@qurankarim1609: #القران_الكريم_راحه_نفسية😍🕋 #اللەاکبر_اللەاکبر_اللەاکبر🕋🕌📿 #اکسبلور #اللهم_صل_وسلم_على_نبينا_محمد #القران_الكريم_راحه_نفسية😍🕋

القرٲن کریم راحە نفسیە😍🕋📿
القرٲن کریم راحە نفسیە😍🕋📿
Open In TikTok:
Region: IQ
Tuesday 08 September 2026 16:45:01 GMT
33490
3038
41
191

Music

Download

Comments

zo_1949
سيـد أبـراهـيم. :
اللهم صلي على محمد وآل محمد
2026-09-11 19:46:58
1
user143519726
آلَسِعٌيَدٍيَ 🤫🦅 :
ياالله
2026-09-10 15:11:29
2
alzl96p
رحمه :
احسنت النشر
2026-09-09 16:35:23
2
yusef_aga666
💎 يوسف ابن كركوك 💎 :
يالله
2026-09-09 01:36:12
2
usercb9rnbm1c3
❤🌷ليدي اوسكار 🌷❤ :
ماشاء الله تبارك الله
2026-09-11 07:02:11
2
user5222025183
علي كارة :
سبحان الله
2026-09-10 11:06:09
2
0l.nn
عبوسي :
يااللة
2026-09-09 18:04:36
2
user5781401818128
مثنى الدليمي :
@🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰
2026-09-09 05:57:54
1
ertyui6980
Ertyui :
الله اكبر
2026-09-09 15:51:05
2
ta.lib1
abo talib :
يارب
2026-09-08 22:07:17
2
user6574762119952
عالم اسماك الزينه :
ياالله ياالله ياالله ياالله
2026-09-11 21:32:02
1
gfbc661
فرحاًًن الدراجي 🩵🩵 :
2026-09-11 10:25:27
2
aea.aea781
ايه :
يا الله يا الله يا الله
2026-09-08 17:19:33
2
user9238782148248
يوسف :
ماشاء الله تبارك الرحمن
2026-09-08 22:02:15
2
alzl96p
رحمه :
2026-09-09 16:34:44
1
alzl96p
رحمه :
2026-09-09 16:35:02
1
alzl96p
رحمه :
2026-09-09 16:34:51
2
tahaaldulimy
نبض :
2026-09-11 22:10:56
1
userinx2yxllch
حب الله ♥️ :
الله الله الله
2026-09-08 18:11:02
2
hh_5iiix
هيلفانا✨ :
ياالله ياالله ياالله
2026-09-08 18:22:10
1
djdjekwkslj_7
نبــع الامـام عــلي 🌞🤍. :
لله كبر
2026-09-09 16:30:41
1
user5102722112813
👍 :
😭😭😭
2026-09-09 23:02:00
1
user5781401818128
مثنى الدليمي :
🥰🥰🥰
2026-09-09 05:57:27
1
user5102722112813
👍 :
🤲🤲🤲
2026-09-09 23:02:03
1
To see more videos from user @qurankarim1609, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

10/30. You have questions? You feel tired sometimes? You feel uncertain? You’re still learning more about yourself? You just finished your B.sc and you’re wondering what’s next? Well, and so what? That doesn’t make you weird. That makes you human.  You’re not alone. There are many other people feeling exactly like you.  Don’t allow your own mind to trap you into believing that you should have figured it all out by now, because you shouldn’t have.  And no one else has life all figured out, even the people on your vision board. Everyone is just trying, learning, winning sometimes, failing sometimes, getting back up, and going again. And so should you. You don’t have to know exactly where your life is going before you take the next step. Because you’ll never have all of life figured out. And that’s okay. The earlier you accept that the better.  You think someone else got it all together but you conveniently leave out the fact that those people are also trying to navigate life too. And you forget that you don’t know the full story. But how can you wish for the life of someone you only know through the parts they choose to share with you, or the parts you choose to see?  Why are you constructing a complete story from incomplete information?  Why do you feel like you know more about someone else’s life than yours? Once you accept that you don’t have to have it all figured out, you can stop comparing your life with that of strangers and focus your attention on your own life. You can wake up with hope. You can stay open to growth, doing, learning, and becoming a more whole version of yourself…every single day. Because if you believe you should have it all figured out, trying every day will become difficult.  But if you know that figuring it out is part of being human, you can keep going. Life is an endless journey of figuring it out. So give yourself grace and face your own garden.  Because the grass isn’t greener on the other side. The grass is greener where you water it. You’ve got this. This is one out of 30 of the things I’ve unlearned that keeps helping me build a life I love. And I’m sharing this to encourage you to build a life that you love.
10/30. You have questions? You feel tired sometimes? You feel uncertain? You’re still learning more about yourself? You just finished your B.sc and you’re wondering what’s next? Well, and so what? That doesn’t make you weird. That makes you human. You’re not alone. There are many other people feeling exactly like you. Don’t allow your own mind to trap you into believing that you should have figured it all out by now, because you shouldn’t have. And no one else has life all figured out, even the people on your vision board. Everyone is just trying, learning, winning sometimes, failing sometimes, getting back up, and going again. And so should you. You don’t have to know exactly where your life is going before you take the next step. Because you’ll never have all of life figured out. And that’s okay. The earlier you accept that the better. You think someone else got it all together but you conveniently leave out the fact that those people are also trying to navigate life too. And you forget that you don’t know the full story. But how can you wish for the life of someone you only know through the parts they choose to share with you, or the parts you choose to see? Why are you constructing a complete story from incomplete information? Why do you feel like you know more about someone else’s life than yours? Once you accept that you don’t have to have it all figured out, you can stop comparing your life with that of strangers and focus your attention on your own life. You can wake up with hope. You can stay open to growth, doing, learning, and becoming a more whole version of yourself…every single day. Because if you believe you should have it all figured out, trying every day will become difficult. But if you know that figuring it out is part of being human, you can keep going. Life is an endless journey of figuring it out. So give yourself grace and face your own garden. Because the grass isn’t greener on the other side. The grass is greener where you water it. You’ve got this. This is one out of 30 of the things I’ve unlearned that keeps helping me build a life I love. And I’m sharing this to encourage you to build a life that you love.
POV 2 | “Lo mau gue berantem lagi sama Sean?” tanyanya santai. Udara di ruang UKS mendadak terasa lebih tegang begitu Keonho mengucapkan kalimat itu. Senyum miring khasnya masih terpampang jelas. Sorot mata tajamnya pun seolah enggan lepas dari wajahmu. Tak heran, cowok itu memang selalu mengandalkan emosi dibanding logika. Tak ada yang bisa menghentikan kegilaan dan keegoisannya yang mutlak. Kamu terdiam, menelan ludah pelan. Berusaha terlihat biasa saja, kamu buru-buru memalingkan wajah sambil mendelik kesal ke arah lain. “Lo apaan sih, Kak. Berlebihan tau nggak,” gerutumu. “Dikit-dikit berantem.” lanjutmu sambil melipat tangan. “Muka udah bonyok gitu masih aja mikirin berantem.” Keonho spontan terkekeh kecil melihatmu yang masih terus mengomel. Perlahan cowok itu memiringkan tubuhnya, mendekat ke arahmu yang masih keras kepala menatap ke sisi lain. “Takut gue kenapa-kenapa ya?” bisiknya pelan, sengaja menggoda. Kepalamu langsung menoleh dengan wajah jijik bercampur sebal. “Ih! Apaan sih!” Refleks, kamu mendorong tubuh Keonho menjauh begitu sadar jarak kalian ternyata sudah nyaris tak menyisakan ruang. Dan sialnya, Keonho malah makin terkekeh puas. Malu sekaligus kesal, kamu buru-buru bangkit dari dudukmu. Tanganmu dengan gesit membereskan kotak P3K asal-asalan seolah ingin segera kabur dari sana. “Udah lah. Aku mau ke kelas!” Keonho yang masih terduduk diatas ranjang, jelas tak terima. “Loh? Udah selesai?” protesnya. Tapi kamu sama sekali tak menggubrisnya. Kakimu sudah lebih dulu melangkah pergi untuk keluar dari sana. “Hey, sayang! Diobatinnya masa gitu doang? Ciumnya mana?!” ••• Sepanjang langkah menuju kelas, mulutmu tak berhenti menggerutu dengan rasa muak yang terus menyelimuti. “Dasar cowok gila!” umpatmu pelan. “Gue bisa ikutan gila kalau tiap hari ngadepin dia.” Kakimu terus melangkah menyusuri koridor sekolah dengan rasa kesal yang masih menumpuk di dada. Tapi bayangan wajah tengil Keonho terus berputar di kepalamu, membuatmu semakin sebal sendiri. Hingga tanpa sadar—BRUK. Tubuhmu hampir menabrak seseorang. Kamu spontan mendongak terkejut. Dan di sana, Sean sudah berdiri tepat di hadapanmu. Ada sedikit lebam di sudut bibir dan pipinya bekas perkelahian tadi. Tatapan matanya masih sama seperti dulu—tatapan yang pernah begitu sering mengganggu tidurmu setiap malam. “Kak Sean…” gumammu pelan. Gugup, kamu langsung berdehem kecil lalu merapikan ekspresi sebelum akhirnya sedikit menjauh. Namun Sean sama sekali tak mengalihkan pandangannya darimu. “Tadi gue liat sendiri, lo lebih milih narik Keonho dibanding gue.” “Lo juga lebih milih ngobatin dia di UKS.” Sean tersenyum tipis, tipis sekali. Tapi sorot matanya terlihat jauh lebih susah diartikan. “Apa itu jawaban lo nolak balikan sama gue?” Kamu mendadak tercekat. “K-Kak… bukan gitu—” “Please,” potong Sean pelan. “Let me know if i still have a chance.” Lidahmu mendadak kelu. “K-ka…” Sean mengembuskan napas kecil lalu menggeleng samar. “Forget it.” Tiba-tiba kakinya melangkah setapak. Kini, jarak kalian begitu dekat hingga aroma parfumnya langsung memenuhi indra penciumanmu. Wangi yang terlalu familiar dan kamu sukai darinya sedari dulu. Tatapannya melembut. “Lo nggak apa-apa kan?” Kamu terdiam sesaat sebelum akhirnya mengangguk pelan. “I’m okay, kak.” “Kita… jadi pulang bareng, kan?” tanyanya lagi. Kali ini kamu kembali mengangguk kecil. Tapi entah kenapa, ada rasa ragu yang tiba-tiba muncul di dadamu. Dan tanpa kalian sadari, tak jauh di belakang sana, langkah seseorang mendadak terhenti. Keonho. Cowok itu baru saja keluar dari UKS sambil memasukkan permen lolipop ke mulutnya. Satu tangannya masuk di saku celana, sementara sorot mata tajamnya langsung jatuh tepat ke arah kalian.  Dingin dan terlalu gelap. Tatapan Sean perlahan terangkat, lalu tanpa sengaja bertemu dengan Keonho. Hening, tak ada sepatah kata apapun. Namun tatapan Keonho terasa seperti ancaman diam-dia, dan Sean jelas menyadarinya.  Seolah sengaja, Sean kini melangkah sedikit lebih dekat ke arahmu— +🗨️ #pov #keonho #cortis #keonhoedit #fypage
POV 2 | “Lo mau gue berantem lagi sama Sean?” tanyanya santai. Udara di ruang UKS mendadak terasa lebih tegang begitu Keonho mengucapkan kalimat itu. Senyum miring khasnya masih terpampang jelas. Sorot mata tajamnya pun seolah enggan lepas dari wajahmu. Tak heran, cowok itu memang selalu mengandalkan emosi dibanding logika. Tak ada yang bisa menghentikan kegilaan dan keegoisannya yang mutlak. Kamu terdiam, menelan ludah pelan. Berusaha terlihat biasa saja, kamu buru-buru memalingkan wajah sambil mendelik kesal ke arah lain. “Lo apaan sih, Kak. Berlebihan tau nggak,” gerutumu. “Dikit-dikit berantem.” lanjutmu sambil melipat tangan. “Muka udah bonyok gitu masih aja mikirin berantem.” Keonho spontan terkekeh kecil melihatmu yang masih terus mengomel. Perlahan cowok itu memiringkan tubuhnya, mendekat ke arahmu yang masih keras kepala menatap ke sisi lain. “Takut gue kenapa-kenapa ya?” bisiknya pelan, sengaja menggoda. Kepalamu langsung menoleh dengan wajah jijik bercampur sebal. “Ih! Apaan sih!” Refleks, kamu mendorong tubuh Keonho menjauh begitu sadar jarak kalian ternyata sudah nyaris tak menyisakan ruang. Dan sialnya, Keonho malah makin terkekeh puas. Malu sekaligus kesal, kamu buru-buru bangkit dari dudukmu. Tanganmu dengan gesit membereskan kotak P3K asal-asalan seolah ingin segera kabur dari sana. “Udah lah. Aku mau ke kelas!” Keonho yang masih terduduk diatas ranjang, jelas tak terima. “Loh? Udah selesai?” protesnya. Tapi kamu sama sekali tak menggubrisnya. Kakimu sudah lebih dulu melangkah pergi untuk keluar dari sana. “Hey, sayang! Diobatinnya masa gitu doang? Ciumnya mana?!” ••• Sepanjang langkah menuju kelas, mulutmu tak berhenti menggerutu dengan rasa muak yang terus menyelimuti. “Dasar cowok gila!” umpatmu pelan. “Gue bisa ikutan gila kalau tiap hari ngadepin dia.” Kakimu terus melangkah menyusuri koridor sekolah dengan rasa kesal yang masih menumpuk di dada. Tapi bayangan wajah tengil Keonho terus berputar di kepalamu, membuatmu semakin sebal sendiri. Hingga tanpa sadar—BRUK. Tubuhmu hampir menabrak seseorang. Kamu spontan mendongak terkejut. Dan di sana, Sean sudah berdiri tepat di hadapanmu. Ada sedikit lebam di sudut bibir dan pipinya bekas perkelahian tadi. Tatapan matanya masih sama seperti dulu—tatapan yang pernah begitu sering mengganggu tidurmu setiap malam. “Kak Sean…” gumammu pelan. Gugup, kamu langsung berdehem kecil lalu merapikan ekspresi sebelum akhirnya sedikit menjauh. Namun Sean sama sekali tak mengalihkan pandangannya darimu. “Tadi gue liat sendiri, lo lebih milih narik Keonho dibanding gue.” “Lo juga lebih milih ngobatin dia di UKS.” Sean tersenyum tipis, tipis sekali. Tapi sorot matanya terlihat jauh lebih susah diartikan. “Apa itu jawaban lo nolak balikan sama gue?” Kamu mendadak tercekat. “K-Kak… bukan gitu—” “Please,” potong Sean pelan. “Let me know if i still have a chance.” Lidahmu mendadak kelu. “K-ka…” Sean mengembuskan napas kecil lalu menggeleng samar. “Forget it.” Tiba-tiba kakinya melangkah setapak. Kini, jarak kalian begitu dekat hingga aroma parfumnya langsung memenuhi indra penciumanmu. Wangi yang terlalu familiar dan kamu sukai darinya sedari dulu. Tatapannya melembut. “Lo nggak apa-apa kan?” Kamu terdiam sesaat sebelum akhirnya mengangguk pelan. “I’m okay, kak.” “Kita… jadi pulang bareng, kan?” tanyanya lagi. Kali ini kamu kembali mengangguk kecil. Tapi entah kenapa, ada rasa ragu yang tiba-tiba muncul di dadamu. Dan tanpa kalian sadari, tak jauh di belakang sana, langkah seseorang mendadak terhenti. Keonho. Cowok itu baru saja keluar dari UKS sambil memasukkan permen lolipop ke mulutnya. Satu tangannya masuk di saku celana, sementara sorot mata tajamnya langsung jatuh tepat ke arah kalian. Dingin dan terlalu gelap. Tatapan Sean perlahan terangkat, lalu tanpa sengaja bertemu dengan Keonho. Hening, tak ada sepatah kata apapun. Namun tatapan Keonho terasa seperti ancaman diam-dia, dan Sean jelas menyadarinya. Seolah sengaja, Sean kini melangkah sedikit lebih dekat ke arahmu— +🗨️ #pov #keonho #cortis #keonhoedit #fypage

About