Language
English
عربي
Tiếng Việt
русский
français
español
日本語
한글
Deutsch
हिन्दी
简体中文
繁體中文
API
Home
How To Use
Language
English
عربي
Tiếng Việt
русский
français
español
日本語
한글
Deutsch
हिन्दी
简体中文
繁體中文
Home
Detail
@hichemsghir871:
hichemsghir871
Open In TikTok:
Region: DZ
Friday 24 July 2026 18:38:32 GMT
149
26
1
2
Music
Download
No Watermark .mp4 (
3.46MB
)
No Watermark(HD) .mp4 (
3.46MB
)
Watermark .mp4 (
15.37MB
)
Music .mp3
Comments
🦂عاقل27⛔ :
🥰🥰🥰
2026-07-24 20:16:29
0
To see more videos from user @hichemsghir871, please go to the Tikwm homepage.
Other Videos
SONG: Cool for the Summer (HardStyle) - GoldZoro #supernouradeyanisuufutari #astoryaboutsmokingatthebackofsupermarket #yamada #anime #animeedit
So precious 🥹 . @Lola Scott sukovisuals #lotr
🇧🇷🇧🇷🚜Dando pau na colheita curte e segue por favor 😁😄#colheita #agrostatus #agrobrasil
Hãy mang mùa đông đến đây❤️
Omo @ojoisaboy_ #creatorsearchinsights #ojo #ojohome #motivation #fyp
Ini terjadi di Indonesia. Bukan di negara lain. Dan kejadiannya sangat cepat dalam hitungan hari. Kementerian Kesehatan RI mengungkap sudah ada 5 anak Indonesia yang meninggal dari 15 kasus suspek hepatitis akut yang belum diketahui penyebabnya. Selain itu, 7 anak lainnya masih berada di dalam ruang ICU. "Ini data terakhir ada 5 meninggal ya. Ada 10 yang masih di perawatan, yang dirawat ICU ada 7 ya," papar Sekretaris Direktorat Jenderal Kesehatan Masyarakat Kemenkes, Siti Nadia Tarmizi kepada Tirto, Rabu 11 Mei 2022. Yang membuat kasus ini berbeda dari hepatitis biasa penyebabnya tidak diketahui. Bukan Hepatitis A. Bukan B. Bukan C, D, maupun E. Kemenkes memastikan seluruh pasien anak di Indonesia terkait hepatitis misterius ini negatif COVID-19. Tapi penyebab pastinya tetap misterius para dokter dan ilmuwan dunia berlomba mencari jawabannya sementara anak-anak terus berdatangan ke rumah sakit dalam kondisi kritis. Kronologinya mengejutkan. Indonesia mulai melaporkan kasus pertama awal Mei 2022 tiga pasien anak DKI Jakarta meninggal setelah mendatangi rumah sakit dengan kondisi terlanjur kritis. Sepekan kemudian, anak berusia 7 tahun di Tulungagung meninggal dengan hasil negatif virus hepatitis A, B, C, D, dan E. Lalu bayi berusia 1 bulan 29 hari dari Solok, Sumatera Barat, menyusul meninggal dengan gejala yang sama. Mayoritas kasus ditemukan di DKI Jakarta 11 dari 15 kasus. Sisanya tersebar di Sumatera Barat, Jawa Barat, Jawa Timur, dan Kepulauan Bangka Belitung. Gejala yang ditemukan pada pasien: demam, mual, muntah, hilang nafsu makan, diare akut, lemas, nyeri bagian perut, nyeri otot dan sendi, kuning di mata dan kulit, serta urine seperti air teh. Yang paling mengerikan sebagian besar anak datang ke rumah sakit sudah dalam kondisi kritis. Tidak ada waktu untuk menunggu. Direktur RSPI Sulianti Saroso dr. Mohammad Syahril menegaskan: "Dengan mengenali kasus lebih awal kita bisa lebih care ke anak, jangan sampai lebih berat." Kemenkes meminta orang tua segera membawa anak ke fasilitas kesehatan terdekat jika muncul gejala kuning di mata, urine berwarna teh, atau penurunan kesadaran tanpa menunggu kondisi memburuk. Lima anak tidak sempat mendapat kesempatan itu. Jangan biarkan anak-anakmu menjadi bagian dari angka berikutnya. Sumber: Tirto.id — Kemenkes: 5 Anak Meninggal Akibat Suspek Hepatitis Akut, 7 di ICU, Mei 2022 Detik Health — Bertambah! 5 Anak RI Meninggal Diduga Hepatitis Misterius, Ini Kronologinya, Mei 2022 Kemenkes RI — Sehat Negeriku: Kemenkes Temukan 18 Orang Dugaan Kasus Hepatitis Akut, Mei 2022
About
Robot
API
Legal
Privacy Policy