@.alhasni.678: عـــلي بـحـــر/هجــران🔏❤️💜 #اكسبلورexplore_فولو_لايك_تعليق❤️ #فرقه_الاخوه_البحرينيه_🇧🇭 #علي_بحر_عشق_لن_ينتهي💯❤️ #خالد_الذوادي_الأسطورة🥰🎶👑🎸 ┈┉┅━❀💜𓆩.𝑲𝑰𝑵𝑮.𓆪❤️❀━┅┉┈

𝑨𝑳⍣⃝🇴🇲𝐻𝐴𝑆𝑁𝐼
𝑨𝑳⍣⃝🇴🇲𝐻𝐴𝑆𝑁𝐼
Open In TikTok:
Region: OM
Monday 28 September 2026 15:31:06 GMT
1802
175
130
66

Music

Download

Comments

3m_1991
ِ3𝐌 :
🌸🌸ذوقـــــــ 🌻🌻جمـــــــال 🌼🌼 روعـــــــه 🌺🌺 فـــــــن 🍃🍃ابـــــــداع 🌷🌷 تألـــــــق ✨✨
2026-09-28 16:25:30
1
q_aljabri
🇴🇲✰الجـــابـريQ✰ :
👌👌
2026-09-28 18:46:20
1
sahran296
2night_stay7 :
علي بحر 💔
2026-09-29 05:31:23
0
a8vv_
؏🇦🇪 :
كَي لآ تصآبُبّالخَيبه لآ تَرسُم فِي مُخيلتك أنّأحَدهُم لآ يَتغير.
2026-09-28 20:52:09
1
srt2224
❥︎ALI 𓅓 :
2026-09-28 16:58:21
1
28_ah000d
𝑨𝒍 𝑶𝒉𝒐𝒐𝒅🇴🇲🖤🦅. :
(كذب يا فلان ما توفي ابد وياي)🖤.
2026-09-28 16:10:56
1
qass105
قــآسـ 𝓑𝓪𝓱𝓪𝓻 ـم🎸 :
كلك ذووووق اخوي
2026-09-29 07:10:30
0
adilmurad146
عادل المازمي :
2026-09-28 18:43:07
0
aziz11bh
abdulaziz alsairafi :
2026-09-28 21:05:52
1
m3208342
✰﮼سمراء﮼🦋 :
ذووووق راقي اخ الحسسسسني 🥰🌷
2026-09-28 16:11:52
0
iiiihh017
🌹حّـبٍ وشٌـقْىٓ 🇧🇭 :
2026-09-28 19:39:59
0
ammsamarabdulla
♡♡🍃🌸Rose🌸🍃♡♡ :
(¯´•._.• الأيام لا تعوض، وفراغ البال أثمن بكثير من إرضاء من لا يدركون قيمتك ونفسك عليك حق واسعادها واجب وليست انانية ..دمت شيئا رائع وجميل لا مثيل لك •._.•´¯)
2026-09-28 16:38:00
0
user6181724561117
الجوري :
ما تتدري زرعت شوق وحسرات فقلبي 💔💔
2026-09-28 16:24:33
0
lelmot_melaad
🇦🇪لــلـمــوۗت مــيـلـاد🇦 :
🥀⚘طـرﺣ͠ــت🥀⚘فـابدعـت🥀⚘ دمـت⚘🥀 وْدام🥀⚘عـطـائڪْ⚘🥀 وْدائمـا⚘🥀بـانـتــظـار⚘🥀 جديـدڪْ🥀⚘ اڵــﺷ͠ـيْـق⚘🥀 ڵـڪْ🥀⚘اڵـﺷ͠ـڪْــر⚘🥀 وْاڵـتـقـديـر⚘🥀
2026-09-28 19:27:10
0
albasim299
BÄŚÏM 🥀🕊 :
2026-09-28 15:40:51
0
26zahra27
🦢 Zahra♑ :
2026-09-28 20:12:35
0
qmry11
🌷قماري….🌷 :
2026-09-28 15:50:09
0
umsaud73
أم سعود _ 🇧🇭 :
2026-09-28 18:54:54
0
faizaaaaa82
فايزة :
2026-09-28 16:53:23
0
abeer885
ع🦋 :
2026-09-28 16:32:48
0
hnooona550
حنونه :
2026-09-28 16:08:57
0
albasim299
BÄŚÏM 🥀🕊 :
@B:🌹🌿⚪️🌹⃠🤍🌹⃠ ❤️🌹⃠🌿🌹⃠🍃🌹⃠🍃🌹⃠🤍🌹🤍🌹⃠🌿⚪️🌹⃠🤍🌹⃠❤️🌹⃠🌿🌹⃠🍃❤️🌹⃠🍃🌹⃠🤍🌹🤍🌹⃠🌿⚪️🌹⃠🤍🌹⃠❤️🌹⃠🌿🌹⃠🍃❤️🌹💜🌹💜🌹🌹🌿⚪️🌹⃠🤍🌹⃠ ❤️🌹⃠🌿🌹⃠🍃🌹⃠🍃🌹⃠🤍🌹
2026-09-28 15:40:02
0
To see more videos from user @.alhasni.678, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Ada suara yang tidak pernah sampai menjadi tangis. Ia tinggal di dada, berputar-putar di antara napas yang dipaksa tetap teratur. Tidak ada yang tahu berapa kali seseorang bisa berkata “baik” sebelum kata itu kehilangan maknanya. Aku pun tidak tahu. Barangkali manusia memang pandai menyembunyikan hal-hal yang paling ingin diselamatkan. Kita menyisir rambut, mengenakan pakaian, tersenyum ketika seseorang menyapa, lalu kembali ke kamar dan menatap langit-langit seolah di sana ada jawaban untuk sesuatu yang bahkan tidak sanggup kita tanyakan. Ada hari ketika aku tidak menangis. Bukan karena sudah sembuh. Mungkin karena air mata pun sudah kehabisan jalan. Yang tersisa hanya sesak yang datang tanpa mengetuk, dan sunyi yang terasa lebih berisik daripada keramaian. Aku pernah mengira yang paling menyakitkan adalah kehilangan. Ternyata bukan. Yang paling menyakitkan adalah ketika kita masih menyimpan sesuatu di tempat yang sudah lama tidak menyediakan ruang untuknya. Harapan. Nama. Percakapan yang tidak selesai. Kalimat yang seharusnya pernah diucapkan tetapi akhirnya menjadi percakapan yang hanya terjadi di kepala. Ada banyak hal yang tidak jadi kukatakan. Bukan karena tidak punya kata. Aku hanya terlalu sering menemukan bahwa beberapa kebenaran tidak mengubah apa-apa setelah diucapkan. Maka aku memilih diam. Dan diam, ternyata, bukan selalu tanda damai. Kadang ia adalah suara paling panjang dari seseorang yang sudah terlalu lama menahan dirinya sendiri. Malam datang. Lampu dipadamkan. Dunia perlahan mengecil menjadi sebuah kamar dan sepasang mata yang belum ingin terpejam. Di situlah semuanya kembali. Hal-hal yang siang tadi berhasil kusimpan dengan rapi. Datang tanpa permisi. Duduk di sampingku. Tidak berkata apa-apa. Hanya membuat dada ini kembali penuh. Aku ingin mengeluarkannya. Tetapi bagaimana cara membuang sesuatu yang tidak memiliki bentuk? Kecewa tidak bisa dilempar. Rindu tidak bisa dikubur. Takut tidak bisa ditinggalkan di depan pintu. Dan luka yang tidak terlihat tidak selalu memiliki darah untuk membuktikan bahwa ia ada. Jadi aku membiarkannya tinggal. Untuk malam ini. Bukan karena aku menyukainya. Hanya karena aku sudah terlalu lelah untuk terus mengusirnya. Mungkin besok aku akan kembali menjadi perempuan yang pandai merangkai kalimat. Mungkin aku akan kembali menulis tentang bagaimana manusia harus menerima hidupnya. Tapi malam ini aku tidak ingin menjadi penulis. Aku hanya ingin duduk bersama diriku sendiri, mendengarkan suara kecil yang selama ini selalu kalah oleh suara dunia. Ia tidak berteriak. Ia bahkan tidak meminta apa-apa. Ia hanya berbisik, “Jangan tinggalkan aku juga.” Dan untuk pertama kalinya aku tidak menjawab dengan nasihat. Aku hanya diam. Menangis pelan. Lalu tinggal. Tetap tinggal. Sebab mungkin, ada malam-malam tertentu yang tidak datang untuk diselesaikan. Ia hanya datang untuk mengajarkan kita bahwa bahkan ketika seluruh dunia tidak tahu bagaimana rasanya menjadi kita, setidaknya… kita jangan menjadi orang terakhir yang meninggalkan diri sendiri. by
Ada suara yang tidak pernah sampai menjadi tangis. Ia tinggal di dada, berputar-putar di antara napas yang dipaksa tetap teratur. Tidak ada yang tahu berapa kali seseorang bisa berkata “baik” sebelum kata itu kehilangan maknanya. Aku pun tidak tahu. Barangkali manusia memang pandai menyembunyikan hal-hal yang paling ingin diselamatkan. Kita menyisir rambut, mengenakan pakaian, tersenyum ketika seseorang menyapa, lalu kembali ke kamar dan menatap langit-langit seolah di sana ada jawaban untuk sesuatu yang bahkan tidak sanggup kita tanyakan. Ada hari ketika aku tidak menangis. Bukan karena sudah sembuh. Mungkin karena air mata pun sudah kehabisan jalan. Yang tersisa hanya sesak yang datang tanpa mengetuk, dan sunyi yang terasa lebih berisik daripada keramaian. Aku pernah mengira yang paling menyakitkan adalah kehilangan. Ternyata bukan. Yang paling menyakitkan adalah ketika kita masih menyimpan sesuatu di tempat yang sudah lama tidak menyediakan ruang untuknya. Harapan. Nama. Percakapan yang tidak selesai. Kalimat yang seharusnya pernah diucapkan tetapi akhirnya menjadi percakapan yang hanya terjadi di kepala. Ada banyak hal yang tidak jadi kukatakan. Bukan karena tidak punya kata. Aku hanya terlalu sering menemukan bahwa beberapa kebenaran tidak mengubah apa-apa setelah diucapkan. Maka aku memilih diam. Dan diam, ternyata, bukan selalu tanda damai. Kadang ia adalah suara paling panjang dari seseorang yang sudah terlalu lama menahan dirinya sendiri. Malam datang. Lampu dipadamkan. Dunia perlahan mengecil menjadi sebuah kamar dan sepasang mata yang belum ingin terpejam. Di situlah semuanya kembali. Hal-hal yang siang tadi berhasil kusimpan dengan rapi. Datang tanpa permisi. Duduk di sampingku. Tidak berkata apa-apa. Hanya membuat dada ini kembali penuh. Aku ingin mengeluarkannya. Tetapi bagaimana cara membuang sesuatu yang tidak memiliki bentuk? Kecewa tidak bisa dilempar. Rindu tidak bisa dikubur. Takut tidak bisa ditinggalkan di depan pintu. Dan luka yang tidak terlihat tidak selalu memiliki darah untuk membuktikan bahwa ia ada. Jadi aku membiarkannya tinggal. Untuk malam ini. Bukan karena aku menyukainya. Hanya karena aku sudah terlalu lelah untuk terus mengusirnya. Mungkin besok aku akan kembali menjadi perempuan yang pandai merangkai kalimat. Mungkin aku akan kembali menulis tentang bagaimana manusia harus menerima hidupnya. Tapi malam ini aku tidak ingin menjadi penulis. Aku hanya ingin duduk bersama diriku sendiri, mendengarkan suara kecil yang selama ini selalu kalah oleh suara dunia. Ia tidak berteriak. Ia bahkan tidak meminta apa-apa. Ia hanya berbisik, “Jangan tinggalkan aku juga.” Dan untuk pertama kalinya aku tidak menjawab dengan nasihat. Aku hanya diam. Menangis pelan. Lalu tinggal. Tetap tinggal. Sebab mungkin, ada malam-malam tertentu yang tidak datang untuk diselesaikan. Ia hanya datang untuk mengajarkan kita bahwa bahkan ketika seluruh dunia tidak tahu bagaimana rasanya menjadi kita, setidaknya… kita jangan menjadi orang terakhir yang meninggalkan diri sendiri. by "ocha"

About