Language
English
عربي
Tiếng Việt
русский
français
español
日本語
한글
Deutsch
हिन्दी
简体中文
繁體中文
API
Home
How To Use
Language
English
عربي
Tiếng Việt
русский
français
español
日本語
한글
Deutsch
हिन्दी
简体中文
繁體中文
Home
Detail
@meghouse24: These are so good! #keurig #kcups #coffee #coffeetiktok #tiktokshopcreatorpicks
Megan Rose
Open In TikTok:
Region: US
Thursday 06 August 2026 17:06:10 GMT
595
2
0
0
Music
Download
No Watermark .mp4 (
2.93MB
)
No Watermark(HD) .mp4 (
2.05MB
)
Watermark .mp4 (
0MB
)
Music .mp3
Comments
There are no more comments for this video.
To see more videos from user @meghouse24, please go to the Tikwm homepage.
Other Videos
Kepalanya dipisahkan. Tubuhnya ditinggalkan. Belanda menganggapnya bagian dari prosedur. Orang Banjar mengingatnya sebagai luka. Ia lahir dengan nama Idis. Sejarah kemudian mengenalnya sebagai Demang Lehman. Bergelar Adhipattie Mangko Nagara. Usianya baru 32 tahun. Abad ke-19. Tanah Banjar. Belanda datang membawa meriam, peta, dan keyakinan bahwa perlawanan akan cepat berakhir. Yang mereka temui justru seorang panglima yang lebih mengenal sungai, rawa, dan hutan daripada mereka mengenal peta. Demang Lehman bukan seorang raja. Ia bukan pula pewaris takhta. Ia adalah tangan kanan Pangeran Antasari. Sebelumnya, ia menjadi panakawan Pangeran Hidayatullah II lalu diangkat sebagai Demang Riam Kanan. Di pinggangnya terselip Keris Singkir. Di tangannya ada tombak Kaliblah dari Sumbawa. Keduanya merupakan pusaka Kesultanan Banjar. Perang tidak selalu dimenangkan oleh pasukan terbesar. Kadang hanya oleh orang yang lebih memahami jalan setapak daripada musuhnya. Pasukan Belanda berkali-kali kehilangan jejak. Perlawanan muncul dari hutan. Lalu menghilang ke sungai. Benteng Tabanio akhirnya jatuh. Laporan-laporan Belanda mulai berubah. Nama Demang Lehman tidak lagi ditulis sebagai pemberontak. Ia menjadi ancaman utama. Penangkapan dengan kekuatan senjata nyaris mustahil. Mereka memilih cara yang lebih murah. Pengkhianatan. Seseorang dari lingkaran dekat membocorkan tempat persembunyiannya. Bukan lewat teriakan. Lewat bisikan. Tahun 1864. Gunung Raja. Demang Lehman bersiap menunaikan ibadah. Ia mengetahui pasukan Belanda sedang mendekat. Ia juga mengetahui dirinya sedang dikhianati. Namun ia tidak menghunus kerisnya. Ia tidak mengangkat tombaknya. Ia memilih tidak menumpahkan darah di tempat suci. Saat itulah ia ditangkap. Tanpa perlawanan. Pengadilan kolonial berlangsung singkat. Putusan telah diputuskan bahkan sebelum sidang dimulai. Hukumannya gantung. 27 Februari 1864. Martapura. Tali itu mengakhiri hidupnya. Belum penghinaan terhadap dirinya. Tubuhnya dipisahkan dari kepalanya. Belanda mengetahui satu hal. Selama rakyat Banjar masih memiliki makam yang utuh, nama Demang Lehman akan tetap hidup. Karena itu kepalanya dibawa pergi. Diduga menuju Leiden, Belanda. Tubuhnya dimakamkan di tanah Banjar. Tanpa kepala. Hingga hari ini, arsip terus dibuka. Museum terus ditelusuri. Upaya repatriasi masih berjalan. Tubuhnya tetap berada di Banjar. Kepalanya belum pulang. _ AJR #sejarah #pahlawanrevolusi #xyzbca
Respuesta a @ByErikc7 en mi opinión, no nos parecemos 😂, pero gracias por el halago 💕
Thảm decor thấm hút nước nhanh dùng úp ly cốc, bàn bếp, cây lọc nước rất là OK luôn #thambep #thambepthamhutnuoc #thamdecor #thambepcaocap #thamdanang
🤓#g
Xin lỗi vì rời xhamter 🥲#nhasangtaofreefire #shoptyseisei #tyseisei #freefire
About
Robot
API
Legal
Privacy Policy