@drakarlamazzini: Você acorda com a barriga normal e, no final do dia, parece que está grávida? Isso pode ser a chamada endobelly. A endobelly é uma distensão abdominal que pode acontecer em mulheres com endometriose e costuma estar relacionada à inflamação, alterações do funcionamento intestinal e maior sensibilidade do intestino. Alguns gatilhos podem piorar esse sintoma, como: ✔️ Constipação. ✔️ Dormir mal. ✔️ Estresse. ✔️ Refeições muito volumosas. ✔️ Alguns alimentos fermentáveis em mulheres mais sensíveis, como leite e derivados, feijão, cebola, alho, brócolis, couve-flor, refrigerantes e alimentos ultraprocessados. Mas atenção: não existe uma lista de alimentos proibidos para todas as mulheres com endometriose. Cada organismo reage de forma diferente, por isso o tratamento precisa ser individualizado. Se a sua barriga aumenta com frequência, isso não é frescura e nem “só gases”. É um sintoma que merece investigação. 💜 Salve este vídeo para identificar os seus gatilhos e envie para uma mulher que sofre com a barriga da endometriose. Dra. Karla Mazzini CRM 1144-TO | RQE 465 | RQE 3189 Ginecologista | Especialista em Endometriose, Adenomiose e Cirurgia Ginecológica Minimamente Invasiva | Autora dos livros Coragem para Alcançar o Impossível e Os Caçadores da Endometriose. Referência científica: Velho RV, Werner F, Mechsner S. Endo Belly: What Is It and Why Does It Happen? A Narrative Review. Journal of Clinical Medicine. 2023;12(22):7176. #Endometriose #Endobelly #Adenomiose #BarrigaInchada #SaúdeDaMulher DorPélvica Intestino Ginecologia Fertilidade MedicinaBaseadaEmEvidências 🎥 @growwithendo

drakarlamazzini
drakarlamazzini
Open In TikTok:
Region: BR
Friday 24 July 2026 23:09:06 GMT
646
14
3
4

Music

Download

Comments

cilenesilva145
ciles :
a minha parece que eu estou grávida muito ruim de mais
2026-07-25 20:29:19
1
menina.d.pecuria
Menina dá pecuária 🐎🇧🇷❤️🖤 :
🙏🙏🙏
2026-07-27 14:07:32
1
To see more videos from user @drakarlamazzini, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

H. M. Syamlan LC MA: “Guru SDIT Rabbani Saya Anggap Anak, Tak Ada Langkah Hukum” | Bengkulu – Ketua Yayasan Ma’had Rabbani, H. Muhammad Syamlan LC MA, menegaskan pendekatan kekeluargaan masih menjadi pilihan yayasan dalam menyikapi polemik tiga guru SDIT Rabbani. Menurut Syamlan, hubungan antara yayasan dan guru tidak semata-mata ditempatkan sebagai hubungan kerja, tetapi sebagai relasi orang tua dan anak. “Sistemnya itu sistem guru dan murid. Orang tua dan anak-anak. Guru-guru semua ini saudara. Ada cek-cok dikit, saya tengahi, wajar gak? Wajar gak? Biasanya memang saya yang nengahin.” Syamlan mengatakan, untuk guru yang disebutnya masih belum menentukan sikap, ia telah meminta kepala sekolah mengundang yang bersangkutan kembali ke sekolah. Menurutnya, undangan tersebut dimaksudkan untuk memastikan apakah guru masih membutuhkan tambahan waktu cuti atau memilih mengakhiri kebersamaan dengan yayasan. Bahkan, Syamlan menyatakan apabila guru meminta tambahan cuti hingga akhir Agustus, yayasan tidak mempermasalahkannya. Ia juga menyebut cuti tersebut tetap akan dibayarkan apabila diajukan secara resmi. Pendekatan tersebut, kata Syamlan, tidak terlepas dari hubungan panjang yang telah terbangun antara dirinya dengan para guru. Ia menyebut para guru yang terlibat dalam persoalan tersebut sebagai orang-orang yang telah lama berada di lingkungan Rabbani dan mengikuti kegiatan mengaji bersama. “Mereka itu saya anggap anak saya. Murid saya. Karena mereka datang sudah lama ke sini. Dengan ngaji bersama. Saya ajarin ngaji ini resminya. Maka kan kami undang. Baik-baik. Orang tua mengundang anaknya gimana?” Karena itu, Syamlan menegaskan yayasan untuk saat ini tidak mengambil langkah hukum terhadap para guru. Pernyataan tersebut disampaikan meski ia mengakui munculnya pemberitaan yang menurutnya telah mencemarkan nama Rabbani. Ia memilih memberikan ruang komunikasi dan berharap persoalan tidak berkembang menjadi konflik yang lebih jauh. “Untuk itu insya Allah gak ada langkah hukum apa apa. Selama masih ini, mau diundang. Dan sudah lah gak apa-apa.” Syamlan juga menyampaikan harapan agar setelah pihak media mengetahui penjelasan dari yayasan, tidak ada lagi pemberitaan yang menurutnya mencemarkan nama Rabbani. Ia menutup pernyataannya dengan menegaskan bahwa dirinya tetap memandang para guru tersebut sebagai orang-orang baik. (Cik) #gurusdit #sditrabbani #gurusditdipecat #bengkulu #syamlan
H. M. Syamlan LC MA: “Guru SDIT Rabbani Saya Anggap Anak, Tak Ada Langkah Hukum” | Bengkulu – Ketua Yayasan Ma’had Rabbani, H. Muhammad Syamlan LC MA, menegaskan pendekatan kekeluargaan masih menjadi pilihan yayasan dalam menyikapi polemik tiga guru SDIT Rabbani. Menurut Syamlan, hubungan antara yayasan dan guru tidak semata-mata ditempatkan sebagai hubungan kerja, tetapi sebagai relasi orang tua dan anak. “Sistemnya itu sistem guru dan murid. Orang tua dan anak-anak. Guru-guru semua ini saudara. Ada cek-cok dikit, saya tengahi, wajar gak? Wajar gak? Biasanya memang saya yang nengahin.” Syamlan mengatakan, untuk guru yang disebutnya masih belum menentukan sikap, ia telah meminta kepala sekolah mengundang yang bersangkutan kembali ke sekolah. Menurutnya, undangan tersebut dimaksudkan untuk memastikan apakah guru masih membutuhkan tambahan waktu cuti atau memilih mengakhiri kebersamaan dengan yayasan. Bahkan, Syamlan menyatakan apabila guru meminta tambahan cuti hingga akhir Agustus, yayasan tidak mempermasalahkannya. Ia juga menyebut cuti tersebut tetap akan dibayarkan apabila diajukan secara resmi. Pendekatan tersebut, kata Syamlan, tidak terlepas dari hubungan panjang yang telah terbangun antara dirinya dengan para guru. Ia menyebut para guru yang terlibat dalam persoalan tersebut sebagai orang-orang yang telah lama berada di lingkungan Rabbani dan mengikuti kegiatan mengaji bersama. “Mereka itu saya anggap anak saya. Murid saya. Karena mereka datang sudah lama ke sini. Dengan ngaji bersama. Saya ajarin ngaji ini resminya. Maka kan kami undang. Baik-baik. Orang tua mengundang anaknya gimana?” Karena itu, Syamlan menegaskan yayasan untuk saat ini tidak mengambil langkah hukum terhadap para guru. Pernyataan tersebut disampaikan meski ia mengakui munculnya pemberitaan yang menurutnya telah mencemarkan nama Rabbani. Ia memilih memberikan ruang komunikasi dan berharap persoalan tidak berkembang menjadi konflik yang lebih jauh. “Untuk itu insya Allah gak ada langkah hukum apa apa. Selama masih ini, mau diundang. Dan sudah lah gak apa-apa.” Syamlan juga menyampaikan harapan agar setelah pihak media mengetahui penjelasan dari yayasan, tidak ada lagi pemberitaan yang menurutnya mencemarkan nama Rabbani. Ia menutup pernyataannya dengan menegaskan bahwa dirinya tetap memandang para guru tersebut sebagai orang-orang baik. (Cik) #gurusdit #sditrabbani #gurusditdipecat #bengkulu #syamlan

About