@exvensi:

exvensi
exvensi
Open In TikTok:
Region: BY
Wednesday 05 August 2026 20:38:26 GMT
12673
914
11
1134

Music

Download

Comments

klamppy
klamppy :
@не знаю что писать)
2026-08-06 12:23:36
1
blazzenkopupsik
Blazz :
@Artemka
2026-08-09 15:26:32
1
i.am.the.speed2
𝕾𝖕𝖆𝖈𝖊𝖑𝖎𝖌𝖍𝖙 :
@WASTED🔥
2026-08-06 17:46:30
1
why_ye0
Ventry777 :
@Fron4ik @ankil
2026-08-07 18:40:26
1
wiskaslegend
[Legend] Wiskas :
@loser
2026-08-07 19:58:41
1
dicaprio06363
Дд :
@Varavaika @𝚂𝚊𝚕𝚘𝚜𝚑𝚒𝚔
2026-08-10 19:04:10
0
daniil_mersofficial
Dany4_Vibe :
@Lorrexxx
2026-08-11 04:56:03
0
toalclosk
Жаба :
@Missery😶‍🌫️
2026-08-07 13:05:47
0
suslik1108
Suslik11 :
@Fakir
2026-08-08 20:27:26
0
To see more videos from user @exvensi, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

#syl @You'R BaiYa 😫🤍 @বা দ শা 😎 #foryourpage #vairalvideo #plzviral🥺🥺🙏🙏foryoupage #fypシ゚viral Maksudnya baju mahal kebesaran 2. *Warna gelap & netral*: Hitam, navy, abu, olive = auto tegas 3. *Rapi dari ujung rambut*: Rambut, kuku, sepatu bersih. Berantakan = wibawa drop 4. *Jangan kebanyakan aksesoris*: 1 jam tangan cukup ### *Hashtag Edition* Kalau mau post OOTD pas lagi bad day tapi tetep berwibawa: ` ` Mau dijadiin versi nongkrong, kondangan, atau kampus? Kasih tau aja acaranya, biar ku-racikin yang pas." width="135" height="240">
#syl @You'R BaiYa 😫🤍 @বা দ শা 😎 #foryourpage #vairalvideo #plzviral🥺🥺🙏🙏foryoupage #fypシ゚viral Maksudnya "outfit cowok berwibawa" buat ngatasin _bad day_ ya? 😎 Biar tetep keliatan tegas + pede walau lagi _bad mood_, kuncinya: simpel, rapi, dan warnanya netral. Outfit yang berwibawa = bikin orang auto segan. ### *3 Formula Outfit Cowok Berwibawa Anti Bad Day* *1. Smart Casual CEO Mode* Buat kuliah, kerja, atau nongkrong tapi tetep disegani - *Atasan*: Kemeja oxford polos warna navy, hitam, atau putih. Gulung lengan dikit. - *Bawahan*: Celana chino/ankle pants warna khaki, charcoal, atau hitam. No sobek-sobek. - *Sepatu*: Loafers, chelsea boots, atau sneakers putih bersih. - *Extra*: Jam tangan kulit/steel + kacamata hitam. *Vibes*: Tenang tapi dominan. Bad day langsung minggir. *2. Monokrom Minimalist* Paling gampang tapi efeknya kuat - *Atasan*: Kaos crew neck/henley hitam fit di badan, jangan kebesaran - *Bawahan*: Celana bahan hitam atau jeans black wash slim fit - *Outer*: Overshirt atau chore jacket warna senada - *Sepatu*: Boots atau sneakers full black *Vibes*: Misterius, fokus, nggak banyak drama. *3. Old Money Clean Look* Keliatan mahal tanpa logo gede - *Atasan*: Polo shirt rapi atau kemeja linen warna earth tone: olive, cream, mocca - *Bawahan*: Celana bahan straight cut warna beige/off-white - *Sepatu*: White sneakers premium atau penny loafers - *Extra*: Ikat pinggang kulit, rambut klimis rapi *Vibes*: Dewasa, berkelas, bad day jadi nggak berani ganggu. ### *Kunci Berwibawa Biar Bad Day Kalah:* 1. *Fit is king*: Baju yang pas @㉹ՖѪAﭐL....❤️‍🔥!:Maksudnya "outfit cowok berwibawa" buat ngatasin _bad day_ ya? 😎 Biar tetep keliatan tegas + pede walau lagi _bad mood_, kuncinya: simpel, rapi, dan warnanya netral. Outfit yang berwibawa = bikin orang a badan > baju mahal kebesaran 2. *Warna gelap & netral*: Hitam, navy, abu, olive = auto tegas 3. *Rapi dari ujung rambut*: Rambut, kuku, sepatu bersih. Berantakan = wibawa drop 4. *Jangan kebanyakan aksesoris*: 1 jam tangan cukup ### *Hashtag Edition* Kalau mau post OOTD pas lagi bad day tapi tetep berwibawa: ` ` Mau dijadiin versi nongkrong, kondangan, atau kampus? Kasih tau aja acaranya, biar ku-racikin yang pas.
Ateis dimusuhi karena tidak bertuhan. Yang bertuhan dimusuhi karena Tuhannya berbeda. Tuhannya sama, masih bertengkar karena nabinya berbeda. Nabinya sama, berselisih karena alirannya berbeda. Alirannya sama, berjarak karena gurunya berbeda. Gurunya sama pun akhirnya saling meninggalkan hanya karena pendapatnya tidak serupa. Lalu sampai di mana kita akan terus membelah manusia? Sampai hanya tersisa diri sendiri? Kadang persoalannya bukan lagi tentang siapa yang memiliki keyakinan paling benar. Persoalannya adalah ketika keyakinan kepada kebenaran perlahan berubah menjadi keinginan agar semua manusia harus menjadi seperti kita. Kita boleh mempunyai keyakinan. Bahkan kita harus bersungguh-sungguh terhadap apa yang kita yakini. Tetapi bukankah ada perbedaan antara meyakini sesuatu sebagai kebenaran dan merasa diri lebih tinggi daripada manusia yang belum melihat kebenaran dengan cara yang sama? Di situlah ego sering menyamar. Ia mengenakan pakaian agama. Membawa nama Tuhan. Mengutip ajaran. Berbicara tentang kebenaran. Tetapi diam-diam menikmati perasaan menjadi manusia yang paling benar. Padahal semakin seseorang menyadari kebesaran Tuhan, semestinya semakin kecil keinginannya untuk membesarkan dirinya sendiri. Kita tidak harus kehilangan keyakinan untuk menghormati perbedaan. Kita tidak harus menyetujui seseorang untuk memperlakukannya dengan baik. Kita tidak harus mengikuti jalan hidupnya untuk mengakui bahwa ia tetap manusia yang mempunyai kehormatan, keluarga, luka, harapan, dan hak untuk diperlakukan dengan adab. Sebab kedewasaan spiritual bukan kemampuan membuat seluruh dunia sepakat dengan kita. Ia adalah kemampuan tetap mempunyai prinsip tanpa kehilangan kasih kepada manusia. Masa depan akan mempertemukan kita dengan dunia yang semakin dekat sekaligus semakin berbeda. Dalam satu layar, berbagai agama, pemikiran, budaya, mazhab, dan pandangan akan bertemu setiap hari. Jika setiap perbedaan dianggap ancaman, jiwa kita akan hidup dalam peperangan yang tidak pernah selesai. Hari ini membenci mereka yang berbeda agama. Besok berbeda kelompok. Lusa berbeda guru. Kemudian berbeda pendapat. Sampai akhirnya kita hanya mampu mencintai manusia yang menjadi pantulan diri sendiri. Lalu untuk apa Tuhan menciptakan dunia seluas ini jika hati kita hanya menyediakan ruang bagi mereka yang serupa? Berbeda bukan berarti semua pendapat benar. Toleransi bukan berarti kehilangan prinsip. Dan menghormati bukan berarti harus menyetujui. Justru kedewasaan adalah ketika kita mampu berkata: “Aku tetap meyakini jalanku, tetapi aku tidak membutuhkan kebencian untuk mempertahankannya.” Mungkin salah satu ujian spiritual terbesar bukan ketika kita berada di antara manusia yang sepakat dengan kita. Tetapi ketika Tuhan mempertemukan kita dengan seseorang yang sangat berbeda, lalu seakan bertanya: “Mampukah engkau tetap menjadi manusia yang baik kepadanya?” Karena barangkali yang paling berbahaya bukan sekadar perbedaan keyakinan atau pendapat. Melainkan ego yang membuat kita merasa hanya manusia yang serupa dengan kitalah yang pantas dihormati. Maka jagalah keyakinanmu. Pegang prinsipmu. Carilah kebenaran dengan sungguh-sungguh. Tetapi jangan sampai dalam perjalanan membela Tuhan, kita justru kehilangan sesuatu yang seharusnya tumbuh karena mengenal-Nya: kerendahan hati. Sebab jika semua yang berbeda harus kita musuhi, barangkali suatu hari nanti kita akan menemukan diri berdiri sendirian bukan karena dunia kehilangan kebenaran, tetapi karena ego kita tidak lagi menyediakan tempat bagi manusia. ~ @The Feri Purwo  #fyp #feripurwo #selfreminder #muhasabahdiri #jumatberkah
Ateis dimusuhi karena tidak bertuhan. Yang bertuhan dimusuhi karena Tuhannya berbeda. Tuhannya sama, masih bertengkar karena nabinya berbeda. Nabinya sama, berselisih karena alirannya berbeda. Alirannya sama, berjarak karena gurunya berbeda. Gurunya sama pun akhirnya saling meninggalkan hanya karena pendapatnya tidak serupa. Lalu sampai di mana kita akan terus membelah manusia? Sampai hanya tersisa diri sendiri? Kadang persoalannya bukan lagi tentang siapa yang memiliki keyakinan paling benar. Persoalannya adalah ketika keyakinan kepada kebenaran perlahan berubah menjadi keinginan agar semua manusia harus menjadi seperti kita. Kita boleh mempunyai keyakinan. Bahkan kita harus bersungguh-sungguh terhadap apa yang kita yakini. Tetapi bukankah ada perbedaan antara meyakini sesuatu sebagai kebenaran dan merasa diri lebih tinggi daripada manusia yang belum melihat kebenaran dengan cara yang sama? Di situlah ego sering menyamar. Ia mengenakan pakaian agama. Membawa nama Tuhan. Mengutip ajaran. Berbicara tentang kebenaran. Tetapi diam-diam menikmati perasaan menjadi manusia yang paling benar. Padahal semakin seseorang menyadari kebesaran Tuhan, semestinya semakin kecil keinginannya untuk membesarkan dirinya sendiri. Kita tidak harus kehilangan keyakinan untuk menghormati perbedaan. Kita tidak harus menyetujui seseorang untuk memperlakukannya dengan baik. Kita tidak harus mengikuti jalan hidupnya untuk mengakui bahwa ia tetap manusia yang mempunyai kehormatan, keluarga, luka, harapan, dan hak untuk diperlakukan dengan adab. Sebab kedewasaan spiritual bukan kemampuan membuat seluruh dunia sepakat dengan kita. Ia adalah kemampuan tetap mempunyai prinsip tanpa kehilangan kasih kepada manusia. Masa depan akan mempertemukan kita dengan dunia yang semakin dekat sekaligus semakin berbeda. Dalam satu layar, berbagai agama, pemikiran, budaya, mazhab, dan pandangan akan bertemu setiap hari. Jika setiap perbedaan dianggap ancaman, jiwa kita akan hidup dalam peperangan yang tidak pernah selesai. Hari ini membenci mereka yang berbeda agama. Besok berbeda kelompok. Lusa berbeda guru. Kemudian berbeda pendapat. Sampai akhirnya kita hanya mampu mencintai manusia yang menjadi pantulan diri sendiri. Lalu untuk apa Tuhan menciptakan dunia seluas ini jika hati kita hanya menyediakan ruang bagi mereka yang serupa? Berbeda bukan berarti semua pendapat benar. Toleransi bukan berarti kehilangan prinsip. Dan menghormati bukan berarti harus menyetujui. Justru kedewasaan adalah ketika kita mampu berkata: “Aku tetap meyakini jalanku, tetapi aku tidak membutuhkan kebencian untuk mempertahankannya.” Mungkin salah satu ujian spiritual terbesar bukan ketika kita berada di antara manusia yang sepakat dengan kita. Tetapi ketika Tuhan mempertemukan kita dengan seseorang yang sangat berbeda, lalu seakan bertanya: “Mampukah engkau tetap menjadi manusia yang baik kepadanya?” Karena barangkali yang paling berbahaya bukan sekadar perbedaan keyakinan atau pendapat. Melainkan ego yang membuat kita merasa hanya manusia yang serupa dengan kitalah yang pantas dihormati. Maka jagalah keyakinanmu. Pegang prinsipmu. Carilah kebenaran dengan sungguh-sungguh. Tetapi jangan sampai dalam perjalanan membela Tuhan, kita justru kehilangan sesuatu yang seharusnya tumbuh karena mengenal-Nya: kerendahan hati. Sebab jika semua yang berbeda harus kita musuhi, barangkali suatu hari nanti kita akan menemukan diri berdiri sendirian bukan karena dunia kehilangan kebenaran, tetapi karena ego kita tidak lagi menyediakan tempat bagi manusia. ~ @The Feri Purwo #fyp #feripurwo #selfreminder #muhasabahdiri #jumatberkah

About