@palay.khan32:

Palay Khan
Palay Khan
Open In TikTok:
Region: PK
Friday 31 July 2026 16:51:55 GMT
88
27
9
3

Music

Download

Comments

dinnakhanbugti4
🌹MAMA🌹 BALOCH 🌹 :
🥰🥰🥰 Mashallah Allah Pak salamat rakhy ❤️
2026-07-31 17:13:06
0
qadirjan3668
Qadir :
🥰🥰🥰
2026-08-01 22:37:48
0
sheryar.baloch1
sheryar baloch :
🥰🥰🥰
2026-08-01 17:23:32
0
user406199151
Shah Nawaz :
🥰🥰🥰
2026-08-01 17:13:56
0
kamanderhamid
🇵🇰Kamander Hamid Chakrani❤️ :
❤️❤️❤️
2026-08-01 08:08:52
0
fasilkambohuk0
SADIQ56 :
❤️❤️❤️
2026-08-01 04:22:51
0
parvaizbugt7
🚓💖Parviz chakrani ❤️‍🩹💗🥰 :
🥰🥰🥰
2026-08-01 03:52:44
0
shah_jahan88
شاہ جہاں۔۔۔۔♥️ :
🥰🥰🥰
2026-08-01 01:52:55
0
meershve
MEER BALOCH, :
🥰🥰🥰
2026-08-19 09:27:38
0
To see more videos from user @palay.khan32, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Ada kalanya Allah memperlihatkan kepada kita sebuah tujuan, tetapi tidak langsung memperlihatkan jalan yang mudah menuju ke sana. Begitulah kisah Nabi Yusuf. Beliau melihat mimpi yang begitu indah saat masih kecil. Namun setelah mimpi itu datang, yang beliau hadapi bukanlah kemuliaan, melainkan sumur, perbudakan, fitnah, penjara, dan penantian yang panjang. Dari sini kita belajar bahwa Allah tidak hanya sedang menyiapkan takdir untuk hamba-Nya, tetapi juga sedang membentuk hamba-Nya agar siap menerima takdir tersebut. Bukankah sering kali kita juga mengalaminya? Kita sudah memiliki impian, tetapi jalan menuju impian itu terasa begitu berat. Kita sudah berdoa, tetapi jawaban yang kita harapkan belum juga datang. Kita merasa sedang berjalan, tetapi tujuan seakan semakin jauh. Padahal bisa jadi, yang sedang Allah kerjakan bukan mengubah keadaan kita terlebih dahulu, melainkan mengubah diri kita. Karena tujuan yang besar membutuhkan hati yang besar. Amanah yang besar membutuhkan kesabaran yang besar. Dan nikmat yang besar membutuhkan pribadi yang siap menjaganya. Maka jangan terburu-buru menganggap setiap penundaan sebagai penolakan. Bisa jadi, itu adalah bentuk kasih sayang Allah agar ketika nikmat itu datang, kita benar-benar siap menerimanya. Sebagaimana Yusuf tidak langsung menjadi penguasa Mesir setelah bermimpi, kita pun mungkin harus melewati proses yang akan membentuk iman, kesabaran, dan kedewasaan kita. Allah tidak pernah terlambat memenuhi janji-Nya. Dia hanya tidak ingin kita sampai di tujuan sebagai pribadi yang belum siap. “Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal itu baik bagimu. Dan boleh jadi kamu menyukai sesuatu, padahal itu buruk bagimu. Allah mengetahui, sedangkan kamu tidak mengetahui.” (QS. Al-Baqarah: 216) #nabiyusuf  #pelajaranhidup  #pendidikan
Ada kalanya Allah memperlihatkan kepada kita sebuah tujuan, tetapi tidak langsung memperlihatkan jalan yang mudah menuju ke sana. Begitulah kisah Nabi Yusuf. Beliau melihat mimpi yang begitu indah saat masih kecil. Namun setelah mimpi itu datang, yang beliau hadapi bukanlah kemuliaan, melainkan sumur, perbudakan, fitnah, penjara, dan penantian yang panjang. Dari sini kita belajar bahwa Allah tidak hanya sedang menyiapkan takdir untuk hamba-Nya, tetapi juga sedang membentuk hamba-Nya agar siap menerima takdir tersebut. Bukankah sering kali kita juga mengalaminya? Kita sudah memiliki impian, tetapi jalan menuju impian itu terasa begitu berat. Kita sudah berdoa, tetapi jawaban yang kita harapkan belum juga datang. Kita merasa sedang berjalan, tetapi tujuan seakan semakin jauh. Padahal bisa jadi, yang sedang Allah kerjakan bukan mengubah keadaan kita terlebih dahulu, melainkan mengubah diri kita. Karena tujuan yang besar membutuhkan hati yang besar. Amanah yang besar membutuhkan kesabaran yang besar. Dan nikmat yang besar membutuhkan pribadi yang siap menjaganya. Maka jangan terburu-buru menganggap setiap penundaan sebagai penolakan. Bisa jadi, itu adalah bentuk kasih sayang Allah agar ketika nikmat itu datang, kita benar-benar siap menerimanya. Sebagaimana Yusuf tidak langsung menjadi penguasa Mesir setelah bermimpi, kita pun mungkin harus melewati proses yang akan membentuk iman, kesabaran, dan kedewasaan kita. Allah tidak pernah terlambat memenuhi janji-Nya. Dia hanya tidak ingin kita sampai di tujuan sebagai pribadi yang belum siap. “Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal itu baik bagimu. Dan boleh jadi kamu menyukai sesuatu, padahal itu buruk bagimu. Allah mengetahui, sedangkan kamu tidak mengetahui.” (QS. Al-Baqarah: 216) #nabiyusuf #pelajaranhidup #pendidikan

About