@woxiaoxingxing: Cốc giữ nhiệt Lock&Lock màu nào cũng cute #locknlock #lygiunhiet #binhgiunhiet #cocgiunhiet #cagiunhiet

Mộc Lâm
Mộc Lâm
Open In TikTok:
Region: VN
Tuesday 04 August 2026 10:36:57 GMT
9761
23
6
4

Music

Download

Comments

wodenuli
An Chi :
Mê nha shop
2026-08-04 14:17:19
0
wodenuli
An Chi :
Để tui mua liền nè
2026-08-09 17:25:56
0
wodenuli
An Chi :
99 điểm luôn nha shop 😏😏😏
2026-08-08 11:36:05
0
To see more videos from user @woxiaoxingxing, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

H. M. Syamlan LC MA: “Guru SDIT Rabbani Saya Anggap Anak, Tak Ada Langkah Hukum” | Bengkulu – Ketua Yayasan Ma’had Rabbani, H. Muhammad Syamlan LC MA, menegaskan pendekatan kekeluargaan masih menjadi pilihan yayasan dalam menyikapi polemik tiga guru SDIT Rabbani. Menurut Syamlan, hubungan antara yayasan dan guru tidak semata-mata ditempatkan sebagai hubungan kerja, tetapi sebagai relasi orang tua dan anak. “Sistemnya itu sistem guru dan murid. Orang tua dan anak-anak. Guru-guru semua ini saudara. Ada cek-cok dikit, saya tengahi, wajar gak? Wajar gak? Biasanya memang saya yang nengahin.” Syamlan mengatakan, untuk guru yang disebutnya masih belum menentukan sikap, ia telah meminta kepala sekolah mengundang yang bersangkutan kembali ke sekolah. Menurutnya, undangan tersebut dimaksudkan untuk memastikan apakah guru masih membutuhkan tambahan waktu cuti atau memilih mengakhiri kebersamaan dengan yayasan. Bahkan, Syamlan menyatakan apabila guru meminta tambahan cuti hingga akhir Agustus, yayasan tidak mempermasalahkannya. Ia juga menyebut cuti tersebut tetap akan dibayarkan apabila diajukan secara resmi. Pendekatan tersebut, kata Syamlan, tidak terlepas dari hubungan panjang yang telah terbangun antara dirinya dengan para guru. Ia menyebut para guru yang terlibat dalam persoalan tersebut sebagai orang-orang yang telah lama berada di lingkungan Rabbani dan mengikuti kegiatan mengaji bersama. “Mereka itu saya anggap anak saya. Murid saya. Karena mereka datang sudah lama ke sini. Dengan ngaji bersama. Saya ajarin ngaji ini resminya. Maka kan kami undang. Baik-baik. Orang tua mengundang anaknya gimana?” Karena itu, Syamlan menegaskan yayasan untuk saat ini tidak mengambil langkah hukum terhadap para guru. Pernyataan tersebut disampaikan meski ia mengakui munculnya pemberitaan yang menurutnya telah mencemarkan nama Rabbani. Ia memilih memberikan ruang komunikasi dan berharap persoalan tidak berkembang menjadi konflik yang lebih jauh. “Untuk itu insya Allah gak ada langkah hukum apa apa. Selama masih ini, mau diundang. Dan sudah lah gak apa-apa.” Syamlan juga menyampaikan harapan agar setelah pihak media mengetahui penjelasan dari yayasan, tidak ada lagi pemberitaan yang menurutnya mencemarkan nama Rabbani. Ia menutup pernyataannya dengan menegaskan bahwa dirinya tetap memandang para guru tersebut sebagai orang-orang baik. (Cik) #gurusdit #sditrabbani #gurusditdipecat #bengkulu #syamlan
H. M. Syamlan LC MA: “Guru SDIT Rabbani Saya Anggap Anak, Tak Ada Langkah Hukum” | Bengkulu – Ketua Yayasan Ma’had Rabbani, H. Muhammad Syamlan LC MA, menegaskan pendekatan kekeluargaan masih menjadi pilihan yayasan dalam menyikapi polemik tiga guru SDIT Rabbani. Menurut Syamlan, hubungan antara yayasan dan guru tidak semata-mata ditempatkan sebagai hubungan kerja, tetapi sebagai relasi orang tua dan anak. “Sistemnya itu sistem guru dan murid. Orang tua dan anak-anak. Guru-guru semua ini saudara. Ada cek-cok dikit, saya tengahi, wajar gak? Wajar gak? Biasanya memang saya yang nengahin.” Syamlan mengatakan, untuk guru yang disebutnya masih belum menentukan sikap, ia telah meminta kepala sekolah mengundang yang bersangkutan kembali ke sekolah. Menurutnya, undangan tersebut dimaksudkan untuk memastikan apakah guru masih membutuhkan tambahan waktu cuti atau memilih mengakhiri kebersamaan dengan yayasan. Bahkan, Syamlan menyatakan apabila guru meminta tambahan cuti hingga akhir Agustus, yayasan tidak mempermasalahkannya. Ia juga menyebut cuti tersebut tetap akan dibayarkan apabila diajukan secara resmi. Pendekatan tersebut, kata Syamlan, tidak terlepas dari hubungan panjang yang telah terbangun antara dirinya dengan para guru. Ia menyebut para guru yang terlibat dalam persoalan tersebut sebagai orang-orang yang telah lama berada di lingkungan Rabbani dan mengikuti kegiatan mengaji bersama. “Mereka itu saya anggap anak saya. Murid saya. Karena mereka datang sudah lama ke sini. Dengan ngaji bersama. Saya ajarin ngaji ini resminya. Maka kan kami undang. Baik-baik. Orang tua mengundang anaknya gimana?” Karena itu, Syamlan menegaskan yayasan untuk saat ini tidak mengambil langkah hukum terhadap para guru. Pernyataan tersebut disampaikan meski ia mengakui munculnya pemberitaan yang menurutnya telah mencemarkan nama Rabbani. Ia memilih memberikan ruang komunikasi dan berharap persoalan tidak berkembang menjadi konflik yang lebih jauh. “Untuk itu insya Allah gak ada langkah hukum apa apa. Selama masih ini, mau diundang. Dan sudah lah gak apa-apa.” Syamlan juga menyampaikan harapan agar setelah pihak media mengetahui penjelasan dari yayasan, tidak ada lagi pemberitaan yang menurutnya mencemarkan nama Rabbani. Ia menutup pernyataannya dengan menegaskan bahwa dirinya tetap memandang para guru tersebut sebagai orang-orang baik. (Cik) #gurusdit #sditrabbani #gurusditdipecat #bengkulu #syamlan

About