@ubatubasurfclub: Se você não está satisfeito com o ritmo de sua evolução no surf, o problema pode não ser esforço ou talento — pode ser como você pratica. A ciência do aprendizado motor mostra que o cérebro aprende por meio de: • repetição • feedback • correção ativa Sem feedback, o sistema nervoso consolida padrões automaticamente, certos ou errados. Isso significa que: 👉 repetir um erro reforça seu nível atual Surfistas que evoluem mais rápido tendem a: ✔ prestar atenção no que estão fazendo ✔ ajustar pequenos detalhes constantemente ✔ evitar entrar em modo totalmente automático Esse processo está ligado à neuroplasticidade, que é a capacidade do cérebro de adaptar conexões com base no uso. Mas tem um detalhe importante: 👉 o cérebro prioriza eficiência, não perfeição Ou seja, ele vai reforçar o que for mais repetido — mesmo que esteja errado. Por isso, treinar com intenção é mais importante do que apenas acumular horas no mar. Evolução no surf não é só sobre quantas horas você surfa. É sobre a qualidade do tempo investido em corrigir o que precisa ser corrigido. Surfe Inteligente! #prontoprasurfprontopravida #corpoforte #menteafiada #longevidade #surfeinteligente 📚 BASE CIENTÍFICA • Schmidt, R. A., & Lee, T. D. (2011). Motor Control and Learning. • Wulf, G. (2013). Attentional focus and motor learning. • Kleim, J. A., & Jones, T. A. (2008). Principles of experience-dependent neuroplasticity. • Ericsson, K. A. (2004). Deliberate practice and expert performance. • Magill, R. A. (2010). Motor Learning and Control.

Ubatuba Surf Club
Ubatuba Surf Club
Open In TikTok:
Region: BR
Friday 24 July 2026 17:00:26 GMT
772
52
5
3

Music

Download

Comments

umavidasimples.uvs
Sobre Ser Pai :
muito bem falado! especificidade fora d'água e vídeo análise dentro... 👏👏👏
2026-07-24 17:10:09
1
elizeu.bertodo08
Elizeu Bertodo :
👍👍👍
2026-07-24 17:19:51
0
elizeu.bertodo08
Elizeu Bertodo :
🥰🥰🥰
2026-07-24 17:18:28
0
elizeu.bertodo08
Elizeu Bertodo :
🥰🥰🥰
2026-07-24 17:19:54
0
To see more videos from user @ubatubasurfclub, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Ini terjadi di Indonesia. Bukan di negara lain. Dan kejadiannya sangat cepat dalam hitungan hari. Kementerian Kesehatan RI mengungkap sudah ada 5 anak Indonesia yang meninggal dari 15 kasus suspek hepatitis akut yang belum diketahui penyebabnya. Selain itu, 7 anak lainnya masih berada di dalam ruang ICU.
Ini terjadi di Indonesia. Bukan di negara lain. Dan kejadiannya sangat cepat dalam hitungan hari. Kementerian Kesehatan RI mengungkap sudah ada 5 anak Indonesia yang meninggal dari 15 kasus suspek hepatitis akut yang belum diketahui penyebabnya. Selain itu, 7 anak lainnya masih berada di dalam ruang ICU. "Ini data terakhir ada 5 meninggal ya. Ada 10 yang masih di perawatan, yang dirawat ICU ada 7 ya," papar Sekretaris Direktorat Jenderal Kesehatan Masyarakat Kemenkes, Siti Nadia Tarmizi kepada Tirto, Rabu 11 Mei 2022. Yang membuat kasus ini berbeda dari hepatitis biasa penyebabnya tidak diketahui. Bukan Hepatitis A. Bukan B. Bukan C, D, maupun E. Kemenkes memastikan seluruh pasien anak di Indonesia terkait hepatitis misterius ini negatif COVID-19. Tapi penyebab pastinya tetap misterius para dokter dan ilmuwan dunia berlomba mencari jawabannya sementara anak-anak terus berdatangan ke rumah sakit dalam kondisi kritis. Kronologinya mengejutkan. Indonesia mulai melaporkan kasus pertama awal Mei 2022 tiga pasien anak DKI Jakarta meninggal setelah mendatangi rumah sakit dengan kondisi terlanjur kritis. Sepekan kemudian, anak berusia 7 tahun di Tulungagung meninggal dengan hasil negatif virus hepatitis A, B, C, D, dan E. Lalu bayi berusia 1 bulan 29 hari dari Solok, Sumatera Barat, menyusul meninggal dengan gejala yang sama. Mayoritas kasus ditemukan di DKI Jakarta 11 dari 15 kasus. Sisanya tersebar di Sumatera Barat, Jawa Barat, Jawa Timur, dan Kepulauan Bangka Belitung. Gejala yang ditemukan pada pasien: demam, mual, muntah, hilang nafsu makan, diare akut, lemas, nyeri bagian perut, nyeri otot dan sendi, kuning di mata dan kulit, serta urine seperti air teh. Yang paling mengerikan sebagian besar anak datang ke rumah sakit sudah dalam kondisi kritis. Tidak ada waktu untuk menunggu. Direktur RSPI Sulianti Saroso dr. Mohammad Syahril menegaskan: "Dengan mengenali kasus lebih awal kita bisa lebih care ke anak, jangan sampai lebih berat." Kemenkes meminta orang tua segera membawa anak ke fasilitas kesehatan terdekat jika muncul gejala kuning di mata, urine berwarna teh, atau penurunan kesadaran tanpa menunggu kondisi memburuk. Lima anak tidak sempat mendapat kesempatan itu. Jangan biarkan anak-anakmu menjadi bagian dari angka berikutnya. Sumber: Tirto.id — Kemenkes: 5 Anak Meninggal Akibat Suspek Hepatitis Akut, 7 di ICU, Mei 2022 Detik Health — Bertambah! 5 Anak RI Meninggal Diduga Hepatitis Misterius, Ini Kronologinya, Mei 2022 Kemenkes RI — Sehat Negeriku: Kemenkes Temukan 18 Orang Dugaan Kasus Hepatitis Akut, Mei 2022

About