@vetcuaanh011:

vẹtt🪳
vẹtt🪳
Open In TikTok:
Region: VN
Monday 21 September 2026 05:37:45 GMT
98436
13087
0
1653

Music

Download

Comments

There are no more comments for this video.
To see more videos from user @vetcuaanh011, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Jumlah korban meninggal dunia akibat ledakan dahsyat yang menghancurkan sebuah rumah mewah di kawasan Perumahan Grand Polonia, Kecamatan Medan Polonia, Kota Medan, Sumatera Utara, bertambah menjadi tiga orang. Seluruh korban ditemukan tim SAR gabungan dalam kondisi meninggal dunia setelah sempat tertimbun reruntuhan bangunan.  Korban yang meninggal diketahui merupakan Jesika, istri pemilik rumah, serta dua perempuan lainnya yang bekerja sebagai asisten rumah tangga (ART) dan pengasuh anak (babysitter). Ketiganya ditemukan secara bertahap selama proses evakuasi yang berlangsung sejak Senin hingga Selasa (21/7/2026).  Sementara itu, empat korban lainnya berhasil selamat meski mengalami luka-luka dan telah mendapatkan perawatan medis di rumah sakit.  Hingga kini, penyebab pasti ledakan masih dalam penyelidikan. Namun, hasil investigasi awal kepolisian mengarah pada dugaan kebocoran pipa gas bawah tanah (pipa gas tanam). Dugaan tersebut muncul setelah tim melakukan pemeriksaan menggunakan alat pendeteksi gas di lokasi kejadian.  Kapolrestabes Medan Kombes Jean Calvijn Simanjuntak mengatakan pihaknya masih mendalami penyebab ledakan dengan melibatkan sejumlah pihak terkait untuk memastikan sumber kebocoran maupun faktor lain yang memicu insiden tersebut.  Meski dugaan mengarah pada kebocoran gas, kesaksian warga di sekitar lokasi justru menimbulkan tanda tanya. Ali, seorang pekerja bangunan yang sedang memasang keramik di rumah sebelah, mengaku hanya mendengar dentuman yang sangat keras tanpa melihat kobaran api.
Jumlah korban meninggal dunia akibat ledakan dahsyat yang menghancurkan sebuah rumah mewah di kawasan Perumahan Grand Polonia, Kecamatan Medan Polonia, Kota Medan, Sumatera Utara, bertambah menjadi tiga orang. Seluruh korban ditemukan tim SAR gabungan dalam kondisi meninggal dunia setelah sempat tertimbun reruntuhan bangunan. Korban yang meninggal diketahui merupakan Jesika, istri pemilik rumah, serta dua perempuan lainnya yang bekerja sebagai asisten rumah tangga (ART) dan pengasuh anak (babysitter). Ketiganya ditemukan secara bertahap selama proses evakuasi yang berlangsung sejak Senin hingga Selasa (21/7/2026). Sementara itu, empat korban lainnya berhasil selamat meski mengalami luka-luka dan telah mendapatkan perawatan medis di rumah sakit. Hingga kini, penyebab pasti ledakan masih dalam penyelidikan. Namun, hasil investigasi awal kepolisian mengarah pada dugaan kebocoran pipa gas bawah tanah (pipa gas tanam). Dugaan tersebut muncul setelah tim melakukan pemeriksaan menggunakan alat pendeteksi gas di lokasi kejadian. Kapolrestabes Medan Kombes Jean Calvijn Simanjuntak mengatakan pihaknya masih mendalami penyebab ledakan dengan melibatkan sejumlah pihak terkait untuk memastikan sumber kebocoran maupun faktor lain yang memicu insiden tersebut. Meski dugaan mengarah pada kebocoran gas, kesaksian warga di sekitar lokasi justru menimbulkan tanda tanya. Ali, seorang pekerja bangunan yang sedang memasang keramik di rumah sebelah, mengaku hanya mendengar dentuman yang sangat keras tanpa melihat kobaran api.

About