@sehatpedia.com: Ini terjadi di Indonesia. Bukan di negara lain. Dan kejadiannya sangat cepat dalam hitungan hari. Kementerian Kesehatan RI mengungkap sudah ada 5 anak Indonesia yang meninggal dari 15 kasus suspek hepatitis akut yang belum diketahui penyebabnya. Selain itu, 7 anak lainnya masih berada di dalam ruang ICU. "Ini data terakhir ada 5 meninggal ya. Ada 10 yang masih di perawatan, yang dirawat ICU ada 7 ya," papar Sekretaris Direktorat Jenderal Kesehatan Masyarakat Kemenkes, Siti Nadia Tarmizi kepada Tirto, Rabu 11 Mei 2022. Yang membuat kasus ini berbeda dari hepatitis biasa penyebabnya tidak diketahui. Bukan Hepatitis A. Bukan B. Bukan C, D, maupun E. Kemenkes memastikan seluruh pasien anak di Indonesia terkait hepatitis misterius ini negatif COVID-19. Tapi penyebab pastinya tetap misterius para dokter dan ilmuwan dunia berlomba mencari jawabannya sementara anak-anak terus berdatangan ke rumah sakit dalam kondisi kritis. Kronologinya mengejutkan. Indonesia mulai melaporkan kasus pertama awal Mei 2022 tiga pasien anak DKI Jakarta meninggal setelah mendatangi rumah sakit dengan kondisi terlanjur kritis. Sepekan kemudian, anak berusia 7 tahun di Tulungagung meninggal dengan hasil negatif virus hepatitis A, B, C, D, dan E. Lalu bayi berusia 1 bulan 29 hari dari Solok, Sumatera Barat, menyusul meninggal dengan gejala yang sama. Mayoritas kasus ditemukan di DKI Jakarta 11 dari 15 kasus. Sisanya tersebar di Sumatera Barat, Jawa Barat, Jawa Timur, dan Kepulauan Bangka Belitung. Gejala yang ditemukan pada pasien: demam, mual, muntah, hilang nafsu makan, diare akut, lemas, nyeri bagian perut, nyeri otot dan sendi, kuning di mata dan kulit, serta urine seperti air teh. Yang paling mengerikan sebagian besar anak datang ke rumah sakit sudah dalam kondisi kritis. Tidak ada waktu untuk menunggu. Direktur RSPI Sulianti Saroso dr. Mohammad Syahril menegaskan: "Dengan mengenali kasus lebih awal kita bisa lebih care ke anak, jangan sampai lebih berat." Kemenkes meminta orang tua segera membawa anak ke fasilitas kesehatan terdekat jika muncul gejala kuning di mata, urine berwarna teh, atau penurunan kesadaran tanpa menunggu kondisi memburuk. Lima anak tidak sempat mendapat kesempatan itu. Jangan biarkan anak-anakmu menjadi bagian dari angka berikutnya. Sumber: Tirto.id — Kemenkes: 5 Anak Meninggal Akibat Suspek Hepatitis Akut, 7 di ICU, Mei 2022 Detik Health — Bertambah! 5 Anak RI Meninggal Diduga Hepatitis Misterius, Ini Kronologinya, Mei 2022 Kemenkes RI — Sehat Negeriku: Kemenkes Temukan 18 Orang Dugaan Kasus Hepatitis Akut, Mei 2022

SEHAT PEDIA
SEHAT PEDIA
Open In TikTok:
Region: ID
Monday 06 July 2026 09:05:26 GMT
592545
4022
200
1467

Music

Download

Comments

suci52345
suci :
Semoga semua anak selalu diberi kesehatan, aamiin. 🤲
2026-07-07 06:27:52
103
kecil.mungil106
kecil mungil :
singkat saja...berapa harga vaksin nya ?
2026-07-15 11:23:51
32
maybe_ajj
maybe :
kyakya ini hanya mengalihkan isu,,
2026-07-18 12:20:45
4
ii70065
wong_cilik :
Berita ra penting
2026-07-22 05:49:24
0
nur.cahyani432
Nur Cahyani :
ya Allah semoga ke tiga anakku di berikan kesehatan..dan anak anak di seluruh dunia ini diberikan kesehatan juga.. Aamiin amiin yarobal alamiin
2026-07-07 14:00:51
16
user5674818592686
Zar :
jujur jd takut makan MBG
2026-07-24 10:45:46
0
jhoxce
jhoxce :
ini berita tahun 2022 ya
2026-07-07 13:39:06
11
danz.iya
Danz iya :
Semoga sekarang pengawasan soal kebersihan makanan makin baik.
2026-07-07 06:14:17
13
rumbelaisyah
umi :
ini beritanya kok THN 2022 yaa
2026-07-07 21:05:57
3
huta.bulu4
huta bulu :
bisnis baru lagi muncul.
2026-07-23 01:25:41
0
sarilkurniawan222
GEMINI :
wkwkwkw apa lgi wkwkw
2026-07-22 23:14:46
0
arsha.varendra
Arsha Varendra :
media adalah penyakitnya menakut2 ti
2026-07-21 04:54:11
2
zuuppaaa
zuppa :
Informasi seperti ini penting banget buat orang tua.
2026-07-07 06:47:21
2
work.with.dinna
work with dinna :
Aku juga stok Hepaherb di rumah, semoga bisa jadi ikhtiar buat menjaga kesehatan keluarga.
2026-07-07 07:44:14
44
kaummgr6
a+s+F+s+g :
semoga anak anak ku sehat selalu yang ber 3 panjang umur aaammmiiinnn Ya Allah yrb...
2026-07-07 23:39:17
5
aangellll0_
ur_angel :
Semoga edukasi seperti ini makin banyak, biar orang tua nggak telat mengenali gejalanya.
2026-07-07 06:14:39
0
diansriwulan2
diansriwulan2 :
ya Allah lindungi kelku jg cucu2ku semoga d jauhkan dari marabahaya🤲
2026-07-09 07:14:23
2
raisa16.a
neng :
Orang tua memang harus lebih peka sama gejala awal, jangan nunggu parah.
2026-07-07 06:14:33
1
uti.nul
Uti Nul :
semoga sehat saja amin
2026-07-21 01:39:44
0
adeezizah
🌺_Setel Pabrik_🌺 :
Yg pada usaha sepi liat ini
2026-07-21 00:48:28
0
aufarattalah
AUTTA :
ini berita kpn
2026-07-24 14:45:17
0
swan.devy
Swan Devy :
woi.... 2022 woi......
2026-07-24 00:15:31
0
fj066
YULI🥰🇸🇬🇨🇳🇮🇩🇹🇭😛 :
stop MBG...aku rasa lbh baik
2026-07-22 12:10:47
0
adiogan0
Adi ogan :
BERITA TAHUN 2022,BIAR RAME YA DI POSTING ULANG
2026-07-22 14:25:11
0
user4093861591906
Santi :
ya Alloh semoga sll disehatkan keluarga ku semua dan saudara saudari semuanya amin
2026-07-07 15:06:46
0
To see more videos from user @sehatpedia.com, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Stesen minyak Petronas Taman Tun Dr Ismail, Kuala Lumpur mula dibuka kepada pelanggan secara rasmi pada 3 Julai 1981. Ia dirasmikan oleh Pengurus Jabatan Pemasaran Domestik, Encik Salim Abdul Rahman dengan bacaan doa kesyukuran oleh Ustaz Ismail Kamus dari Pejabat Agama Wilayah. Stesen pertama ini beroperasi dalam kapasiti sederhana dengan hanya empat pam minyak dan sebuah bengkel automotif asas.  Bekas kakitangan stesen minyak Petronas TTDI, Nor Azam Abd Karim, yang berkhidmat sekitar tahun 80-an berkongsi pengalamannya berkata, pada awal pembukaan stesen itu, jenama Petronas masih belum dikenali dan tahap keyakinan masyarakat masih rendah.
Stesen minyak Petronas Taman Tun Dr Ismail, Kuala Lumpur mula dibuka kepada pelanggan secara rasmi pada 3 Julai 1981. Ia dirasmikan oleh Pengurus Jabatan Pemasaran Domestik, Encik Salim Abdul Rahman dengan bacaan doa kesyukuran oleh Ustaz Ismail Kamus dari Pejabat Agama Wilayah. Stesen pertama ini beroperasi dalam kapasiti sederhana dengan hanya empat pam minyak dan sebuah bengkel automotif asas. Bekas kakitangan stesen minyak Petronas TTDI, Nor Azam Abd Karim, yang berkhidmat sekitar tahun 80-an berkongsi pengalamannya berkata, pada awal pembukaan stesen itu, jenama Petronas masih belum dikenali dan tahap keyakinan masyarakat masih rendah. "Sambutan pelanggan sangat sedikit dan kami berusaha melakukan sesuatu yang berbeza bagi mengubah persepsi mereka. Kami mula memperkenalkan perkhidmatan 5 plus 1. Sejak itu lebih ramai pelanggan masuk kerana tertarik dengan nilai tambah ditawarkan," katanya. Perkhidmatan "5 plus 1" merangkumi lima sudut pemeriksaan kenderaan termasuk servis lap cermin hadapan secara percuma bagi setiap kereta. Tawaran ini juga menjadi tarikan utama di stesen mintak Petronas TTDI memandangkan hampir semua kereta yang masuk ke stesen, cerminnya diliputi kotoran akibat keadaan jalan ketika itu kurang sempurna. Bermula di TTDI, kini jenama stesen minyak Petronas telah berkembang dengan lebih 1,000 stesen di seluruh negara. Pelancaran stesen pertama ini menandakan permulaan yang signifikan bagi Petronas dalam segmen hiliran industri petroleum Malaysia. #fyp Sumber: Berita Harian & Jagat Impak

About