@kattbbyy8: #fypppppppppppppppppppppp

Kattbby8
Kattbby8
Open In TikTok:
Region: US
Saturday 05 September 2026 19:40:42 GMT
3680
927
6
60

Music

Download

Comments

dhshebrkgisb
duané tkdish :
the freckles are elite
2026-09-05 19:48:20
0
powerjreir1
powerjreir1 :
w o w well i guess
2026-09-05 19:51:24
0
guille777_0
Miku Nakano 🌸💖 :
haceme debutsr
2026-09-05 19:43:24
0
mangoezz09
MANGOEZZ🥭 :
😍
2026-09-05 19:44:39
0
ikce.king
ice 💎💎💎king :
🥰🥰🥰
2026-09-05 19:47:53
0
chazyn77
Chażyn💋77 :
🥵🥵🥵
2026-09-05 21:08:33
0
To see more videos from user @kattbbyy8, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Perdagangan satwa liar ilegal kini semakin marak di internet dan menjadi ancaman serius bagi keanekaragaman hayati. Riset terbaru di jurnal Naturrbe Reviews Biodiversity yang dilakukan tim internasional yang dipimpin oleh para peneliti  University of Helsinki, Finlandia, menemukan ribuan spesies langka mulai dari hewan, tumbuhan, hingga jamur diperjualbelikan secara ilegal melalui media sosial, situs e-commerce, hingga berbagai marketplace online. Sejumlah spesies yang dijual secara ilegal di internet memiliki risiko kepunahan tinggi, mencakup berbagai jenis satwa dan tumbuhan termasuk ular, katak, burung, hingga anggrek.  Dalam salah satu survei yang dilakukan selama enam pekan terhadap 280 platform online, peneliti menemukan 33.006 spesimen. Sebanyak 54 persen di antaranya merupakan hewan hidup, sedangkan 46 persen lainnya berupa produk turunan atau bagian tubuh hewan. Aktivitas tersebut ditemukan di sejumlah platform populer, termasuk Facebook, Instagram, TikTok, eBay, Google, Alibaba, bahkan dijual di platform e-commerce seperti Tokopedia dan Shopee. Jenis satwa yang diperjualbelikan juga sangat beragam. Ada perdagangan bagian tubuh, seperti cula badak, hingga primata hidup yang ditawarkan sebagai hewan peliharaan. Perdagangan satwa liar ilegal berkembang pesat karena para penjual menemukan ruang yang relatif aman di berbagai platform internet. Anonimitas pengguna, lemahnya pengawasan, serta kemudahan mempertemukan penjual dan pembeli dari berbagai negara membuat aktivitas tersebut semakin sulit dikendalikan. Fenomena ini turut memperburuk krisis kepunahan massal yang tengah terjadi di Bumi. Aktivitas manusia selama ini telah mempercepat hilangnya berbagai spesies melalui perusakan habitat, penyebaran spesies invasif, serta eksploitasi langsung terhadap satwa liar. 📸: Dok. ANTARA FOTO. Baca selengkapnya dengan klik link di bio. Cari tahu berita update lainnya dengan download aplikasi kumparan di App Store atau Google Play.⁠ 📝: newsupdate | update | teknosains | oneliner | R061 | E027 | E004 #bicarafaktalewatberita #kumparan
Perdagangan satwa liar ilegal kini semakin marak di internet dan menjadi ancaman serius bagi keanekaragaman hayati. Riset terbaru di jurnal Naturrbe Reviews Biodiversity yang dilakukan tim internasional yang dipimpin oleh para peneliti  University of Helsinki, Finlandia, menemukan ribuan spesies langka mulai dari hewan, tumbuhan, hingga jamur diperjualbelikan secara ilegal melalui media sosial, situs e-commerce, hingga berbagai marketplace online. Sejumlah spesies yang dijual secara ilegal di internet memiliki risiko kepunahan tinggi, mencakup berbagai jenis satwa dan tumbuhan termasuk ular, katak, burung, hingga anggrek. Dalam salah satu survei yang dilakukan selama enam pekan terhadap 280 platform online, peneliti menemukan 33.006 spesimen. Sebanyak 54 persen di antaranya merupakan hewan hidup, sedangkan 46 persen lainnya berupa produk turunan atau bagian tubuh hewan. Aktivitas tersebut ditemukan di sejumlah platform populer, termasuk Facebook, Instagram, TikTok, eBay, Google, Alibaba, bahkan dijual di platform e-commerce seperti Tokopedia dan Shopee. Jenis satwa yang diperjualbelikan juga sangat beragam. Ada perdagangan bagian tubuh, seperti cula badak, hingga primata hidup yang ditawarkan sebagai hewan peliharaan. Perdagangan satwa liar ilegal berkembang pesat karena para penjual menemukan ruang yang relatif aman di berbagai platform internet. Anonimitas pengguna, lemahnya pengawasan, serta kemudahan mempertemukan penjual dan pembeli dari berbagai negara membuat aktivitas tersebut semakin sulit dikendalikan. Fenomena ini turut memperburuk krisis kepunahan massal yang tengah terjadi di Bumi. Aktivitas manusia selama ini telah mempercepat hilangnya berbagai spesies melalui perusakan habitat, penyebaran spesies invasif, serta eksploitasi langsung terhadap satwa liar. 📸: Dok. ANTARA FOTO. Baca selengkapnya dengan klik link di bio. Cari tahu berita update lainnya dengan download aplikasi kumparan di App Store atau Google Play.⁠ 📝: newsupdate | update | teknosains | oneliner | R061 | E027 | E004 #bicarafaktalewatberita #kumparan

About