Language
English
عربي
Tiếng Việt
русский
français
español
日本語
한글
Deutsch
हिन्दी
简体中文
繁體中文
API
Home
How To Use
Language
English
عربي
Tiếng Việt
русский
français
español
日本語
한글
Deutsch
हिन्दी
简体中文
繁體中文
Home
Detail
@phuczola.fco: Đập thẻ đã có lữa tím?? #xuhuongtiktok #phuczola #fco #fconline
Phúc Zola
Open In TikTok:
Region: VN
Saturday 08 August 2026 04:32:33 GMT
5880
117
16
0
Music
Download
No Watermark .mp4 (
3.73MB
)
No Watermark(HD) .mp4 (
2.11MB
)
Watermark .mp4 (
0MB
)
Music .mp3
Comments
Realmadrid mãi đỉnh :
Nhảy bật đó anh
2026-08-08 15:51:40
1
n.Thành¿ :
nhãy bật
2026-08-08 11:22:26
0
cd. :
nhảy bậc
2026-08-08 13:59:00
0
trứng cút :
sớm a phúc
2026-08-08 04:42:58
1
Hoàng mê 🐔 :
thế nó ms ảo🤣
2026-08-08 11:55:25
0
tdat senpai~ :
sớm a
2026-08-08 04:37:26
1
🍍 HÒA🍍 :
đấy là nhảy bặc nha a
2026-08-08 05:05:11
0
Tễu sports :
Nhẩy bậc anh ơi mong anh rep
2026-08-08 10:33:48
2
ta :
nhảy bậc
2026-08-08 10:53:06
0
Caoky :
Nhảy bậc
2026-08-08 05:13:07
1
wtf bby iam’ :
nhảy bậc
2026-08-08 05:37:55
0
cucuamomylongleg29 :
Nhảy bậc ô
2026-08-08 12:31:12
1
Huỳnh Khang :
🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰
2026-08-08 04:49:02
0
kein :
😂😂😂
2026-08-08 04:36:43
0
nguyen dinh duc :
😳😳😳
2026-08-09 05:49:25
0
To see more videos from user @phuczola.fco, please go to the Tikwm homepage.
Other Videos
Makin ke sini makin jago aja ya orang-orang bikin framing pembodohan massal. Sekarang, niat baik negara buat bagi-bagi bantuan ke masyarakat malah dipelintir seolah-olah jadi tindak pidana. Judulnya dibikin provokatif: "Prabowo sumbang 1.098 sapi kurban pakai APBN." Buat kalian yang malas baca dan cuma modal scroll judul, pasti langsung nyinyir, "Loh, kok ibadah kurban pribadi pakai uang negara?!" Nah, di situlah kalian telan mentah-mentah framing licik itu! Pakai logika sedikit, mari kita bedah faktanya. Tolong bedakan antara Prabowo sebagai pribadi, dan Prabowo sebagai Presiden (Kepala Negara). Dua hal ini nggak bisa dicampuradukkan sesuka jidat. 1.098 sapi itu BUKAN kurban pribadi. Itu adalah program Bantuan Kemasyarakatan (Banmas) Presiden. Artinya, ini adalah program resmi negara yang dananya dari negara, dan manfaatnya 100% dikembalikan untuk perut rakyat! Ke mana sapi-sapi itu pergi? Ke daerah-daerah pelosok, pesantren, ormas Islam, tokoh agama, dan masyarakat luas yang membutuhkan. Manfaatnya bukan buat orang Istana, bukan buat pejabat. Dan ingat, negara ini bukan cuma Pulau Jawa, daerah-daerah lain juga sangat berhak merasakan kehadiran negara. Mau mengkritik? Silakan! Kita sebagai masyarakat memang punya hak dan kewajiban ikut mengawasi. Tapi kritiklah pakai otak dan data yang adil. Jangan sampai program bantuan yang jelas-jelas buat rakyat malah kalian fitnah seolah Presiden pakai APBN buat kurban pribadi. Kalau dompet kalian belum mampu buat ikut berbagi, minimal jari kalian jangan dipakai buat nyebar hoax dan informasi menyesatkan! 🇮🇩🐄🔥 #FaktaBicara #StopHoax #BanmasPresiden #SapiKurban #PrabowoSubianto #BantuanRakyat #AkalSehat #LawanFraming #IndonesiaMaju #SikatMafia
#banlamviec #bangaming
Sungguh ironis melihat bagaimana diskursus publik kita bisa dengan mudahnya dibajak oleh satu judul berita provokatif. Belakangan ini, ramai narasi yang menggiring opini seolah-olah Presiden menggunakan APBN untuk ibadah kurban pribadinya. Mari kita naikkan level literasi politik kita dan melihat isu ini dengan kacamata yang lebih kritis namun tetap diplomatis. Kita harus mulai membiasakan diri untuk memisahkan antara entitas personal dan institusional. Bantuan 1.098 sapi tersebut bukanlah ibadah kurban atas nama pribadi Prabowo, melainkan bagian dari Bantuan Kemasyarakatan (Banmas) Presiden. Ini adalah instrumen resmi tata negara, didanai oleh APBN, dan secara spesifik dirancang agar kehadiran negara bisa dirasakan langsung oleh masyarakat di akar rumput, pesantren, ormas, dan daerah-daerah yang jauh dari gemerlap Pulau Jawa. Dalam negara demokrasi, sikap kritis bukanlah sekadar opsi, melainkan kewajiban. Kita sangat berhak mengawasi pemerintah. Namun, kemarahan yang didasari oleh framing keliru hanya akan menghasilkan kebisingan tanpa makna. Jika kita benar-benar peduli pada rakyat, pindahkan fokus kritik tersebut pada substansi eksekusinya. Tanyakan dan kawal prosesnya: Apakah penyaluran sapi Banmas ini sudah transparan? Apakah distribusinya tepat sasaran dan benar-benar diterima oleh masyarakat yang berhak di daerah? Itulah bentuk pengawasan yang cerdas dan substantif. Berbeda pandangan politik adalah hal yang lumrah. Namun, jangan sampai keengganan kita pada sosok tertentu membuat kita secara tidak sadar ikut menyerang dan memelintir program negara yang manfaatnya jelas-jelas ditujukan untuk mengisi perut rakyat. Mari jadi masyarakat yang kritis secara objektif, bukan kritis karena termakan clickbait. 🇮🇩⚖️ #DemokrasiCerdas #KritikSubstantif #BanmasPresiden #FaktaBicara #EdukasiPolitik #PrabowoSubianto #AkalSehat #BantuanRakyat #LiterasiPolitik #IndonesiaMaju
sasakure.UK - Spider Thread Monopoly feat. Hatsune Miku / 蜘蛛糸モノポリー
Ruang publik kita belakangan ini sangat mudah tersulut oleh judul berita. Ketika narasi "Prabowo sumbang 1.098 sapi kurban pakai APBN" muncul, banyak dari kita yang langsung terpancing amarah, seolah-olah terjadi penyalahgunaan uang rakyat untuk ibadah personal. Mari kita ambil langkah mundur sejenak, turunkan tensi, dan gunakan kacamata yang lebih objektif dan diplomatis. Kita harus mulai membiasakan diri untuk memisahkan dua kapasitas yang melekat pada seorang pemimpin. Ada Prabowo sebagai seorang pribadi, dan ada Prabowo sebagai Kepala Negara. Sebagai individu, beliau tentu menunaikan kewajiban personalnya. Namun, dalam konteks 1.098 sapi ini, yang sedang berjalan adalah program resmi Bantuan Kemasyarakatan (Banmas) Presiden. Ini adalah instrumen negara yang didanai APBN, yang memang diamanatkan untuk didistribusikan ke daerah-daerah, pesantren, ormas, dan masyarakat luas. Tujuannya sangat jelas: memastikan pemerataan perhatian negara, tidak hanya terpusat di Pulau Jawa, tetapi menyentuh lapisan akar rumput di berbagai pelosok. Bantuan ini bukan untuk keluarga Istana, dan bukan pula untuk pesta pejabat. Sebagai warga negara di negara demokrasi, bersikap kritis itu sangat dianjurkan. Bahkan, kita wajib mengawasi jalannya pemerintahan. Namun, sasaran kritiknya harus bergeser pada hal yang substantif. Alih-alih termakan framing yang memelintir niat baik negara, mari kita tanyakan hal yang esensial: Apakah penyaluran sapi Banmas ini transparan? Apakah distribusinya tepat sasaran sampai ke tangan masyarakat yang benar-benar membutuhkan? Itulah bentuk pengawasan yang sehat dan mencerdaskan. Kita sangat boleh berbeda pandangan politik atau tidak sepakat dengan tokoh tertentu. Itu sah. Tetapi, jangan sampai sentimen dan kebencian membutakan logika kita, hingga kita ikut menolak atau menarasikan buruk sebuah program yang manfaatnya justru kembali secara nyata kepada masyarakat. Jadilah publik yang kritis, objektif, dan berakal sehat. 🇮🇩⚖️ #DemokrasiCerdas #KritikObjektif #BanmasPresiden #FaktaBicara #EdukasiPolitik #PrabowoSubianto #AkalSehat #BantuanRakyat #StopFraming #IndonesiaMaju
About
Robot
API
Legal
Privacy Policy