@qumaihoa2305: #aothun #xhtiktok

Q Mai Hoa 🇻🇳
Q Mai Hoa 🇻🇳
Open In TikTok:
Region: VN
Sunday 23 August 2026 23:00:00 GMT
834
10
0
3

Music

Download

Comments

There are no more comments for this video.
To see more videos from user @qumaihoa2305, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Part 8 : Tanggung Jawab seorang Tunangan Mobil mewah Jay akhirnya berhenti di depan pagar rumah Y/N. Mesin mobil dimatikan, menyisakan keheningan yang lebih pekat dari sebelumnya. Di kursi penumpang, Y/N masih terlelap, tubuhnya lemas karena sisa pengaruh alkohol dan tangisnya tadi. Baru saja Jay ingin membangunkan gadis itu, pintu rumah terbuka lebar. Sunoo muncul dari balik pintu, wajahnya tampak sangat kacau. Jelas sekali ia tidak bisa tidur sedetik pun sejak Y/N tidak kunjung pulang. Melihat mobil mewah yang terparkir di depan rumah, Sunoo tertegun. Ia segera melangkah keluar, namun langkahnya terhenti saat melihat Jay turun dari kursi pengemudi.
Part 8 : Tanggung Jawab seorang Tunangan Mobil mewah Jay akhirnya berhenti di depan pagar rumah Y/N. Mesin mobil dimatikan, menyisakan keheningan yang lebih pekat dari sebelumnya. Di kursi penumpang, Y/N masih terlelap, tubuhnya lemas karena sisa pengaruh alkohol dan tangisnya tadi. Baru saja Jay ingin membangunkan gadis itu, pintu rumah terbuka lebar. Sunoo muncul dari balik pintu, wajahnya tampak sangat kacau. Jelas sekali ia tidak bisa tidur sedetik pun sejak Y/N tidak kunjung pulang. Melihat mobil mewah yang terparkir di depan rumah, Sunoo tertegun. Ia segera melangkah keluar, namun langkahnya terhenti saat melihat Jay turun dari kursi pengemudi. "P-Pak Jay?" suara Sunoo terdengar parau dan cemas. Jay tidak menjawab, pria itu hanya berjalan memutar ke sisi penumpang dan membukakan pintu untuk Y/N. Sunoo bergegas menghampiri, matanya membelalak melihat adiknya yang tertidur dengan pipi yang masih basah oleh sisa air mata. "Y/N? Dia... dia kenapa, Pak?" Sunoo bertanya dengan nada khawatir yang meluap-luap. "Dia baik-baik saja. Dia hanya lelah," jawab Jay tenang, meski matanya menatap tajam ke arah Sunoo. "Malam ini dia mengalami kejadian yang tidak menyenangkan. Seseorang yang cukup berbahaya mencoba mengganggunya." Wajah Sunoo memucat seketika, pikirannya langsung mengarah ke orang yang memanfaatkan utang mereka untuk menikahi adiknya "Seseorang? Maksud Bapak... Sunghoon? Jay mengangguk pelan. "Tenang saja. Saya sudah mengurusnya. Dia tidak akan berani mendekati adikmu lagi." Jay kemudian menggendong Y/N dalam posisi bridal style, tindakan yang membuat Sunoo tertegun diam. Ia membawa Y/N masuk ke dalam rumah dan membaringkan gadis itu di sofa ruang tamu dengan sangat hati-hati. Di bawah cahaya lampu ruang tamu yang redup, wajah Y/N tampak begitu damai namun tetap menyiratkan kesedihan yang dalam. Sunoo menatap adiknya dengan tatapan terluka, ia merasa gagal lagi. "Terima kasih, Pak. Terima kasih sudah menjaga Y/N." "Ini sudah tanggung jawab saya," potong Jay cepat, suaranya terdengar dingin dan datar. Ia berdiri, merapikan letak jasnya yang sedikit kusut. Sunoo menunduk, ia tahu ini bukan waktu yang tepat untuk basa-basi. Ia melihat rahang Jay yang menegang, menyadari bahwa meski pria itu berkata ini adalah bisnis, Jay tampak benar-benar terpengaruh oleh apa yang terjadi pada Y/N malam ini. "Istirahatkan dia," ucap Jay sambil berbalik pergi menuju pintu keluar. "Dan pastikan dia tidak meminum alkohol lagi. Saya tidak akan menoleransi kecerobohan yang membahayakan kontrak kita." Jay pun berlalu, meninggalkan Sunoo yang berdiri mematung di samping adiknya. Di luar, deru mobil Jay menjauh, menyisakan Sunoo yang hanya bisa mengusap wajah adiknya dengan penuh kasih sayang, berjanji dalam hati bahwa ia akan bekerja lebih keras lagi agar Y/N tidak perlu lagi menaruh beban hidupnya pada pundak bosnya yang dingin itu. Setelah malam itu, paginya Y/N terbangun dengan kepala berdenyut hebat. Kepingan memori semalam kembali menyerbu otaknya bagaikan pecahan kaca: Sunghoon yang mencengkeram tangannya, suara berat Jay yang dingin, hingga tangisannya yang tak terkendali di dalam mobil. Y/N mencengkeram selimutnya erat-erat. Ia gemetar. Baginya, Jay adalah sosok perfeksionis yang tidak mentoleransi kegagalan, apalagi kecerobohan yang membahayakan reputasinya. Dia pasti marah besar, batin Y/N. Dia bakal menganggap aku nggak becus dan bakal menghukumku karena sudah membuat masalah di depan publik. Saat ia masih dipenuhi dengan rasa ketakutannya sendiri, pintu kamar diketuk pelan dari luar. "Dek? Ada Pak Jay di bawah," suara Sunoo terdengar dari balik pintu. Nada suara kakaknya terdengar tegang, tidak seperti biasanya. Jantung Y/N seolah berhenti. Ia segera menyambar asal kemejanya dan turun dengan kaki yang lemas. Di ruang tamu yang sempit, Jay berdiri dengan setelan long coat hitam, menatap sekeliling rumah Y/N dengan tatapan yang sulit diartikan. lanjutan di komentar & sl 💌 #pov #au #jay #enhypen #fyp

About