Language
English
عربي
Tiếng Việt
русский
français
español
日本語
한글
Deutsch
हिन्दी
简体中文
繁體中文
API
Home
How To Use
Language
English
عربي
Tiếng Việt
русский
français
español
日本語
한글
Deutsch
हिन्दी
简体中文
繁體中文
Home
Detail
@.mowgli212:
.
Open In TikTok:
Region: FR
Monday 27 July 2026 13:53:39 GMT
645
34
0
1
Music
Download
No Watermark .mp4 (
1.39MB
)
No Watermark(HD) .mp4 (
1.39MB
)
Watermark .mp4 (
0MB
)
Music .mp3
Comments
There are no more comments for this video.
To see more videos from user @.mowgli212, please go to the Tikwm homepage.
Other Videos
#ركص_قارب_العريس_ضيم #شعب_الصيني_ماله_حل😂😂 #المصور_حسن_ابن_ميسان_للحجز_07755821636_07832165418
POV: ninguém ACREDITA quando você fala o preço dessa blusinha #blusinhas #blusas #fyp #modafeminina #mangalonga
Murid: Guru... mengapa Allah menciptakan lalat? Bukankah ia hanya makhluk yang menjijikkan? Ke mana pun ia hinggap, manusia selalu mengusirnya. Tak ada yang menyukainya. Tak ada yang memujinya. Guru: Justru karena itu, banyak manusia kehilangan pelajaran besar. Mereka sibuk mengusir lalat, tetapi tak pernah mendengarkan pesan yang Allah titipkan melalui makhluk kecil itu. Para arif tidak hanya belajar dari bunga yang harum atau langit yang indah. Mereka belajar dari apa pun yang Allah ciptakan. Sebab tidak ada ciptaan yang lahir tanpa hikmah. Murid: Lalu... apa hikmah seekor lalat, Guru? Guru: Masalah manusia adalah selalu ingin menjadi makhluk lain. Yang miskin ingin menjadi kaya. Yang tua ingin muda. Yang biasa ingin dipuja. Hati terus memberontak kepada takdirnya sendiri. Sedangkan lalat... Ia lahir sebagai lalat. Ia tidak bermimpi menjadi kupu-kupu. Ia tidak iri kepada burung yang terbang tinggi. Ia tidak mengutuk sayapnya yang kasar atau dengungnya yang mengganggu. Ia menerima dirinya sepenuh hati, lalu menjalani hidup sesuai perintah Tuhannya. Murid: Jadi yang membuat hati manusia lelah adalah karena sulit menerima takdirnya? Guru: Benar. Lihatlah lalat. Di mana ada sisa makanan, ia datang. Di mana ada bau, ia hadir. Bukan karena ia menyukai kekotoran, tetapi karena di situlah Allah menugaskannya. Apa yang menjijikkan menurut manusia, justru menjadi ladang amanah baginya. Di situlah hakikat pertama terbuka... Allah membagi peran, bukan derajat. Yang tampak rendah di matamu, belum tentu rendah di sisi-Nya. Murid: Guru... mengapa aku selalu takut kehilangan rezeki? Guru: Karena engkau merasa hidupmu ditopang oleh rencanamu, bukan oleh Tuhanmu. Lalat tidak menimbun makanan. Tidak memiliki gudang. Tidak menghitung persediaan esok hari. Jika hari ini Allah memberi rezeki, ia hidup. Jika tidak, ia mati. Tanpa gelisah. Tanpa ilusi menguasai masa depan. Bukankah itu tawakal yang setiap hari kita ucapkan, tetapi jarang kita jalani? Murid: Lalu mengapa manusia begitu sibuk menjaga harga dirinya? Guru: Karena manusia lebih takut dipandang rendah oleh sesama daripada jauh dari Allah. Ketika lalat hinggap di tanganmu, ia tidak tahu siapa dirimu. Ia tidak mengenal jabatan, kekayaan, gelar, atau kehormatan. Ia hanya tahu bahwa di sana ada kehidupan. Sedangkan manusia... Sering kehilangan kehidupan batinnya karena terlalu sibuk mempertahankan martabat yang semu. Lalat selalu dekat tanah. Dekat sisa. Dekat buangan. Manusia justru ingin selalu terlihat tinggi. Padahal sering kali jalan pulang kepada Allah dimulai dari sesuatu yang paling kita remehkan. Murid: Guru... bahkan dengung lalat pun terasa mengganggu. Guru: Mungkin karena telingamu belum belajar mendengar dengan hati. Dengungnya seperti zikir yang terus berulang. Tak berharap dipuji. Tak ingin didengar. Tak mencari tepuk tangan. Sedangkan berapa banyak manusia beribadah, tetapi masih berharap pengakuan? Berapa banyak amal gugur bukan karena kurang banyak, tetapi karena ingin terlihat? Lalat tidak peduli dicintai ataupun dibenci. Ia hanya patuh kepada kodrat yang Allah tetapkan. Dan justru dalam kepatuhan itulah keselamatannya. Murid: Guru... aku mulai takut. Jangan-jangan yang membuatku jauh dari Allah bukan hanya dosa-dosaku... tetapi karena aku merasa terlalu baik untuk belajar dari makhluk yang selama ini kuanggap hina. Guru: Itulah tabir yang paling sulit ditembus. Siapa yang menolak hikmah karena pembawanya tampak rendah, sesungguhnya sedang menutup pintu hakikat dengan tangannya sendiri. Maka jika suatu hari seekor lalat hinggap di hadapanmu... Jangan terburu-buru mengusirnya. Diamlah sejenak. Lalu tanyakan kepada hatimu... "Sudahkah aku setulus lalat menerima takdirku... dan sesetia lalat menjalankan peranku... tanpa banyak menuntut kepada Tuhan?" **Jika dialog ini menyentuh ruang yang lama kosong di hatimu, mungkin ini saatnya melangkah lebih dalam. Pilih kitab tasawuf di showcase, lalu biarkan perjalanan mengenal diri membawamu semakin dekat kepada Allah.
No stupid ideas, just unexplored ones. Cindy Cashman's blank book proves it! #IdeaGeneration #Creativity #Innovation #Brainstorming
😭 ΣΚΕΦΤΟΜΑΙ ΝΑ ΤΑ ΠΑΡΑΤΗΣΩ... #fyp #viral #greektiktok #live #streamer #clips #gaming #fy @itsonly_skillz
Tech meets grassroots sports! A drone delivered the game ball at the final of the grassroots "Village Super League," known in Chinese as "Cun Chao." #drone #football #Guizhou #China #CunChao #VillageSuperLeague
About
Robot
API
Legal
Privacy Policy