@pawlioranks: Post 17 / Ranking Best Cat Mom Core!🐱🍼#fyp #ranking #funnyanimals #catsoftiktok

pawlioranks
pawlioranks
Open In TikTok:
Region: US
Saturday 08 August 2026 03:44:51 GMT
207373
7870
56
499

Music

Download

Comments

cupcakesforever6
🌟🌸💗💓👑Queen Hope👑🌸💗💓🌟 :
the last one I'm actually crying
2026-08-11 04:04:34
1
should_i_listen_to_sonic
eddie munson :
look at my cat
2026-08-08 20:24:20
29
cooperontop_1
cooperontop_1 :
What is this
2026-08-08 18:51:08
11
mazik6547
Mazik :
I got new cat
2026-08-10 08:45:43
1
adymichelle2
Adyy123 :
2026-08-08 06:02:46
7
jose.esquiva3
Thragg :
2026-08-09 22:47:20
1
anya68719
Anya :
Give me the second cat please ( the baby one)
2026-08-08 20:12:32
5
maybek87
Maybe:K 😃😘🥰 :
Scary I was not gon be scared from the first one I would scare it
2026-08-08 11:37:06
4
oscar.edit.team.b
Enriqueeeee🗣️🗣️🗣️!!!🔥🔥🔥 :
2026-08-08 22:17:25
1
To see more videos from user @pawlioranks, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Suasana tenang di kawasan hutan Dusun Rasau, Desa Gantung, Kecamatan Gantung, Kabupaten Belitung Timur, berubah menjadi duka setelah sebuah kandang kambing hangus terbakar. Kebakaran tersebut mengakibatkan 43 ekor kambing milik Edy Supryanto atau yang akrab disapa Supri mati dan tidak dapat diselamatkan. Supri mengatakan, dirinya baru mengetahui kejadian tersebut pada Minggu (2/8/2026) sekitar pukul 07.00 WIB saat hendak memberi pakan dan memeriksa kondisi ternaknya. Namun, setibanya di lokasi, ia mendapati bangunan kandang yang sebelumnya berdiri di tengah kawasan hutan telah rata dengan tanah. Tiang-tiang kayu hangus, lembaran seng berserakan, sementara seluruh kambing yang berada di dalam kandang ditemukan telah mati akibat kebakaran. Menurut Supri, sebanyak 43 ekor kambing tidak berhasil diselamatkan dalam peristiwa tersebut. Ia mengaku tidak mengetahui secara pasti kapan api mulai membesar karena lokasi kandang cukup jauh dari permukiman warga dan tidak ada seorang pun yang menyaksikan langsung kejadian tersebut. Biasanya, kandang dijaga pada malam hari secara bergantian oleh dirinya maupun anggota keluarganya, tetapi pada malam sebelum kejadian tidak ada seorang pun yang bermalam di lokasi. Supri hanya memperoleh informasi dari rekannya yang melintas di sekitar kawasan kandang pada Sabtu (1/8/2026) malam. Saat itu, rekannya mengaku sempat melihat kobaran api kecil dari kejauhan. Namun, karena lampu kandang masih menyala dan kobaran api terlihat kecil, api tersebut diduga hanya berasal dari pembakaran sampah sehingga tidak menimbulkan kecurigaan. Supri juga membantah dugaan adanya kelalaian dari aktivitasnya. Ia mengatakan, sejak musim kemarau tiba, dirinya tidak lagi melakukan pembakaran di sekitar kandang. Kalaupun sebelumnya pernah membakar sampah, lokasinya berada cukup jauh dari kandang dan selalu dipastikan benar-benar padam sebelum ditinggalkan. Akibat kebakaran tersebut, seluruh ternak yang berada di dalam kandang mati. Selain kehilangan puluhan kambing, bangunan kandang yang dibangun secara bertahap selama bertahun-tahun juga habis dilalap api. Supri memperkirakan nilai kerugian yang dialaminya mencapai lebih dari Rp200 juta, yang terdiri dari kerugian akibat matinya ternak serta rusaknya bangunan kandang beserta fasilitas pendukungnya. Meski kehilangan sumber penghasilan utama, Supri mengaku tidak ingin larut dalam kesedihan. Ia bertekad kembali membangun usaha peternakannya setelah kondisi keuangan memungkinkan. Menurutnya, beternak kambing merupakan mata pencaharian utama yang selama ini menjadi penopang ekonomi keluarganya. Hingga kini, penyebab pasti kebakaran masih belum diketahui. Supri berharap musibah yang dialaminya menjadi yang terakhir dan tidak menimpa peternak lainnya, terutama pada musim kemarau yang rawan memicu kebakaran. #karhutla #kebakaranhutandanlahan #kebakaran
Suasana tenang di kawasan hutan Dusun Rasau, Desa Gantung, Kecamatan Gantung, Kabupaten Belitung Timur, berubah menjadi duka setelah sebuah kandang kambing hangus terbakar. Kebakaran tersebut mengakibatkan 43 ekor kambing milik Edy Supryanto atau yang akrab disapa Supri mati dan tidak dapat diselamatkan. Supri mengatakan, dirinya baru mengetahui kejadian tersebut pada Minggu (2/8/2026) sekitar pukul 07.00 WIB saat hendak memberi pakan dan memeriksa kondisi ternaknya. Namun, setibanya di lokasi, ia mendapati bangunan kandang yang sebelumnya berdiri di tengah kawasan hutan telah rata dengan tanah. Tiang-tiang kayu hangus, lembaran seng berserakan, sementara seluruh kambing yang berada di dalam kandang ditemukan telah mati akibat kebakaran. Menurut Supri, sebanyak 43 ekor kambing tidak berhasil diselamatkan dalam peristiwa tersebut. Ia mengaku tidak mengetahui secara pasti kapan api mulai membesar karena lokasi kandang cukup jauh dari permukiman warga dan tidak ada seorang pun yang menyaksikan langsung kejadian tersebut. Biasanya, kandang dijaga pada malam hari secara bergantian oleh dirinya maupun anggota keluarganya, tetapi pada malam sebelum kejadian tidak ada seorang pun yang bermalam di lokasi. Supri hanya memperoleh informasi dari rekannya yang melintas di sekitar kawasan kandang pada Sabtu (1/8/2026) malam. Saat itu, rekannya mengaku sempat melihat kobaran api kecil dari kejauhan. Namun, karena lampu kandang masih menyala dan kobaran api terlihat kecil, api tersebut diduga hanya berasal dari pembakaran sampah sehingga tidak menimbulkan kecurigaan. Supri juga membantah dugaan adanya kelalaian dari aktivitasnya. Ia mengatakan, sejak musim kemarau tiba, dirinya tidak lagi melakukan pembakaran di sekitar kandang. Kalaupun sebelumnya pernah membakar sampah, lokasinya berada cukup jauh dari kandang dan selalu dipastikan benar-benar padam sebelum ditinggalkan. Akibat kebakaran tersebut, seluruh ternak yang berada di dalam kandang mati. Selain kehilangan puluhan kambing, bangunan kandang yang dibangun secara bertahap selama bertahun-tahun juga habis dilalap api. Supri memperkirakan nilai kerugian yang dialaminya mencapai lebih dari Rp200 juta, yang terdiri dari kerugian akibat matinya ternak serta rusaknya bangunan kandang beserta fasilitas pendukungnya. Meski kehilangan sumber penghasilan utama, Supri mengaku tidak ingin larut dalam kesedihan. Ia bertekad kembali membangun usaha peternakannya setelah kondisi keuangan memungkinkan. Menurutnya, beternak kambing merupakan mata pencaharian utama yang selama ini menjadi penopang ekonomi keluarganya. Hingga kini, penyebab pasti kebakaran masih belum diketahui. Supri berharap musibah yang dialaminya menjadi yang terakhir dan tidak menimpa peternak lainnya, terutama pada musim kemarau yang rawan memicu kebakaran. #karhutla #kebakaranhutandanlahan #kebakaran

About