@benafshayusef:

ترانه بی وطن
ترانه بی وطن
Open In TikTok:
Region: DE
Friday 02 October 2026 03:16:45 GMT
462
54
2
2

Music

Download

Comments

nyamaznaceniye.im
Nyamaznaceniye imaznaceniye :
🤲🤲🤲
2026-10-02 03:44:24
0
nooorzai01
🧿F.Noorzai🧿 :
❤️❤️❤️
2026-10-02 08:43:24
0
To see more videos from user @benafshayusef, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Di Balik Kesederhanaan Hafid di Bawah Kolong Jembatan Kadilangu Di balik kehidupannya yang sederhana di bawah kolong jembatan kawasan Kadilangu, Demak, Hafid mengaku pernah menjalani kehidupan yang penuh pencapaian. Ia mengaku merupakan lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (UI), kemudian melanjutkan pendidikan spesialis THT di Singapura dan menempuh studi selama empat tahun di Italia. Setelah kembali ke Indonesia, Hafid bersama istrinya yang juga seorang dokter membuka sebuah apotek di Jember. Namun, kebahagiaan itu berubah setelah sebuah tragedi kecelakaan merenggut orang-orang yang paling dicintainya. Ia kehilangan ibu, istri tercinta, serta anak semata wayangnya yang disebut pernah menempuh pendidikan di Jerman. Kehilangan tersebut membuat kehidupan Hafid berubah sepenuhnya. «“Setelah mereka meninggal, saya tinggalkan semuanya. Apotek saya tutup, pekerjaan saya lepas,” ujar Hafid.» Sejak sekitar sembilan tahun lalu, Hafid memilih tinggal di sebuah gubuk sederhana berdinding bambu berukuran sekitar 2×4 meter, di bawah kolong jembatan dekat Bendung Sungai Kalijajar, Kadilangu. Hari-harinya dijalani dengan sederhana. Ia berjalan menuju Masjid Kadilangu untuk beribadah, kemudian melanjutkan perjalanan ke makam Sunan Kalijaga. Selebihnya, ia lebih banyak menghabiskan waktu seorang diri di tempat tinggalnya sambil membaca Al-Qur’an. Hafid mengaku mampu membaca satu hingga tiga juz Al-Qur’an setiap hari. Meski masih memiliki keluarga besar dan sebuah pondok pesantren di Jember, Hafid mengaku tidak betah tinggal terlalu lama di rumah. Ia merupakan anak tunggal dan memiliki tiga adik angkat yang semuanya merupakan sarjana di bidang kesehatan. Sesekali ia pulang ke Jember. Namun, pada akhirnya Hafid kembali lagi ke Kadilangu. Kisah Hafid mengingatkan kita bahwa di balik kehidupan seseorang yang terlihat sederhana, bisa tersimpan perjalanan hidup yang panjang, penuh pencapaian, sekaligus luka dan kehilangan yang tidak terlihat oleh orang lain. Setiap manusia memiliki cerita. Dan terkadang, kita hanya melihat halaman terakhirnya tanpa pernah tahu seluruh kisah yang telah dilaluinya. #beritaviral
Di Balik Kesederhanaan Hafid di Bawah Kolong Jembatan Kadilangu Di balik kehidupannya yang sederhana di bawah kolong jembatan kawasan Kadilangu, Demak, Hafid mengaku pernah menjalani kehidupan yang penuh pencapaian. Ia mengaku merupakan lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (UI), kemudian melanjutkan pendidikan spesialis THT di Singapura dan menempuh studi selama empat tahun di Italia. Setelah kembali ke Indonesia, Hafid bersama istrinya yang juga seorang dokter membuka sebuah apotek di Jember. Namun, kebahagiaan itu berubah setelah sebuah tragedi kecelakaan merenggut orang-orang yang paling dicintainya. Ia kehilangan ibu, istri tercinta, serta anak semata wayangnya yang disebut pernah menempuh pendidikan di Jerman. Kehilangan tersebut membuat kehidupan Hafid berubah sepenuhnya. «“Setelah mereka meninggal, saya tinggalkan semuanya. Apotek saya tutup, pekerjaan saya lepas,” ujar Hafid.» Sejak sekitar sembilan tahun lalu, Hafid memilih tinggal di sebuah gubuk sederhana berdinding bambu berukuran sekitar 2×4 meter, di bawah kolong jembatan dekat Bendung Sungai Kalijajar, Kadilangu. Hari-harinya dijalani dengan sederhana. Ia berjalan menuju Masjid Kadilangu untuk beribadah, kemudian melanjutkan perjalanan ke makam Sunan Kalijaga. Selebihnya, ia lebih banyak menghabiskan waktu seorang diri di tempat tinggalnya sambil membaca Al-Qur’an. Hafid mengaku mampu membaca satu hingga tiga juz Al-Qur’an setiap hari. Meski masih memiliki keluarga besar dan sebuah pondok pesantren di Jember, Hafid mengaku tidak betah tinggal terlalu lama di rumah. Ia merupakan anak tunggal dan memiliki tiga adik angkat yang semuanya merupakan sarjana di bidang kesehatan. Sesekali ia pulang ke Jember. Namun, pada akhirnya Hafid kembali lagi ke Kadilangu. Kisah Hafid mengingatkan kita bahwa di balik kehidupan seseorang yang terlihat sederhana, bisa tersimpan perjalanan hidup yang panjang, penuh pencapaian, sekaligus luka dan kehilangan yang tidak terlihat oleh orang lain. Setiap manusia memiliki cerita. Dan terkadang, kita hanya melihat halaman terakhirnya tanpa pernah tahu seluruh kisah yang telah dilaluinya. #beritaviral

About