@daadzz7: #frases #pretoebranco #viral

￴￴
￴￴
Open In TikTok:
Region: BR
Sunday 27 September 2026 22:31:13 GMT
714506
108266
215
9189

Music

Download

Comments

mtfeemdeuus1
thales :
eu sou tão burro,que mesmo os outros agindo de má fé comigo,a minha bondade nunca mudou
2026-09-29 15:27:45
43
lucas.moneylab
Lucas Martins :
Como o tik tok sempre acerta?
2026-09-30 01:47:31
41
lucas57_05
Lucas :
a bondade sempre vai ser a melhor opção
2026-10-13 03:32:49
3
usuariojhz
🫯 :
e no final eu continuo sendo o msm cara com a msm bondade e lealdade.
2026-10-02 01:12:22
12
notfoundtired
notfound’tired :
Será q vale a pena não pagar na mesma moeda?..
2026-10-13 20:51:52
1
dzin_463
Dzin_46 :
@: eu sou tão burro,que mesmo os outros agindo de má fé comigo,a minha bondade nunca mudou
2026-10-03 21:06:26
6
arischhyh13
Carvalho ❤️‍🔥 :
A bondade sempre vai prevalecer
2026-10-13 01:34:24
0
geisondesouza1
geison :
JESUS NÃO DORME.......ELE ESTÁ VENDO TUDO
2026-10-05 11:02:45
2
luccacash07
Lucca👑 :
Arrumando a fy
2026-10-12 05:45:42
1
dudhss_0
mr_eduardawl :
solta o texto ai
2026-10-10 02:18:11
0
_feptudo33
￴ :
eu sou tão burro,que mesmo os outros agindo de má fé comigo,a minha bondade nunca mudou
2026-09-30 10:46:34
1
___.volto.em..2027
Volto em 2027 :
Como o tik tok sempre acerta?
2026-10-08 07:09:41
2
golzin76
golzin :
pq isso tá aparecendo pra mim..
2026-09-28 04:23:08
3
jj4dsonn
￴ :
é desse lado ttk 🍀
2026-09-28 12:25:32
3
diaszzvlx_
ديفيد :
pprt..
2026-09-30 15:11:31
0
user97rcg
user97rcg :
Mais não seja bom demais pra quem não é leal contigo, se afaste
2026-10-01 20:51:07
1
ng_lindokkj
paz inabalável :
eu sou tão burro, que mesmo os outros agindo de má fé comigo, a minha bondade nunca mudou
2026-10-03 15:48:10
3
pedroriquee
￴ ￴ ￴ ￴ ￴ ￴ ￴ ￴￴ ￴ ￴ ￴ ￴ ￴ :
eu sou tão burro,que mesmo os outros agindo de má fé comigo,a minha bondade nunca mudou
2026-09-30 14:20:11
3
eo.henri7sx
￴￴￴ ￴￴ ￴￴￴￴ ￴￴ ￴￴ ￴￴￴ ￴￴ ￴￴￴￴ :
Bondade sempre a mlhr opçao
2026-10-15 04:28:45
0
yan_hzx
yan_hzx :
nao é nem burrice, quem é bom e gentil no final nao sai perdendo nada nesse mundo
2026-10-10 03:05:40
2
inspiraverso_
Inspiraverso :
Não perde nada por ter um bom coração manin
2026-10-15 04:05:34
0
nuneszzww
￴￴ ￴ ￴ ￴ ￴￴ ￴￴ ￴ ￴ ￴ ￴ ￴ ￴￴￴￴ :
ajeitando minha fy
2026-10-11 15:06:51
1
sla123_m
sla123_m :
eu sou tão burro,que mesmo os outros agindo de má fé comigo,a minha bondade nunca mudou
2026-10-15 00:53:46
0
dlassis_fe
🗽 :
2026-10-10 14:24:12
1
eduardokoesteer_
سلام :
papo
2026-09-30 17:11:54
0
To see more videos from user @daadzz7, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Ketika Hanya Allah yang Ditakuti Takut kepada Allah bukanlah ketakutan yang membuat manusia mengecil. Justru ia membebaskan. Sebab ketika hanya Allah yang dibesarkan di dalam hati, dunia perlahan kehilangan kuasanya untuk menakut-nakuti. Banyak manusia sebenarnya tidak sedang diperbudak oleh kemiskinan, melainkan oleh ketakutan menjadi miskin. Belum miskin, tetapi sudah berani berbohong demi uang. Belum kehilangan jabatan, tetapi sudah menjilat agar tetap dipertahankan. Belum ditinggalkan manusia, tetapi sudah menggadaikan prinsip karena takut tidak mempunyai teman. Ada pula yang takut kehilangan pengikut. Maka kebenaran mulai dipilih-pilih: yang membuat orang senang disampaikan, yang membuat orang pergi disembunyikan. Ia akhirnya tidak lagi bertanya, “Apakah Allah ridha kepadaku?” tetapi diam-diam bertanya, “Apakah manusia masih menyukaiku?” Di situlah ketakutan kepada makhluk berubah menjadi berhala yang sangat halus. Padahal manusia yang kita takuti itu sama rapuhnya dengan kita. Orang yang kita harapkan pujiannya akan mati. Orang yang kita takutkan kemarahannya akan mati. Jabatan akan berpindah tangan, kekayaan akan ditinggalkan, pengikut akan mencari tokoh lain, dan keramaian suatu hari akan pulang meninggalkan kita sendirian. Lalu untuk apa merendahkan jiwa di hadapan sesuatu yang sama-sama fana? Seorang hamba yang mengenal Allah perlahan belajar berdiri tegak. Bukan karena merasa hebat, melainkan karena mengetahui kepada siapa ia harus bersujud. Ia tetap menghormati manusia, tetapi tidak menjilat. Ia tetap membutuhkan pekerjaan, tetapi tidak menjual kejujuran. Ia mencintai sahabat, tetapi tidak menggadaikan prinsip demi mempertahankan pertemanan. Ia bersyukur ketika banyak orang mengikutinya, tetapi tidak hancur ketika suatu hari mereka meninggalkannya. Sebab pusat kehidupannya bukan manusia. Pusatnya adalah Allah. Maka takutlah kehilangan ridha Allah, bukan kehilangan tepuk tangan manusia. Takutlah hati menjadi gelap, bukan sekadar dompet menjadi tipis. Takutlah jauh dari-Nya, bukan sekadar kehilangan kedudukan di hadapan makhluk. Sebab ketika hati benar-benar takut kepada Allah, ada kemerdekaan yang diam-diam tumbuh di dalam dada: kita tidak lagi perlu merendahkan diri di hadapan dunia, karena hati telah bersujud hanya kepada Pemilik dunia. #ngajibareng
Ketika Hanya Allah yang Ditakuti Takut kepada Allah bukanlah ketakutan yang membuat manusia mengecil. Justru ia membebaskan. Sebab ketika hanya Allah yang dibesarkan di dalam hati, dunia perlahan kehilangan kuasanya untuk menakut-nakuti. Banyak manusia sebenarnya tidak sedang diperbudak oleh kemiskinan, melainkan oleh ketakutan menjadi miskin. Belum miskin, tetapi sudah berani berbohong demi uang. Belum kehilangan jabatan, tetapi sudah menjilat agar tetap dipertahankan. Belum ditinggalkan manusia, tetapi sudah menggadaikan prinsip karena takut tidak mempunyai teman. Ada pula yang takut kehilangan pengikut. Maka kebenaran mulai dipilih-pilih: yang membuat orang senang disampaikan, yang membuat orang pergi disembunyikan. Ia akhirnya tidak lagi bertanya, “Apakah Allah ridha kepadaku?” tetapi diam-diam bertanya, “Apakah manusia masih menyukaiku?” Di situlah ketakutan kepada makhluk berubah menjadi berhala yang sangat halus. Padahal manusia yang kita takuti itu sama rapuhnya dengan kita. Orang yang kita harapkan pujiannya akan mati. Orang yang kita takutkan kemarahannya akan mati. Jabatan akan berpindah tangan, kekayaan akan ditinggalkan, pengikut akan mencari tokoh lain, dan keramaian suatu hari akan pulang meninggalkan kita sendirian. Lalu untuk apa merendahkan jiwa di hadapan sesuatu yang sama-sama fana? Seorang hamba yang mengenal Allah perlahan belajar berdiri tegak. Bukan karena merasa hebat, melainkan karena mengetahui kepada siapa ia harus bersujud. Ia tetap menghormati manusia, tetapi tidak menjilat. Ia tetap membutuhkan pekerjaan, tetapi tidak menjual kejujuran. Ia mencintai sahabat, tetapi tidak menggadaikan prinsip demi mempertahankan pertemanan. Ia bersyukur ketika banyak orang mengikutinya, tetapi tidak hancur ketika suatu hari mereka meninggalkannya. Sebab pusat kehidupannya bukan manusia. Pusatnya adalah Allah. Maka takutlah kehilangan ridha Allah, bukan kehilangan tepuk tangan manusia. Takutlah hati menjadi gelap, bukan sekadar dompet menjadi tipis. Takutlah jauh dari-Nya, bukan sekadar kehilangan kedudukan di hadapan makhluk. Sebab ketika hati benar-benar takut kepada Allah, ada kemerdekaan yang diam-diam tumbuh di dalam dada: kita tidak lagi perlu merendahkan diri di hadapan dunia, karena hati telah bersujud hanya kepada Pemilik dunia. #ngajibareng

About