Language
English
عربي
Tiếng Việt
русский
français
español
日本語
한글
Deutsch
हिन्दी
简体中文
繁體中文
API
Home
How To Use
Language
English
عربي
Tiếng Việt
русский
français
español
日本語
한글
Deutsch
हिन्दी
简体中文
繁體中文
Home
Detail
@masudvideoeverything:
Masud Video Everything
Open In TikTok:
Region: MY
Tuesday 08 September 2026 09:03:12 GMT
393
7
1
0
Music
Download
No Watermark .mp4 (
3.71MB
)
No Watermark(HD) .mp4 (
3.71MB
)
Watermark .mp4 (
0MB
)
Music .mp3
Comments
Alqayas bebe :
🥰🥰🥰
2026-09-09 06:16:23
0
To see more videos from user @masudvideoeverything, please go to the Tikwm homepage.
Other Videos
cô ấy yêu tao kể cả lúc tao từng đi cup❤️
beritalima.com — Kesaksian ibu mahasiswa Revanza Rasyadan Zulfan, mengungkap dampak panjang dugaan kekerasan yang menimpa anaknya. Bukan hanya luka fisik, Revanza disebut mengalami trauma hingga memilih meninggalkan bangku kuliah. Hal itu terungkap dalam sidang perkara dugaan kekerasan secara bersama-sama yang digelar di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Selasa (1/9/2026). Lima terdakwa, M. Halis bin Jumadin, Toni Febria Pratama bin Amiriddin, Dimas Wahyudi bin Ahmad Ikbal Kibal, Mohammad Rio Ferdinand bin Ahmad Fauzi, dan Agus Kurniawan bin Moh. Sulaiman, sementara tersangka Leon Nur Ardhana berstatus DPO. Lina Syair Mahani, ibunda Revanza, di hadapan majelis hakim menceritakan kondisi anaknya setelah peristiwa yang terjadi di Wisma Bawean, Surabaya, pada 6 Oktober 2023. Dari cerita anaknya, disebut ada enam orang yang terlibat dalam aksi kekerasan tersebut. Lina mengaku terpukul melihat perubahan kondisi anaknya. Revanza disebut tidak lagi mau melanjutkan kuliah karena mengalami trauma ketika harus berhadapan dengan orang-orang yang diduga terlibat. "Dia tidak mau kuliah lagi karena ada trauma. Ketika saya tanya kenapa trauma, ternyata dia pada 6 Oktober itu dikeroyok enam orang," tuturnya. Yang membuat kondisi Revanza semakin berat, kata Lina, para terdakwa disebut merupakan teman satu kelas, satu jurusan, dan satu angkatan dengan anaknya. "Jadi setiap dia melihat itu, dia selalu menangis," katanya sambil berkaca-kaca. Lina mengatakan secara fisik anaknya memang masih dapat beraktivitas. Namun, kondisi psikologisnya justru menjadi persoalan serius. "Utuk badan tidak apa-apa. Tapi kalau untuk pemikiran saya, saya lihat dia sudah tidak kondusif pemikirannya. Setiap cerita dia nangis, dan dia tidak akan mau kuliah lagi. Dia minta keluar," ungkapnya. Selain trauma, Revanza juga mengeluhkan sakit pada bagian dada setelah kejadian. Lina menyebut anaknya mengalami batuk dan bahkan mengeluarkan darah. "Dia bilang sering sakit, batuk-batuk, keluar darah. Dari hasil pemeriksaan dokter diketahui mengalami sakit dada karena ada bekas memar di dada," ujarnya. Dugaan kekerasan bermula ketika Revanza yang saat itu merupakan mahasiswa Hangtuah Surabaya semester pertama jurusan vokasi Pelayaran menolak ajakan terdakwa Mohammad Rio Ferdinand ke Mess Wisma Bawean, Surabaya. Terdakwa Dimas Wahyudi didakwa menepuk dada korban dua kali. Setelah itu, terdakwa Toni Febria Pratama disebut memukul perut bagian bawah korban dua kali sembari meminta korban membusungkan dada. Leona Nur Ardhana, yang kini berstatus daftar pencarian orang (DPO), didakwa memukul perut korban beberapa kali dan menyuruh terdakwa Rio Ferdinand melakukan pemukulan. Rio kemudian disebut memukul ulu hati korban dua kali. Aksi tersebut kembali berlanjut ketika terdakwa Dimas Wahyudi memerintahkan terdakwa M. Halis untuk memberikan "kasih", yang dalam konteks kejadian tersebut dimaknai sebagai perintah memukul korban. Terdaka Agus Kurniawan juga menampar pipi kiri dan kanan Revanza. Terdakwa M. Halis kemudian disebut kembali memukul perut bagian bawah korban sebanyak lima kali, setelah sebelumnya melakukan pemukulan dua kali. Korban juga disebut dipaksa melakukan squat jam sebanyak lima kali. Saat merasa tidak kuat, Revanza dikabarkan sempat mengatakan, "Saya sudah tidak kuat." Namun, kekerasan belum berhenti. Terdakwa Dimas Wahyudi disebut bahkan bertanya siapa lagi yang hendak memukul Revanza. Terdakwa Agus Kurniawan kemudian didakwa kembali berdiri dan menampar kedua pipi korban. Tak hanya kekerasan fisik, jaksa juga mendakwa korban mendapat ancaman agar tidak melaporkan peristiwa tersebut. Terdakwa Dimas Wahyudi disebut mengatakan kepada korban, "Apa kamu mau lapor? Awas kamu kalau mau lapor, habis kamu." Buntut penganiayaan. pada 16 Oktober 2023, Revanza berobat ke Rumah Sakit Premier Surabaya karena mengeluhkan sakit pada bagian dada. Pada 19 Desember 2023, Revanza mengajukan pengunduran diri dari perkuliahan dengan alasan kondisi fisik dan trauma psikologis.
Replying to @sophia.pdf here you goo!!!😊 #fyp #foryou #viral #texttone
Chỉ Cần Rửa 1 Lần Là Sạch Tội kkk🤣#xuhuong #TikTok #hàihuocvuinhon🤣🤣
ကံပါရင်ဆုံမယ် ကံကုန်ရင်လွဲမယ်တဲ့🥺🥀#anightmotion_edit🎟 #link_in_com🎟🖇 #link_in_com🎟🖇 #viwerတေရှယ်ကျ😔👍 #
Você perde oportunidades por bobeira! #harmonizacaofacial #medica #advogada #nutri #beleza
About
Robot
API
Legal
Privacy Policy