@livv.paddock:

Liv
Liv
Open In TikTok:
Region: GB
Friday 02 October 2026 21:37:31 GMT
8781
783
3
52

Music

Download

Comments

ayowhxs
ayowhxs :
i’m seein it
2026-10-14 03:56:37
0
user1248402369919
user1248402369919 :
Ermosura
2026-10-08 01:55:30
0
drewq50
Drew :
respectfully, no.
2026-10-04 19:17:39
0
To see more videos from user @livv.paddock, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Apakah manusia sedang mengenal Tuhan, atau hanya membentuk gambaran tentang Tuhan berdasarkan dirinya sendiri? Pertanyaan semacam ini dapat ditemukan dalam pemikiran Xenophanes dari Kolophon, filsuf dan penyair Yunani yang hidup sekitar akhir abad ke-6 hingga awal abad ke-5 SM. Dalam Fragmen B14, Xenophanes menyatakan bahwa manusia membayangkan para dewa memiliki pakaian, suara, dan tubuh seperti manusia. Dalam Fragmen B15, ia menggunakan contoh satiris: jika kuda, sapi, atau singa memiliki tangan dan mampu membuat gambar, mereka akan menggambarkan dewa dalam rupa mereka sendiri. Fragmen B16 kemudian menunjukkan bagaimana gambaran tentang dewa juga berbeda menurut kelompok manusia: orang Ethiopia menggambarkan dewa mereka dengan ciri fisik yang berbeda dari gambaran orang Thrakia. Fragmen-fragmen ini menjadi dasar pembahasan tentang antropomorfisme dalam konsepsi tentang dewa—kecenderungan memahami yang ilahi melalui bentuk dan karakteristik manusia. (Ensiklopedia Filsafat Stanford) Namun, Xenophanes tidak sekadar mengatakan bahwa manusia “menciptakan Tuhan.” Ia juga mengajukan konsepsi positif tentang yang ilahi. Dalam B23, misalnya, ia berbicara tentang “satu tuhan terbesar” yang tidak menyerupai manusia dalam tubuh maupun pikiran. Karena itu, isi video ini merupakan parafrasa dan pengembangan filosofis dari persoalan yang muncul dalam fragmen Xenophanes, bukan klaim bahwa Xenophanes secara literal mengatakan manusia menciptakan Tuhan. (Ensiklopedia Filsafat Stanford) Sumber utama: Xenophanes, DK 21 B14–B16, B23. Lihat juga: J. H. Lesher, Xenophanes of Colophon: Fragments: A Text and Translation with a Commentary (University of Toronto Press, 1992); Stanford Encyclopedia of Philosophy, “Xenophanes.” (Ensiklopedia Filsafat Stanford) #filsafat #filsuf #xenophanes #masukberanda #foryoupage
Apakah manusia sedang mengenal Tuhan, atau hanya membentuk gambaran tentang Tuhan berdasarkan dirinya sendiri? Pertanyaan semacam ini dapat ditemukan dalam pemikiran Xenophanes dari Kolophon, filsuf dan penyair Yunani yang hidup sekitar akhir abad ke-6 hingga awal abad ke-5 SM. Dalam Fragmen B14, Xenophanes menyatakan bahwa manusia membayangkan para dewa memiliki pakaian, suara, dan tubuh seperti manusia. Dalam Fragmen B15, ia menggunakan contoh satiris: jika kuda, sapi, atau singa memiliki tangan dan mampu membuat gambar, mereka akan menggambarkan dewa dalam rupa mereka sendiri. Fragmen B16 kemudian menunjukkan bagaimana gambaran tentang dewa juga berbeda menurut kelompok manusia: orang Ethiopia menggambarkan dewa mereka dengan ciri fisik yang berbeda dari gambaran orang Thrakia. Fragmen-fragmen ini menjadi dasar pembahasan tentang antropomorfisme dalam konsepsi tentang dewa—kecenderungan memahami yang ilahi melalui bentuk dan karakteristik manusia. (Ensiklopedia Filsafat Stanford) Namun, Xenophanes tidak sekadar mengatakan bahwa manusia “menciptakan Tuhan.” Ia juga mengajukan konsepsi positif tentang yang ilahi. Dalam B23, misalnya, ia berbicara tentang “satu tuhan terbesar” yang tidak menyerupai manusia dalam tubuh maupun pikiran. Karena itu, isi video ini merupakan parafrasa dan pengembangan filosofis dari persoalan yang muncul dalam fragmen Xenophanes, bukan klaim bahwa Xenophanes secara literal mengatakan manusia menciptakan Tuhan. (Ensiklopedia Filsafat Stanford) Sumber utama: Xenophanes, DK 21 B14–B16, B23. Lihat juga: J. H. Lesher, Xenophanes of Colophon: Fragments: A Text and Translation with a Commentary (University of Toronto Press, 1992); Stanford Encyclopedia of Philosophy, “Xenophanes.” (Ensiklopedia Filsafat Stanford) #filsafat #filsuf #xenophanes #masukberanda #foryoupage

About