@vetrom.media: тг с локациями: ветром по Петербургу

ветром | медиа о городах
ветром | медиа о городах
Open In TikTok:
Region: FR
Wednesday 19 August 2026 00:29:39 GMT
27783
2536
24
736

Music

Download

Comments

fiskesmargo
fiskesmargo :
Еще в «мастер Маргарита» можно бесплатно поиграть! И там очень вкусная пицца
2026-08-20 14:13:59
23
kkrisanit
kkrisanit :
Еще 2705!!! Очень уютное место на Владимирской, цены на еду 200-500 рублей, вкусное пиво за 300, бильярд и старый американский рок на фоне😇
2026-08-26 17:16:52
4
chain.mailll
кольчуга :
подписался на тг но не нашёл локацию
2026-08-20 01:45:07
5
mondos25
mondos25 :
Как песня называется?
2026-08-23 20:53:06
0
wejqqq
weqq_jj :
в кюсно тоже можно
2026-08-28 10:56:47
0
katarina_talova_
Katerina :
Теперь вопрос где научится играть в бильярд
2026-08-26 20:19:28
0
_lana_1510
_lana_1510 :
в мастер и маргарита на аптекарском тоже есть, там еще вкусная пицца из дровяной печи😋
2026-08-27 06:49:29
0
takemetothehel1
Жимолость татарская :
Еше рюмочная свобода
2026-08-19 05:12:50
1
m1laskis
Мила Дектярева :
Есть ещё кафе «В квартире» там тоже бильярд бесплатный и вкусный кофе
2026-08-24 06:42:34
0
maria__nefedova
Maria Nefedova | тгк ideaspb :
в бистро кэмпер в Никольских рядах тоже фри бильярд был
2026-08-23 22:02:53
1
calicartie
calicartie :
чо внатуре бесплатно можно бильярд???
2026-08-19 16:25:33
0
ladno0ff
ladnoff :
колобок соло.
2026-08-19 23:10:09
0
darb0jii
DARBOJII :
@Angel мы пойдем в бильрд обязательно.
2026-08-20 07:12:50
0
To see more videos from user @vetrom.media, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Ada sesuatu tentang bulan September yang bikin banyak orang merasa lebih emosional. Buat sebagian orang, September adalah momen peralihan musim. Buat yang lain, bulan ini justru mengingatkan pada kehilangan, perpisahan, atau kenangan yang sulit dilupakan. Green Day menangkap semua itu lewat salah satu lagu paling emosional mereka: Wake Me Up When September Ends. Dirilis tahun 2004 di album American Idiot, lagu ini seakan jadi soundtrack universal untuk rasa kehilangan. Lagu ini bukan sekadar lagu tentang bulan, Wake Me Up When September Ends adalah kisah pribadi Billie Joe Armstrong, sang vokalis, tentang duka karena ditinggal ayahnya untuk selamanya. Di bait awal, Green Day menyanyikan: “Summer has come and passed, the innocent can never last…” Ada rasa kehilangan yang mendalam. Masa-masa indah (summer) sudah berlalu, dan sesuatu yang polos, tulus, atau bahkan orang yang kita cintai — tak bisa selamanya bertahan. Lirik selanjutnya: “Like my father’s come to pass, 20 years has gone so fast…” Ini pengakuan jujur dari Billie Joe tentang betapa cepat waktu berlalu sejak ayahnya meninggal. Namun luka itu tetap membekas, seakan-akan waktu tidak benar-benar menyembuhkan. Bagian chorus “Wake me up when September ends” bisa dimaknai sebagai keinginan untuk melewati rasa sakit dengan cepat, untuk bisa tidur dan bangun ketika semua sudah berlalu. Tapi kenyataannya, hidup tidak pernah sesederhana itu. Yang menarik, meskipun berangkat dari kisah pribadi Billie Joe, lagu ini justru jadi penghiburan untuk jutaan orang yang merasakan hal serupa. Banyak fans menghubungkannya dengan kehilangan orang tua, pasangan, atau bahkan tragedi besar seperti perang dan bencana. Dam setiap kali September datang, lagu ini kembali viral, diputar ulang di playlist, dibicarakan di media sosial. Bukan karena trend semata, tapi karena ada kebutuhan emosional untuk menemukan teman dalam rasa kehilangan. Lagu ini hadir sebagai pelukan musik,sederhana tapi begitu tulus. Gimana menurut kalian? #musiknisme #greenday #wakemeupwhenseptemberends
Ada sesuatu tentang bulan September yang bikin banyak orang merasa lebih emosional. Buat sebagian orang, September adalah momen peralihan musim. Buat yang lain, bulan ini justru mengingatkan pada kehilangan, perpisahan, atau kenangan yang sulit dilupakan. Green Day menangkap semua itu lewat salah satu lagu paling emosional mereka: Wake Me Up When September Ends. Dirilis tahun 2004 di album American Idiot, lagu ini seakan jadi soundtrack universal untuk rasa kehilangan. Lagu ini bukan sekadar lagu tentang bulan, Wake Me Up When September Ends adalah kisah pribadi Billie Joe Armstrong, sang vokalis, tentang duka karena ditinggal ayahnya untuk selamanya. Di bait awal, Green Day menyanyikan: “Summer has come and passed, the innocent can never last…” Ada rasa kehilangan yang mendalam. Masa-masa indah (summer) sudah berlalu, dan sesuatu yang polos, tulus, atau bahkan orang yang kita cintai — tak bisa selamanya bertahan. Lirik selanjutnya: “Like my father’s come to pass, 20 years has gone so fast…” Ini pengakuan jujur dari Billie Joe tentang betapa cepat waktu berlalu sejak ayahnya meninggal. Namun luka itu tetap membekas, seakan-akan waktu tidak benar-benar menyembuhkan. Bagian chorus “Wake me up when September ends” bisa dimaknai sebagai keinginan untuk melewati rasa sakit dengan cepat, untuk bisa tidur dan bangun ketika semua sudah berlalu. Tapi kenyataannya, hidup tidak pernah sesederhana itu. Yang menarik, meskipun berangkat dari kisah pribadi Billie Joe, lagu ini justru jadi penghiburan untuk jutaan orang yang merasakan hal serupa. Banyak fans menghubungkannya dengan kehilangan orang tua, pasangan, atau bahkan tragedi besar seperti perang dan bencana. Dam setiap kali September datang, lagu ini kembali viral, diputar ulang di playlist, dibicarakan di media sosial. Bukan karena trend semata, tapi karena ada kebutuhan emosional untuk menemukan teman dalam rasa kehilangan. Lagu ini hadir sebagai pelukan musik,sederhana tapi begitu tulus. Gimana menurut kalian? #musiknisme #greenday #wakemeupwhenseptemberends

About