi rumah yang muncul mengingatkan pada keluarga, tetangga, dan kehidupan yang dahulu begitu akrab. Jalan-jalan tanah yang kini terlihat pernah dipenuhi anak-anak bermain. Masjid yang tersisa pernah menjadi tempat warga berkumpul, salat berjamaah, dan mengaji setiap malam. "Kalau orang kampung bilang, rasanya nelangsa," ujarnya. Perasaan itu ternyata bukan hanya miliknya. Banyak mantan warga sengaja datang ketika air bendungan surut. Mereka berjalan menyusuri bekas jalan kampung, mencoba mengingat letak rumah masing-masing, lalu pulang dengan mata yang berkaca-kaca. "Banyak yang datang. Mereka lihat-lihat bekas rumah. Semua bilang sedih," kata Husen. Ia masih mengingat jelas wajah kampung yang kini tinggal kenangan. Di sana berdiri dua masjid besar, sejumlah majelis taklim, balai warga, serta hamparan sawah yang setiap musim panen menjadi tumpuan hidup masyarakat. Kini, semuanya hanya tersisa sebagai jejak yang sesekali muncul ketika kemarau datang. Ironisnya, surutnya air bendungan yang membuka kembali kampung lama justru terjadi saat warga di sekitar bendungan dilanda krisis air bersih. Sumur-sumur mengering sehingga banyak warga memanfaatkan air yang tersisa di kawasan bendungan untuk kebutuhan sehari-hari. "Banyak yang datang ambil air buat mandi sama mencuci. Sumur-sumur sudah kering semua," ujar Husen. Di tepian bekas kampung itu, Komariah (49), bersama warga Kampung Nagrog, Desa Sukajaya lainnya tampak mengangkut air menggunakan jeriken dan mencuci pakaian. Ia mengaku sudah beberapa waktu memanfaatkan air di kawasan bendungan selama musim kemarau. "Bukan saya saja. Banyak warga ke sini karena kekeringan," katanya. Namun air tersebut hanya digunakan untuk mencuci. Untuk kebutuhan minum dan mandi, ia masih harus mencari sumber air lain yang berjarak sekitar dua kilometer dari rumahnya. Air itu diangkut menggunakan jasa ojek agar bisa sampai ke rumah. "Kalau buat minum sama mandi harus ke arah Sajira. Yang di sini cuma buat mencuci," ujarnya. Komariah mengatakan hingga kini belum ada bantuan air bersih yang diterimanya. Ia berharap pemerintah segera turun tangan membantu warga yang mulai kesulitan mendapatkan air bersih. "Mudah-mudahan pemerintah membantu kami. Sampai sekarang belum ada bantuan," katanya penuh harap. #kemaraulandalebak #bendungankarian #kampungmatidilebak
This might seem like a small differentiation, but it makes a huge difference ##autism##neurodivergent##latediagnosedautistic##unmasking##autismwomen
djed spence🧱 #fyp #worldcup #england #djedspence #argentina
About
Robot
API
Legal
Privacy Policy