@nita3848: Dulu Ragu buat pake produk ini, Tapi Skrg Malah Ketagihaannnn#nivea #niveaklubindonesia #niveaindonesia @NIVEA

My Yeonjun
My Yeonjun
Open In TikTok:
Region: ID
Wednesday 19 August 2026 05:53:15 GMT
86
4
1
0

Music

Download

Comments

indah.shine
Indah.Shine :
andalan banget sih ini mah
2026-08-19 08:00:12
0
To see more videos from user @nita3848, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Lampung Selatan – Dinas Kesehatan Kabupaten Lampung Selatan membagikan 3.000 masker kepada warga Pulau Sebesi sebagai langkah antisipasi paparan abu vulkanik Gunung Anak Krakatau (GAK) yang mulai masuk ke permukiman. Abu vulkanik berwarna hitam dari aktivitas erupsi GAK terbawa angin hingga mengotori halaman, lantai, bahkan masuk ke dalam rumah warga Pulau Sebesi dalam beberapa hari terakhir. Kepala Dinas Kesehatan Lampung Selatan, Devi Arminanto mengatakan, sebanyak 1.500 masker medis telah lebih dulu dibagikan kepada masyarakat setelah mendapat laporan adanya dampak abu vulkanik di wilayah tersebut. “Begitu ada informasi dari bidan desa dan tenaga kesehatan di sana bahwa sudah ada dampak vulkanik, teman-teman Puskesmas langsung membagikan masker kepada masyarakat,” kata Devi. Selain itu, Dinas Kesehatan juga mengirim tambahan 1.500 masker melalui jalur laut ke Pulau Sebesi. Total masker yang disiapkan mencapai 3.000 buah untuk 2.666 warga yang tersebar di empat dusun Desa Tejang, Pulau Sebesi. Selain masker, obat-obatan juga disiapkan untuk mengantisipasi keluhan kesehatan warga akibat paparan abu vulkanik. Devi memastikan, hingga Selasa (18/8/2026), belum ada laporan warga Pulau Sebesi yang mengalami gangguan pernapasan akibat abu vulkanik. “Untuk informasi adanya masyarakat yang terganggu pernapasannya, sampai sekarang belum ada. Tetapi perkembangannya akan terus kami pantau,” ujarnya. Warga Pulau Sebesi mulai menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah. Warga juga mengurangi aktivitas di luar ruangan, terutama bagi yang sedang mengalami gangguan kesehatan. “Ya pakai masker. Kalau yang sedang sakit sebaiknya jangan keluar dulu,” kata Candra, warga Pulau Sebesi. Sementara itu, aktivitas Gunung Anak Krakatau sendiri masih tergolong tinggi. Berdasarkan laporan pemantauan, sejak Minggu (16/8/2026) hingga Senin (17/8/2026), GAK tercatat mengalami 28 kali erupsi. Kepala Pos Pengamatan Gunung Anak Krakatau di Desa Hargo Pancuran, Kecamatan Rajabasa, Lampung Selatan, Andi Suwardi mengatakan aktivitas GAK masih bersifat fluktuatif. “Untuk aktivitasnya masih naik turun. Jadi memang masih ada erupsi dan kita terus pantau perkembangannya,” kata Andi. Ia menyebut, kondisi tersebut membuat status Gunung Anak Krakatau masih berada pada Level III atau Siaga. Andi mengimbau masyarakat, wisatawan, nelayan, maupun pendaki untuk tidak mendekati Gunung Anak Krakatau dalam radius 3 kilometer dari kawah aktif. “Lebih baik jangan mengambil risiko. Ikuti rekomendasi PVMBG dan informasi resmi dari petugas,” pungkasnya. (Yul)
Lampung Selatan – Dinas Kesehatan Kabupaten Lampung Selatan membagikan 3.000 masker kepada warga Pulau Sebesi sebagai langkah antisipasi paparan abu vulkanik Gunung Anak Krakatau (GAK) yang mulai masuk ke permukiman. Abu vulkanik berwarna hitam dari aktivitas erupsi GAK terbawa angin hingga mengotori halaman, lantai, bahkan masuk ke dalam rumah warga Pulau Sebesi dalam beberapa hari terakhir. Kepala Dinas Kesehatan Lampung Selatan, Devi Arminanto mengatakan, sebanyak 1.500 masker medis telah lebih dulu dibagikan kepada masyarakat setelah mendapat laporan adanya dampak abu vulkanik di wilayah tersebut. “Begitu ada informasi dari bidan desa dan tenaga kesehatan di sana bahwa sudah ada dampak vulkanik, teman-teman Puskesmas langsung membagikan masker kepada masyarakat,” kata Devi. Selain itu, Dinas Kesehatan juga mengirim tambahan 1.500 masker melalui jalur laut ke Pulau Sebesi. Total masker yang disiapkan mencapai 3.000 buah untuk 2.666 warga yang tersebar di empat dusun Desa Tejang, Pulau Sebesi. Selain masker, obat-obatan juga disiapkan untuk mengantisipasi keluhan kesehatan warga akibat paparan abu vulkanik. Devi memastikan, hingga Selasa (18/8/2026), belum ada laporan warga Pulau Sebesi yang mengalami gangguan pernapasan akibat abu vulkanik. “Untuk informasi adanya masyarakat yang terganggu pernapasannya, sampai sekarang belum ada. Tetapi perkembangannya akan terus kami pantau,” ujarnya. Warga Pulau Sebesi mulai menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah. Warga juga mengurangi aktivitas di luar ruangan, terutama bagi yang sedang mengalami gangguan kesehatan. “Ya pakai masker. Kalau yang sedang sakit sebaiknya jangan keluar dulu,” kata Candra, warga Pulau Sebesi. Sementara itu, aktivitas Gunung Anak Krakatau sendiri masih tergolong tinggi. Berdasarkan laporan pemantauan, sejak Minggu (16/8/2026) hingga Senin (17/8/2026), GAK tercatat mengalami 28 kali erupsi. Kepala Pos Pengamatan Gunung Anak Krakatau di Desa Hargo Pancuran, Kecamatan Rajabasa, Lampung Selatan, Andi Suwardi mengatakan aktivitas GAK masih bersifat fluktuatif. “Untuk aktivitasnya masih naik turun. Jadi memang masih ada erupsi dan kita terus pantau perkembangannya,” kata Andi. Ia menyebut, kondisi tersebut membuat status Gunung Anak Krakatau masih berada pada Level III atau Siaga. Andi mengimbau masyarakat, wisatawan, nelayan, maupun pendaki untuk tidak mendekati Gunung Anak Krakatau dalam radius 3 kilometer dari kawah aktif. “Lebih baik jangan mengambil risiko. Ikuti rekomendasi PVMBG dan informasi resmi dari petugas,” pungkasnya. (Yul)

About