@miniotakaa: ig: miniotakaa | #SONAMY // Don't shout and don't ask me. ☝🏻🩷💙 — #sonic #amyrose #120fps #sonicedit

mini otaka
mini otaka
Open In TikTok:
Region: BR
Tuesday 14 July 2026 12:23:43 GMT
129383
6536
242
495

Music

Download

Comments

amyrosethedestroyer
‧ ֶָ֢˚˖𐦍˖˚ֶָ𝐴𝑚𝑦 𝑅𝑜𝑠𝑒🌹 :
WHOA WHOA WHOA WHAT WAS THAT
2026-08-10 04:26:17
11
beatrizborges2770
ੈ✩‧₊˚⋆˚🐾˖°bia✮ ⋆ ˚🫐𖦹 ⋆。°✩ :
𝐩𝐞𝐥𝐚 𝐦𝐢𝐧𝐡𝐚 𝐬𝐚𝐮́𝐝𝐞 𝐦𝐞𝐧𝐭𝐚𝐥 𝐢𝐫𝐞𝐢 𝐟𝐢𝐧𝐠𝐢𝐫 𝐪 𝐧 𝐯𝐢 𝐧𝐚𝐝𝐚 💔
2026-07-26 18:53:06
8
nickbnn2
☆𝓝𝓲𝓝𝓲☆ :
usen mi comentario de excusa
2026-07-14 23:40:17
308
kikidom024
𐔌 ּ ࣪🌸ᩙ ࡙𝐊̲І̲𝐊̲І̲ ຸ࠭🍂 :
ÑEKWJE, YO TENGO LA FOTO 🥰🥰
2026-07-16 05:13:08
41
suni.kim7
suni kim :
saben lo difícil que es conseguir arte así de ellos?! pasen!
2026-07-15 03:33:04
137
trishka_sdohla
𝓣𝓻𝓲𝓼𝓱𝓴𝓪✧ :
Wait, what the...
2026-07-16 09:36:45
39
rafa_do_grau456
❤️‍🔥🚬RAFAEŁŁA🚬❤️‍🔥 :
AMIGA, QUE COMEÇO FOI ESSE?! KSKS
2026-07-14 13:06:02
66
pochi.michi.carol
Pochi michi Carol :
2026-07-14 18:30:37
26
fer_09260
☆ 。˚⋆ 𝘾𝙧𝙞𝙨𝙣𝙚𝙮 ⋆˚。☆ :
Me encantó... Sonamy lover4ever
2026-07-14 21:00:27
51
umagril._.qualquer
🤌➶{~ 𝑳𝒂𝒍𝒂𝒉 ~}➷🪼 :
alguém me fala como sai do vídeo?😭😭 (tá lindo a edit!!)
2026-07-14 22:52:20
5
anneso.pellet019
𝒶𝓃𝓃𝑒.𝓈𝑜🫐🌀³ :
Who’s the artist on the first pic ? 👀
2026-07-14 22:04:48
24
metalsonic2026elheroe
METAL SONIC 'Dios Multiversal' :
el primero lo ví alguna parte no creas que me gustó eso, porque mírame mi cara, te miento, yo no te miento si tú dices entonces me odian como siempre.
2026-07-15 11:41:28
8
yaretorres516
ଘ(੭ˊᵕˋ)੭ᴍᴏᴋᴀ𓍢ִ໋🌷͙֒ :
De todas las imagenes de sonamy tenias q poner esa...
2026-09-22 06:41:08
2
sword8971
SWORD :
yo viendo la comunidad
2026-08-21 20:51:51
6
ballolet_art
«★𝓜𝓸𝓸𝓷𝓐𝓻𝓽★» :
cual es la plantilla me encantó demasiado
2026-07-14 23:38:30
14
jimenxel6hb
TFH DARK FORCES :
Que hermoso damas y caballeros 😍😍😍
2026-07-14 20:14:31
61
mer.bear21
🌹Amy-rose💕! ¡: °🦔💞 :
2026-07-14 19:27:04
16
jhos_219
☆Silvia♡ :
👀
2026-07-14 23:57:35
6
lara__rose2008
lara__rose :
Que imagem foi essa???????????
2026-07-14 19:59:51
6
blackmoon2250
׀͟𝐊͓𝐀𝐈͛͠🪽͓͛͟׀ :
el nuevo trend?
2026-07-14 23:47:34
6
sonicthehedgehog2389
✰°Blue Blur°✰ :
O COMEÇO AKAKAKKKAAKAKAKAKAKAK
2026-07-14 23:39:30
8
blue_rose68
SCaiden :
dayum
2026-07-14 20:21:47
8
elborronazul7
Sonic1991💙😎💙 :
2026-07-14 21:25:37
6
ikuminati
ִ ׄ꒰ ׅ ɑׁׅ m͜͡e͜͡s͜͡ 𓐐𓎩 ‧🍣 :
a veces los veo como hermanos
2026-08-27 05:14:39
0
To see more videos from user @miniotakaa, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Lagi! 2 Oknum Pejabat PLN Jadi Tersangka Kasus PLTA Musi - Perkara dugaan korupsi pengadaan AVR dan Sistem Kontrol Utama PLTA Musi kembali berkembang. Pada Selasa malam 3 Maret 2026, penyidik Kejaksaan Tinggi Bengkulu menetapkan dan menahan dua tersangka baru, yakni Vicentius Fanny Janu Fidianto, S.T dan Jamot Jingles Sitanggang. Keduanya diduga memiliki peran dalam proses perencanaan dan penetapan harga pada proyek tahun anggaran 2022. Dalam konstruksi perkara AVR System, Vicentius selaku Manager Sub Bidang Enjiniring UIK Sumatera Bagian Selatan diduga bekerja sama dengan pihak lain menyusun dokumen perencanaan dan RAB dengan mengarahkan referensi harga sesuai penawaran PT Emerson sebesar Rp 20.963.626.500 setelah PPN 11 persen. Referensi harga itu disebut diperoleh melalui komunikasi email tanpa klarifikasi, verifikasi lapangan, surat resmi, maupun kunjungan langsung ke penyedia, serta mengesampingkan usulan referensi harga dari UPDK Bengkulu. Estimasi harga tersebut kemudian dijadikan Harga Perkiraan Enjinering dan Harga Perkiraan Sendiri, yang selanjutnya menjadi dasar kesepakatan kontrak antara PT PLN (Persero) dan KSO PT Austindo Truba Engineering sebesar Rp 20.523.900.000 setelah PPN 11 persen. Namun dalam realisasinya, harga jual riil peralatan AVR dari PT Emerson kepada KSO tersebut tercatat Rp 15.793.080.000 setelah PPN 11 persen. Dari selisih itu, penyidik menguraikan adanya indikasi kerugian keuangan negara sekaligus keuntungan tidak wajar yang dinikmati KSO PT Austindo Truba Engineering sebesar Rp 2.696.920.000. Angka tersebut menjadi bagian penting dalam pendalaman penyidikan. Sementara itu, dalam pengadaan Sistem Kontrol Utama atau SKU PLTA Musi, Jamot Jingles Sitanggang selaku Staf Engineering Pembangkitan Sub Bidang Engineering UIK Sumatera Bagian Selatan Palembang tahun 2022 diduga berperan dalam memperoleh referensi harga dari PT Yokogawa Indonesia sebesar Rp 32.637.000.000. Nilai itu kemudian menjadi acuan kontrak, dengan metode permintaan informasi harga melalui email tanpa proses klarifikasi dan verifikasi lapangan, serta mengesampingkan referensi harga lain dari UPDK Bengkulu. Estimasi tersebut selanjutnya ditetapkan sebagai Harga Perkiraan Enjinering dan Harga Perkiraan Sendiri, lalu menjadi dasar kontrak antara PT PLN dan KSO Citra Wahana, yakni kerja sama PT Citra Wahana Sekar Buana dan PT Hensan Andalas Putera, dengan nilai Rp 32.079.000.000 termasuk PPN 11 persen. Dalam konstruksi penyidik, nilai tersebut disebut mengandung mark up melebihi 10 persen yang telah ditentukan pihak tertentu. Fakta harga riil yang diungkap penyidik menunjukkan peralatan SKU dari PT Yokogawa Indonesia kepada KSO Citra Wahana hanya sebesar Rp 17.232.750.000 termasuk PPN 11 persen. Selisih antara nilai kontrak dan harga riil itu menimbulkan indikasi kerugian keuangan negara sekaligus keuntungan tidak wajar sebesar Rp 11.667.250.000. Penyidik juga menguraikan bahwa Vicentius dalam kapasitasnya turut terlibat dalam proses perencanaan SKU dengan pola yang serupa, yakni mengarahkan referensi harga PT Yokogawa Indonesia sebesar Rp 32.637.000.000 sebagai acuan kontrak. Rangkaian perbuatan tersebut kini menjadi bagian dari konstruksi hukum yang sedang diuji dalam proses penyidikan. Atas penetapan dan penahanan dua tersangka baru ini, penyidik menegaskan proses hukum masih berjalan dan terus didalami. Seluruh pihak yang disebut dalam perkara tetap memiliki hak hukum dan asas praduga tak bersalah sampai adanya putusan pengadilan yang berkekuatan hukum tetap. (Cik) #pltamusi #pln #plnindonesiapower #bengkulu #kejatiprovinsibengkulu
Lagi! 2 Oknum Pejabat PLN Jadi Tersangka Kasus PLTA Musi - Perkara dugaan korupsi pengadaan AVR dan Sistem Kontrol Utama PLTA Musi kembali berkembang. Pada Selasa malam 3 Maret 2026, penyidik Kejaksaan Tinggi Bengkulu menetapkan dan menahan dua tersangka baru, yakni Vicentius Fanny Janu Fidianto, S.T dan Jamot Jingles Sitanggang. Keduanya diduga memiliki peran dalam proses perencanaan dan penetapan harga pada proyek tahun anggaran 2022. Dalam konstruksi perkara AVR System, Vicentius selaku Manager Sub Bidang Enjiniring UIK Sumatera Bagian Selatan diduga bekerja sama dengan pihak lain menyusun dokumen perencanaan dan RAB dengan mengarahkan referensi harga sesuai penawaran PT Emerson sebesar Rp 20.963.626.500 setelah PPN 11 persen. Referensi harga itu disebut diperoleh melalui komunikasi email tanpa klarifikasi, verifikasi lapangan, surat resmi, maupun kunjungan langsung ke penyedia, serta mengesampingkan usulan referensi harga dari UPDK Bengkulu. Estimasi harga tersebut kemudian dijadikan Harga Perkiraan Enjinering dan Harga Perkiraan Sendiri, yang selanjutnya menjadi dasar kesepakatan kontrak antara PT PLN (Persero) dan KSO PT Austindo Truba Engineering sebesar Rp 20.523.900.000 setelah PPN 11 persen. Namun dalam realisasinya, harga jual riil peralatan AVR dari PT Emerson kepada KSO tersebut tercatat Rp 15.793.080.000 setelah PPN 11 persen. Dari selisih itu, penyidik menguraikan adanya indikasi kerugian keuangan negara sekaligus keuntungan tidak wajar yang dinikmati KSO PT Austindo Truba Engineering sebesar Rp 2.696.920.000. Angka tersebut menjadi bagian penting dalam pendalaman penyidikan. Sementara itu, dalam pengadaan Sistem Kontrol Utama atau SKU PLTA Musi, Jamot Jingles Sitanggang selaku Staf Engineering Pembangkitan Sub Bidang Engineering UIK Sumatera Bagian Selatan Palembang tahun 2022 diduga berperan dalam memperoleh referensi harga dari PT Yokogawa Indonesia sebesar Rp 32.637.000.000. Nilai itu kemudian menjadi acuan kontrak, dengan metode permintaan informasi harga melalui email tanpa proses klarifikasi dan verifikasi lapangan, serta mengesampingkan referensi harga lain dari UPDK Bengkulu. Estimasi tersebut selanjutnya ditetapkan sebagai Harga Perkiraan Enjinering dan Harga Perkiraan Sendiri, lalu menjadi dasar kontrak antara PT PLN dan KSO Citra Wahana, yakni kerja sama PT Citra Wahana Sekar Buana dan PT Hensan Andalas Putera, dengan nilai Rp 32.079.000.000 termasuk PPN 11 persen. Dalam konstruksi penyidik, nilai tersebut disebut mengandung mark up melebihi 10 persen yang telah ditentukan pihak tertentu. Fakta harga riil yang diungkap penyidik menunjukkan peralatan SKU dari PT Yokogawa Indonesia kepada KSO Citra Wahana hanya sebesar Rp 17.232.750.000 termasuk PPN 11 persen. Selisih antara nilai kontrak dan harga riil itu menimbulkan indikasi kerugian keuangan negara sekaligus keuntungan tidak wajar sebesar Rp 11.667.250.000. Penyidik juga menguraikan bahwa Vicentius dalam kapasitasnya turut terlibat dalam proses perencanaan SKU dengan pola yang serupa, yakni mengarahkan referensi harga PT Yokogawa Indonesia sebesar Rp 32.637.000.000 sebagai acuan kontrak. Rangkaian perbuatan tersebut kini menjadi bagian dari konstruksi hukum yang sedang diuji dalam proses penyidikan. Atas penetapan dan penahanan dua tersangka baru ini, penyidik menegaskan proses hukum masih berjalan dan terus didalami. Seluruh pihak yang disebut dalam perkara tetap memiliki hak hukum dan asas praduga tak bersalah sampai adanya putusan pengadilan yang berkekuatan hukum tetap. (Cik) #pltamusi #pln #plnindonesiapower #bengkulu #kejatiprovinsibengkulu

About