@bangkokfoodie: You've probably heard her voice thousands of times 👀❤️ The iconic voice you've been hearing on the BTS Skytrain for years belongs to famous Thai singer and actress Rudklao Amratisha, better known as P'Tongneng. From announcing every station to reminding passengers to mind the gap, her voice has become one of the most recognizable sounds in Bangkok 🇹🇭 หลายคนอาจจะยังไม่รู้ว่าเสียงที่เราได้ยินทุกครั้งที่นั่งรถไฟฟ้า เป็นเสียงจากนักร้องและนักแสดงชื่อดังอย่าง "พี่ต๊งเหน่ง รัดเกล้า อามระดิษ" ซี่งนับว่าเป็นเสียงที่เป็นเอกลักษณ์ที่ทั้งคนไทยและชาวต่างชาติหลายคนต้องเคยได้ยิน video credit: ongree_c

Bangkok Foodie
Bangkok Foodie
Open In TikTok:
Region: SG
Monday 03 August 2026 08:07:30 GMT
119336
8289
179
4494

Music

Download

Comments

agigil
Gigi 🏃 :
ohhh....she is the voice...OMG... next station, Nana🤣🤣🤣
2026-08-03 11:33:11
534
silvousplaittralaala
silvousplaittralaala :
next station Nana
2026-08-03 15:13:16
218
heydddom
Dom :
I thought shes gonna say nana 😂
2026-08-04 02:27:45
5
jttechie
JTTechie :
if she said Nana, the crowd would go wild!
2026-08-05 02:21:31
2
ayennnismm
Ayyen-nism🏳️‍🌈 :
Next Station Silom ....
2026-08-04 15:33:01
1
appleshan28
appleshan28 :
Next station: ARI (with feelings)😭
2026-08-04 11:05:57
8
dezinkyaw
DeZinKyaw :
Next station Anusawari or Siam🥰
2026-08-04 18:45:59
1
kennytjhai71
Kenny Tsai 蔡 :
Next station Sala Daeng 😌
2026-08-04 04:08:25
46
factsonly_07
FactsOnly :
Wahhhh… I was just saying I miss Thailand since I got home a week ago hahahaha
2026-08-03 12:25:32
32
hatsblack_official
hatsblack_official :
why it's make me cry when I am hearing this.
2026-08-04 05:21:48
15
giladventures2
Gil Adventures :
ohh ...i miss bangkok now ...
2026-08-04 05:33:41
12
kwrestling
kWrestling)✝️🤼🚊 :
“next station nana” 🗣️🔥
2026-08-04 03:10:44
1
trang___nguyen___
Trang Nguyễn :
Nghe mà nổi da gà,với nhớ Thái Lan quá đi 😅😅😅😂😂😂
2026-08-04 06:59:42
4
rapidrsg
RapiDr.Sg :
the icon the legend the diva HERSELF
2026-08-03 16:00:53
5
reggieeorbita
Regg :
next station… na naaaa 😅
2026-08-04 07:18:39
2
shafeec94
SHAFEEC MC🇺🇬🇹🇭 :
Next station, NANA😂
2026-08-04 02:06:51
1
mjoyers
Mjoy ✨️🌷🐨 :
next station NANA 😊
2026-08-04 02:38:55
8
mangoo__soup
🌹 :
Next station NANA
2026-08-04 08:33:33
6
black_lotus_03
HanFeng :
Trời ơi. Cái voice này 🥰🥰🥰🥰
2026-08-04 01:58:45
3
justrelax.27
justrelax.27 :
🤣🤣 jadi ini suaranya ..
2026-08-04 00:27:43
1
huynhdangthong
Huỳnh Đăng Thông :
Next station Sả Lả Đèng
2026-08-05 02:14:53
1
yowanish.b
Yora. :
Aduh rindu bangkok la giniii
2026-08-04 02:32:01
4
tommiomg
tommiOMG :
Ok, I am a Mahildol University graduate, but this is pretty dang cool !!! May they all have a bright future ahead of them!
2026-08-03 08:51:12
3
yogibenj
BENJ :
Sala Deang my bias
2026-08-04 07:49:03
1
obetpalibut
OCzam :
Sala Daeng is my fave 🥰🥰🥰
2026-08-04 11:07:57
1
To see more videos from user @bangkokfoodie, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Pada Xiao Yan nyaris mati melawan Hun Tiandi, tubuhnya terhempas ke tanah, berlumuran darah, napasnya hampir terputus. Emperor Flame yang selama ini jadi tamengnya meredup, seolah lilin kecil yang akan padam. Hun Tiandi berdiri angkuh di angkasa, dikelilingi pusaran Origin Qi benua yang telah ia rampas, matanya penuh kesombongan.
Pada Xiao Yan nyaris mati melawan Hun Tiandi, tubuhnya terhempas ke tanah, berlumuran darah, napasnya hampir terputus. Emperor Flame yang selama ini jadi tamengnya meredup, seolah lilin kecil yang akan padam. Hun Tiandi berdiri angkuh di angkasa, dikelilingi pusaran Origin Qi benua yang telah ia rampas, matanya penuh kesombongan. "Xiao Yan, perjuanganmu berakhir di sini. Dunia ini akan tunduk di bawah Hun Clan!" Sekutunya menjerit putus asa. Semua orang yakin, sekali lagi Hun Tiandi menurunkan tangan, maka Xiao Yan—dan seluruh benua—akan hancur. Namun di detik kritis itu, sesuatu di tubuh Xiao Yan berdenyut. Api yang hampir padam itu bergetar... lalu meledak. Dengan suara serak bercampur darah, Xiao Yan mengangkat wajahnya ke langit, suaranya bergema: "Semua Api Surgawi... aku perintahkan kalian, datanglah padaku!" Seolah mendengar panggilan tuannya, Api Surgawi yang tersembunyi di tubuhnya dan di seluruh benua bergetar serentak. Api Putih yang dingin, Api Biru yang membelah langit, Api Ungu yang membakar udara, hingga Api Kegelapan yang merintih—semuanya bergejolak, melesat masuk ke tubuh Xiao Yan. Setiap api berlutut pada perintahnya, menyatu tanpa perlawanan, seperti prajurit yang kembali pada tuannya. Kobaran itu melahap tubuh Xiao Yan, membakar luka-luka, merajut ulang daging dan tulangnya. Emperor Flame tidak lagi sekadar nyala, melainkan inti baru yang lahir dari dua puluh tiga Api Surgawi yang tunduk sepenuhnya pada pemiliknya. Langit bergetar hebat. Awan hitam yang menutup cakrawala terbelah, cahaya agung menerobos turun, guntur surgawi meraung bagai genderang dewa. Fenomena yang mustahil itu muncul—tanda kelahiran Dou Di. Tubuh Xiao Yan yang hancur kini bangkit kembali. Luka-lukanya lenyap, auranya melonjak menembus batas, api menyelubunginya seperti matahari kedua yang membakar dunia. Hun Tiandi terdiam, wajahnya yang penuh kesombongan berubah pucat. Kedua matanya gemetar, suaranya parau penuh penyesalan: "Aku... membayar mahal untuk ini... ribuan tahun ku habiskan... tapi akhirnya—semua sia-sia." Wajahnya semakin pucat, tatapannya kosong. Ia sadar bahwa jalan yang ditempuhnya dengan pengorbanan tak terhitung kini runtuh, direbut Xiao Yan dalam sekejap. Xiao Yan menatapnya dengan dingin. Suaranya berat, bergema menembus langit yang bergetar: "Hun Tiandi... ini akhir darimu. Dan awal baru bagi dunia." Dan pada saat ranah Dou Di benar-benar terbuka baginya, momentum dahsyat pun tercipta. Lautan bergolak hebat, mendidih menjadi lahar yang menakutkan. Gunung-gunung runtuh, langit dipenuhi warna-warni cahaya yang menari bagai aurora neraka dan surga sekaligus. Aura Xiao Yan melonjak pada tingkat yang tak dapat dibayangkan, begitu kuat hingga seluruh dunia bergetar. Sekejap, semua orang di benua—baik kawan maupun lawan—tidak kuasa berdiri. Mereka tersungkur bersujud, tertekan oleh momentum yang dipancarkannya. Guru tua yang dulu pernah menuntunnya hanya bisa berdiri di kejauhan, matanya berkaca-kaca. Air matanya jatuh, namun senyum bangga menghiasi wajahnya. Dengan suara bergetar ia berbisik, "Bocah kecil... kau tak pernah mengecewakanku." Padahal ia berada sangat jauh dari pusat pertempuran, namun momentum yang dipancarkan Xiao Yan tetap menghantamnya dengan dahsyat. Tidak hanya itu—di seluruh penjuru benua, semua klan, sekte, dan keluarga besar yang menyaksikan fenomena langit itu ikut bersujud serentak, karena aura Xiao Yan yang telah menembus Dou Di begitu menekan jiwa. Transformasi itu menjadikan dirinya sosok yang tidak lagi bisa dipahami, keagungan yang hanya bisa disaksikan dari kejauhan. Dari tengah lautan api surgawi yang menyelimuti tubuhnya, suara Xiao Yan menggema, merambat ke seluruh benua: "Hun Tiandi... apakah kau sudah siap mati?" Suara itu begitu berat, mengguncang hati setiap orang yang mendengarnya. Hun Tiandi mendongak, tubuhnya gemetar—untuk pertama kalinya ia merasakan ketakutan yang nyata. Dan saat itulah dunia menyaksikan pertarungan tingkat langit Dou Di melawan Dou Di! Ditulis DWdonghua... --- #kaisarapixiaoyan

About