@user5057625097754: #fypシ

❤️‍🩹.
❤️‍🩹.
Open In TikTok:
Region: EG
Tuesday 01 September 2026 19:26:49 GMT
2037
115
1
1

Music

Download

Comments

wwwuser5314194813459
user5314194813459 أمير سمير :
🥰🥰🥰
2026-09-01 19:32:55
0
To see more videos from user @user5057625097754, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

PART 30 : Pulang, Lalu Diganggu Keonho Mobil sedan hitam milik Jungwon terparkir di bawah naungan pohon tua di sudut area parkir taman kota. Malam itu, setelah jadwal poli rawat jalannya usai dan ia memastikan laporan pemulihan Keonho stabil, Jungwon memutuskan untuk tidak langsung pulang ke apartemennya. Jam kerja yang padat dan beban emosional beberapa hari terakhir membuatnya butuh udara segar untuk menjernihkan pikiran. Taman tepi danau yang tenang dan hanya berjarak beberapa menit dari rumah sakit selalu menjadi tempat pelarian singkatnya. Jungwon melangkah keluar dari mobil, menenteng segelas kopi hitam dingin dari minimarket terdekat. Namun, baru beberapa langkah menyusuri jalan setapak berbatu di bawah deretan lampu taman temaram, langkah kakinya mendadak terhenti kaku. Sekitar dua puluh meter di depannya, di atas bangku kayu panjang tepi danau yang dinaungi rimbunnya pohon maple tua, dua sosok yang sangat ia kenali sedang duduk berdampingan. Di bawah bias cahaya keemasan lampu taman dan pendar bulan di atas permukaan air, Jungwon melihat bagaimana Ni-ki menangkup lembut wajah Y/N dengan kedua tangannya. Dan tepat di detik berikutnya, waktu seolah membeku. Manik mata jernih Jungwon menangkap jelas bagaimana Ni-ki memiringkan wajahnya, memejamkan mata, lalu mendaratkan ciuman yang begitu lembut dan dalam di bibir perawat mungil itu. Ia melihat bagaimana jemari tangan Y/N meremas kain jaket hitam di dada Ni-ki, pasrah dan membalas kehangatan tersebut tanpa sedikit pun keraguan. Deg. Seluruh persendian tubuh Jungwon mendadak kaku di tempatnya berdiri. Gelas kopi di genggaman tangannya mengerat perlahan. Angin malam yang berhembus menyapu dedaunan kering di sekitar sepatunya terasa jauh lebih dingin menembus kain kemejanya. Rasa nyeri yang samar dan getir sempat berdenyut di sudut hatinya—sebuah refleks manusiawi saat menyaksikan sendiri akhir dari perasaan yang pernah ia simpan. Namun, saat tatapannya terus terpaku pada siluet dua orang di bangku danau itu, Jungwon menyadari sesuatu yang lain. Ia melihat bagaimana rona bahagia dan rasa aman yang utuh terpancar di wajah Y/N—ekspresi lepas yang belum pernah ia lihat selama gadis itu bertugas di rumah sakit di bawah bayang-bayang ketakutan akan kondisi adiknya. Dan ia melihat bagaimana Ni-ki, sahabat karibnya yang dulu begitu hancur dan penuh amarah, kini merengkuh gadis itu dengan kelembutan yang teramat tulus. Mereka berdua saling melengkapi dan menyembuhkan luka masing-masing dengan cara yang tidak akan pernah bisa ia gantikan. Helaan napas panjang dan pelan akhirnya lolos dari bibir sang dokter muda. Rasa getir yang sempat hinggap perlahan meluruh, berganti menjadi sebuah keikhlasan yang lapang dan damai. Sudut bibir Jungwon terangkat sangat tipis, membentuk sebaris senyum samar di balik bayang-bayang pepohonan. Tanpa mengeluarkan suara, tanpa membiarkan kehadirannya mengusik momen berharga itu, Jungwon perlahan memundurkan langkahnya. Ia memutar tubuhnya, lalu melangkah tenang kembali menuju mobilnya di area parkir, membiarkan malam tepi danau itu sepenuhnya menjadi milik Ni-ki dan Y/N. Beberapa hari kemudian... Pagi itu, cahaya matahari perlahan menyelinap melalui celah tirai ruang rawat VIP lantai lima. Langit di luar tampak cerah dengan semburat jingga yang masih tersisa di ufuk timur. Berbeda dari hari-hari sebelumnya, suasana kamar pagi itu terasa jauh lebih ringan. Ada kesibukan kecil di sana-sini karena Keonho akhirnya bersiap untuk pulang. Y/N dengan telaten melipat selimut dan merapikan sisa barang-barang di atas nakas, sementara Keonho sudah duduk manis mengenakan jaket hoodie abu-abu kesayangannya di atas ranjang pasien. Wajah remaja itu tampak segar, jauh berbeda dari beberapa hari lalu saat ia pertama kali keluar dari ruang bedah. Pintu geser ruang rawat terbuka lebar. Ni-ki melangkah masuk dengan mengenakan mantel kasual panjang, membawa tas jinjing pakaian milik Keonho di tangan kanannya. lanjutan di komentar & sl 💌  #pov #au #niki #enhypen #fyp
PART 30 : Pulang, Lalu Diganggu Keonho Mobil sedan hitam milik Jungwon terparkir di bawah naungan pohon tua di sudut area parkir taman kota. Malam itu, setelah jadwal poli rawat jalannya usai dan ia memastikan laporan pemulihan Keonho stabil, Jungwon memutuskan untuk tidak langsung pulang ke apartemennya. Jam kerja yang padat dan beban emosional beberapa hari terakhir membuatnya butuh udara segar untuk menjernihkan pikiran. Taman tepi danau yang tenang dan hanya berjarak beberapa menit dari rumah sakit selalu menjadi tempat pelarian singkatnya. Jungwon melangkah keluar dari mobil, menenteng segelas kopi hitam dingin dari minimarket terdekat. Namun, baru beberapa langkah menyusuri jalan setapak berbatu di bawah deretan lampu taman temaram, langkah kakinya mendadak terhenti kaku. Sekitar dua puluh meter di depannya, di atas bangku kayu panjang tepi danau yang dinaungi rimbunnya pohon maple tua, dua sosok yang sangat ia kenali sedang duduk berdampingan. Di bawah bias cahaya keemasan lampu taman dan pendar bulan di atas permukaan air, Jungwon melihat bagaimana Ni-ki menangkup lembut wajah Y/N dengan kedua tangannya. Dan tepat di detik berikutnya, waktu seolah membeku. Manik mata jernih Jungwon menangkap jelas bagaimana Ni-ki memiringkan wajahnya, memejamkan mata, lalu mendaratkan ciuman yang begitu lembut dan dalam di bibir perawat mungil itu. Ia melihat bagaimana jemari tangan Y/N meremas kain jaket hitam di dada Ni-ki, pasrah dan membalas kehangatan tersebut tanpa sedikit pun keraguan. Deg. Seluruh persendian tubuh Jungwon mendadak kaku di tempatnya berdiri. Gelas kopi di genggaman tangannya mengerat perlahan. Angin malam yang berhembus menyapu dedaunan kering di sekitar sepatunya terasa jauh lebih dingin menembus kain kemejanya. Rasa nyeri yang samar dan getir sempat berdenyut di sudut hatinya—sebuah refleks manusiawi saat menyaksikan sendiri akhir dari perasaan yang pernah ia simpan. Namun, saat tatapannya terus terpaku pada siluet dua orang di bangku danau itu, Jungwon menyadari sesuatu yang lain. Ia melihat bagaimana rona bahagia dan rasa aman yang utuh terpancar di wajah Y/N—ekspresi lepas yang belum pernah ia lihat selama gadis itu bertugas di rumah sakit di bawah bayang-bayang ketakutan akan kondisi adiknya. Dan ia melihat bagaimana Ni-ki, sahabat karibnya yang dulu begitu hancur dan penuh amarah, kini merengkuh gadis itu dengan kelembutan yang teramat tulus. Mereka berdua saling melengkapi dan menyembuhkan luka masing-masing dengan cara yang tidak akan pernah bisa ia gantikan. Helaan napas panjang dan pelan akhirnya lolos dari bibir sang dokter muda. Rasa getir yang sempat hinggap perlahan meluruh, berganti menjadi sebuah keikhlasan yang lapang dan damai. Sudut bibir Jungwon terangkat sangat tipis, membentuk sebaris senyum samar di balik bayang-bayang pepohonan. Tanpa mengeluarkan suara, tanpa membiarkan kehadirannya mengusik momen berharga itu, Jungwon perlahan memundurkan langkahnya. Ia memutar tubuhnya, lalu melangkah tenang kembali menuju mobilnya di area parkir, membiarkan malam tepi danau itu sepenuhnya menjadi milik Ni-ki dan Y/N. Beberapa hari kemudian... Pagi itu, cahaya matahari perlahan menyelinap melalui celah tirai ruang rawat VIP lantai lima. Langit di luar tampak cerah dengan semburat jingga yang masih tersisa di ufuk timur. Berbeda dari hari-hari sebelumnya, suasana kamar pagi itu terasa jauh lebih ringan. Ada kesibukan kecil di sana-sini karena Keonho akhirnya bersiap untuk pulang. Y/N dengan telaten melipat selimut dan merapikan sisa barang-barang di atas nakas, sementara Keonho sudah duduk manis mengenakan jaket hoodie abu-abu kesayangannya di atas ranjang pasien. Wajah remaja itu tampak segar, jauh berbeda dari beberapa hari lalu saat ia pertama kali keluar dari ruang bedah. Pintu geser ruang rawat terbuka lebar. Ni-ki melangkah masuk dengan mengenakan mantel kasual panjang, membawa tas jinjing pakaian milik Keonho di tangan kanannya. lanjutan di komentar & sl 💌 #pov #au #niki #enhypen #fyp

About