@8912saji:

8912saji@
8912saji@
Open In TikTok:
Region: AE
Sunday 20 September 2026 11:58:37 GMT
12930
566
9
2

Music

Download

Comments

gumnaamjanuu786
Gumnaam Janu.§*👑*👰💤*{Z*J} :
movie ka Name please
2026-09-20 14:29:56
1
mukhtiyarwadd
Mukhtiyar wadd ❤ :
🥰🥰🥰
2026-09-20 14:23:17
0
khan307904
KHAN :
🥰🥰🥰
2026-09-20 13:51:46
0
javad4211
Sonia market :
♥️♥️♥️
2026-09-20 14:13:44
0
user024435474
SAJID AHMAD :
❤️❤️❤️
2026-09-20 14:02:26
0
baloch06664
skBaLda :
😭😭😭
2026-09-20 14:33:44
0
shazaib6545
🦅🦅👿shazaib 295👑🦅👿🖤 :
🥰🥰🥰
2026-09-20 13:11:19
0
mahboo.ali26
Mahboo ali :
🥰🥰🥰
2026-09-20 16:24:14
0
To see more videos from user @8912saji, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Kediaman Kepala Desa Cinta Karya, Kecamatan Plakat Tinggi, Andi Irawan, mendadak heboh dengan semburan air dan gas di depan rumahnya pada Rabu (16/9/2026). Peristiwa mengejutkan ini terjadi pada malam hari, tepatnya pukul 23.00 WIB. Berdasarkan informasi yang dihimpun, suara gemuruh tiba-tiba mengejutkan warga sekitar saat pipa bor menembus kedalaman sekitar 25 meter, disusul material lumpur dan air yang meluncur deras ke udara. Awalnya, sang pemilik rumah melakukan aktivitas pengeboran sumur di pekarangan rumahnya untuk mendapatkan air bersih di tengah musim kemarau yang melanda. Namun, jangankan mendapatkan air jernih dari perut bumi, aktivitas tersebut justru memicu semburan air dahsyat setinggi 15 meter yang bercampur lumpur pekat dan aroma gas yang menyengat. Camat Plakat Tinggi, Rudi, SE, didampingi Kades Andi Irawan, saat dikonfirmasi membenarkan insiden tersebut. Ia menceritakan detik-detik saat pertama kali semburan itu muncul.
Kediaman Kepala Desa Cinta Karya, Kecamatan Plakat Tinggi, Andi Irawan, mendadak heboh dengan semburan air dan gas di depan rumahnya pada Rabu (16/9/2026). Peristiwa mengejutkan ini terjadi pada malam hari, tepatnya pukul 23.00 WIB. Berdasarkan informasi yang dihimpun, suara gemuruh tiba-tiba mengejutkan warga sekitar saat pipa bor menembus kedalaman sekitar 25 meter, disusul material lumpur dan air yang meluncur deras ke udara. Awalnya, sang pemilik rumah melakukan aktivitas pengeboran sumur di pekarangan rumahnya untuk mendapatkan air bersih di tengah musim kemarau yang melanda. Namun, jangankan mendapatkan air jernih dari perut bumi, aktivitas tersebut justru memicu semburan air dahsyat setinggi 15 meter yang bercampur lumpur pekat dan aroma gas yang menyengat. Camat Plakat Tinggi, Rudi, SE, didampingi Kades Andi Irawan, saat dikonfirmasi membenarkan insiden tersebut. Ia menceritakan detik-detik saat pertama kali semburan itu muncul. "Waktu pertama menyembur, ketinggiannya mencapai 15 meter, dan sampai saat ini semburannya masih terus aktif, namun intensitasnya mulai berkurang," ujar Rudi, Jumat (18/9/2026). Mengantisipasi potensi bahaya susulan mengingat adanya aroma gas yang pekat, pihak kecamatan bergerak cepat. Koordinasi intensif langsung dilakukan dengan instansi terkait untuk penanganan darurat. "Kami langsung bergerak cepat dan melaporkan kejadian ini secara berjenjang kepada Bapak Bupati serta Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait agar segera diturunkan tim ahli," jelas Rudi. Sebagai langkah pencegahan, area di sekitar titik semburan kini telah dipasangi garis pembatas dan dinyatakan steril dari aktivitas warga. Demi keselamatan, Kepala Desa Andi Irawan beserta seluruh anggota keluarganya untuk sementara waktu telah dievakuasi dan mengungsi ke tempat yang lebih aman. Menariknya, di balik kepanikan akibat terjangan lumpur dan bau gas, terselip secercah harapan. Rudi mengungkapkan bahwa kualitas fisik air yang dihasilkan sebenarnya memiliki potensi yang cukup baik, meskipun memerlukan penanganan khusus. "Berdasarkan pemantauan kami di lapangan, kualitas airnya sebenarnya cukup bagus dan jernih. Setelah air yang keluar diendapkan selama beberapa jam, tampilannya sangat bersih," ungkap Rudi. Kendati demikian, pihak berwenang tetap meminta masyarakat untuk tidak mendekat. Warga sekitar harus tetap waspada karena keluarnya air disertai semburan lumpur bertekanan tinggi, ditambah adanya indikasi bau gas yang cukup kuat. "Keselamatan warga adalah prioritas utama kami saat ini. Saat ini tim evakuasi dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), serta Bagian Sumber Daya Alam (SDA) tengah melakukan penanganan terhadap sumur bor tersebut," tutup Camat. Sementara itu, situasi terkini, semburan gas dan air yang sebelumnya mencapai 15 meter sudah berangsur mereda. Bagian atas pengeboran langsung dipasang terpal agar semburan tidak mencemari lingkungan sekitar. Selain itu, tim dari BPBD Muba dibantu warga langsung mengambil langkah antisipatif untuk menyumbat sementara lubang pengeboran, sembari menunggu hasil penyelidikan dari pihak berwenang untuk menentukan langkah lanjutan terkait semburan sumur bor tersebut.

About