@mashiii03:

Mashiii
Mashiii
Open In TikTok:
Region: AE
Friday 24 July 2026 18:25:36 GMT
694
185
2
4

Music

Download

Comments

tuseef249
Touseef love 🇵🇰🇦🇪🇦🇪🇦🇪 :
🥰🥰🥰
2026-08-09 08:06:04
0
maliktahirawan966
🥰MALIK TAHIR🕊️ :
🥰🥰🥰
2026-08-11 17:44:56
0
To see more videos from user @mashiii03, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

POV 2 | “Kamu… nggak inget aku, Hoon?” suaramu bergetar tak percaya, hatimu patah. Tatapan Sunghoon tetap sama. Diam, penuh kebingungan—seolah kamu benar-benar orang asing di hadapannya. “Maaf…” ucapnya pelan. “Aku nggak ingat.” Kalimat itu sederhana, namun cukup untuk meruntuhkan segalanya. Kamu menggeleng, dadamu sesak. Tanpa sadar, kakimu melangkah mendekat. Tatapanmu memohon—seolah bisa memaksa Sunghoon untuk mengingatmu. “Aku y/n…” suaramu hampir pecah. “Kamu nggak ingat? Kita pernah—” Belum sempat kamu menyelesaikan kalimatmu, staf menarikmu menjauh. “Mbak, mohon mundur.” Kamu memberontak. “Sebentar, mbak! Saya cuma—” “Tidak bisa, Mbak!” ucap staf itu tegas. Air matamu jatuh tanpa kamu sadari. Tanganmu terulur ke arahnya saat tubuhmu terus ditarik menjauh—hingga jemarimu sempat menggenggam tangannya. Singkat, namun cukup untuk membuat waktu terasa berhenti. “Hoon… ini aku,” gumammu lirih. “Orang yang dulu kamu anggap duniamu.” Sunghoon terdiam. Tatapannya berubah sejenak, ragu. Seolah ada sesuatu yang hampir ia ingat. Namun hanya sebentar, hingga akhirnya genggaman itu terlepas. Staf segera menarikmu menjauh, keluar dari area backstage. Sunghoon sempat melangkah ragu untuk maju, namun seorang staf menghalanginya pelan. “Jangan diladenin, Mas. Itu orang gila.” Kata-kata itu… juga terdengar samar di telingamu, menghantam dadamu tanpa sadar. Sementara dari jauh kamu melihat, Sunghoon sudah berbalik pergi. Tanpa pernah menepati janjinya, yang katanya akan selalu mencarimu. ••• Malam itu, kamu pulang dengan tangan kosong. Tanpa jawaban, tanpa penjelasan. Hanya sebuah kenyataan, bahwa seseorang yang dulu kamu yakini akan selalu mencarimu… bahkan tidak tahu bahwa kamu pernah ada di dunia ini. Kamu menatap kosong lantai teras rumahmu begitu turun dari mobil. Langkahmu terasa berat. Helen yang sejak tadi memperhatikanmu akhirnya mendekat, menepuk pundakmu pelan. “Istirahat ya, y/n. Lo pasti capek,” ucapnya lembut. Kamu berbalik perlahan. Matamu sembab, tatapanmu kosong. Tanpa banyak kata, kamu langsung memeluk Helen. Seolah semua yang kamu tahan sejak tadi runtuh di sana. “Sunghoon kenapa jahat, Helen…” lirihmu di sela isak. “Kenapa dia nggak inget aku…?” Helen terdiam sejenak. “We never know what happened two years ago. Tapi gue mohon… jangan berlarut dalam kesedihan kayak gini,” ucapnya pelan. ••• Di sisi lain—Sunghoon berdiri sendirian di balkon. Lampu-lampu kota membentang di bawah sana, ditemani suara samar kehidupan malam yang tak pernah benar-benar diam. Di tangannya, sebuah benda kecil ia genggam. Sebuah gelang tali handmade berwarna biru, dengan liontin kupu-kupu. Ia menemukannya di kamar dorm lamanya. Sunghoon mengangkat benda itu, menatapnya dalam diam. Ada sesuatu yang terasa familiar, namun ia tidak tahu apa. Sejak kecelakaan itu… memang ada bagian dari ingatannya yang hilang. Dan entah kenapa, benda kecil ini terasa seperti bagian dari sesuatu yang penting. Untuk sesaat, bayangan wajahmu tadi siang melintas di pikirannya. Samar, nyaris tak berarti. “Hoon?” Suara itu memecah lamunannya. Ia menoleh. Laura, kekasihnya. Perempuan itu melangkah mendekat, berdiri di sampingnya. “Kenapa belum tidur?” tanyanya. Sunghoon menggeleng pelan. Ada jeda, lalu ia menatap Laura sedikit lebih serius. “Laura, kamu… nggak menyembunyikan sesuatu dari aku, kan?” tanyanya pelan. “Setidaknya, hal yang seharusnya aku tahu.” Laura terdiam sejenak, lalu terkekeh ringan. “Maksud kamu?” Sunghoon menghela napas pelan, lalu mengangkat gelang itu. “Aku nemu ini di kamar dorm lama. Ini... punya kamu?” Laura menatap gelang itu beberapa detik, lalu meraihnya pelan, tersenyum. “Oh… iya. Ini punya aku. Akhirnya ketemu juga,” ujarnya ringan. “Aku emang lagi nyari ini. Makasih, ya.” “O-oh…” Sunghoon hanya mengangguk pelan. Namun entah kenapa, perasaan itu masih ada. Mengganjal. Seolah ada sesuatu yang seharusnya ia ingat, namun tak pernah benar-benar berhasil ia temukan. (+💬 ) #pov #sunghoon #sunghoonenhypen #sunghoonedit #fypage
POV 2 | “Kamu… nggak inget aku, Hoon?” suaramu bergetar tak percaya, hatimu patah. Tatapan Sunghoon tetap sama. Diam, penuh kebingungan—seolah kamu benar-benar orang asing di hadapannya. “Maaf…” ucapnya pelan. “Aku nggak ingat.” Kalimat itu sederhana, namun cukup untuk meruntuhkan segalanya. Kamu menggeleng, dadamu sesak. Tanpa sadar, kakimu melangkah mendekat. Tatapanmu memohon—seolah bisa memaksa Sunghoon untuk mengingatmu. “Aku y/n…” suaramu hampir pecah. “Kamu nggak ingat? Kita pernah—” Belum sempat kamu menyelesaikan kalimatmu, staf menarikmu menjauh. “Mbak, mohon mundur.” Kamu memberontak. “Sebentar, mbak! Saya cuma—” “Tidak bisa, Mbak!” ucap staf itu tegas. Air matamu jatuh tanpa kamu sadari. Tanganmu terulur ke arahnya saat tubuhmu terus ditarik menjauh—hingga jemarimu sempat menggenggam tangannya. Singkat, namun cukup untuk membuat waktu terasa berhenti. “Hoon… ini aku,” gumammu lirih. “Orang yang dulu kamu anggap duniamu.” Sunghoon terdiam. Tatapannya berubah sejenak, ragu. Seolah ada sesuatu yang hampir ia ingat. Namun hanya sebentar, hingga akhirnya genggaman itu terlepas. Staf segera menarikmu menjauh, keluar dari area backstage. Sunghoon sempat melangkah ragu untuk maju, namun seorang staf menghalanginya pelan. “Jangan diladenin, Mas. Itu orang gila.” Kata-kata itu… juga terdengar samar di telingamu, menghantam dadamu tanpa sadar. Sementara dari jauh kamu melihat, Sunghoon sudah berbalik pergi. Tanpa pernah menepati janjinya, yang katanya akan selalu mencarimu. ••• Malam itu, kamu pulang dengan tangan kosong. Tanpa jawaban, tanpa penjelasan. Hanya sebuah kenyataan, bahwa seseorang yang dulu kamu yakini akan selalu mencarimu… bahkan tidak tahu bahwa kamu pernah ada di dunia ini. Kamu menatap kosong lantai teras rumahmu begitu turun dari mobil. Langkahmu terasa berat. Helen yang sejak tadi memperhatikanmu akhirnya mendekat, menepuk pundakmu pelan. “Istirahat ya, y/n. Lo pasti capek,” ucapnya lembut. Kamu berbalik perlahan. Matamu sembab, tatapanmu kosong. Tanpa banyak kata, kamu langsung memeluk Helen. Seolah semua yang kamu tahan sejak tadi runtuh di sana. “Sunghoon kenapa jahat, Helen…” lirihmu di sela isak. “Kenapa dia nggak inget aku…?” Helen terdiam sejenak. “We never know what happened two years ago. Tapi gue mohon… jangan berlarut dalam kesedihan kayak gini,” ucapnya pelan. ••• Di sisi lain—Sunghoon berdiri sendirian di balkon. Lampu-lampu kota membentang di bawah sana, ditemani suara samar kehidupan malam yang tak pernah benar-benar diam. Di tangannya, sebuah benda kecil ia genggam. Sebuah gelang tali handmade berwarna biru, dengan liontin kupu-kupu. Ia menemukannya di kamar dorm lamanya. Sunghoon mengangkat benda itu, menatapnya dalam diam. Ada sesuatu yang terasa familiar, namun ia tidak tahu apa. Sejak kecelakaan itu… memang ada bagian dari ingatannya yang hilang. Dan entah kenapa, benda kecil ini terasa seperti bagian dari sesuatu yang penting. Untuk sesaat, bayangan wajahmu tadi siang melintas di pikirannya. Samar, nyaris tak berarti. “Hoon?” Suara itu memecah lamunannya. Ia menoleh. Laura, kekasihnya. Perempuan itu melangkah mendekat, berdiri di sampingnya. “Kenapa belum tidur?” tanyanya. Sunghoon menggeleng pelan. Ada jeda, lalu ia menatap Laura sedikit lebih serius. “Laura, kamu… nggak menyembunyikan sesuatu dari aku, kan?” tanyanya pelan. “Setidaknya, hal yang seharusnya aku tahu.” Laura terdiam sejenak, lalu terkekeh ringan. “Maksud kamu?” Sunghoon menghela napas pelan, lalu mengangkat gelang itu. “Aku nemu ini di kamar dorm lama. Ini... punya kamu?” Laura menatap gelang itu beberapa detik, lalu meraihnya pelan, tersenyum. “Oh… iya. Ini punya aku. Akhirnya ketemu juga,” ujarnya ringan. “Aku emang lagi nyari ini. Makasih, ya.” “O-oh…” Sunghoon hanya mengangguk pelan. Namun entah kenapa, perasaan itu masih ada. Mengganjal. Seolah ada sesuatu yang seharusnya ia ingat, namun tak pernah benar-benar berhasil ia temukan. (+💬 ) #pov #sunghoon #sunghoonenhypen #sunghoonedit #fypage

About