@linhhuynh20022: Báo ko 😄#63tiengiang #xecuocmientay🥰 #xuhuong

linhhuynh20022
linhhuynh20022
Open In TikTok:
Region: VN
Sunday 04 October 2026 19:13:10 GMT
605
39
2
3

Music

Download

Comments

leanhluan2k3
Lê Anh Luân :
con lươn to quá nấu lẩu đi mua bia xuống nè
2026-10-04 23:01:52
1
To see more videos from user @linhhuynh20022, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Ajaran agama Islam adalah ajaran yg berdasarkan dalil dari Alquran & As-Sunnah yang shahihah, karena Allah mensyari'atkan ajaran agama Islam ini melalui dalil dari Alquran & As-Sunnah yang shahihah. Sedangkan para ulama rahimahullah bertugas berijtihad memahami dalil dan mengambil kesimpulan hukum darinya. Namun terkadang dalam berijtihad dan berfatwa, seorang ulama salah dlm memfatwakan hukum suatu permasalahan, karena fatwanya tdk sesuai dgn dalil yg ada dlm masalah tersebut.  Oleh karena itu, sikap seorang muslim adalah mengikuti ulama dgn baik, tanpa taqlid buta. Sehingga apabila ia mendapatkan ijtihad seorang imam madzhab itu bertentangan dgn dalil, maka ia akan menerima dalil dan meninggalkan pendapat ulama, hasil ijtihad tersebut. Prinsip inilah yg dipegang teguh oleh para imam madzhab yg empat, berikut penukilan ucapan mereka ; Berkata Ash-Shon'ani rahimahullah tentang hal itu, وأما الأئمة الأربعة؛ فإن كلاً منهم مصرح بأنه لا يقدم قوله على قول رسول الله صلى الله عليه وسلم Dan adapun Imam yg empat , masing² mereka terang²an menyatakan bahwa tidak boleh ada satu ucapan makhluk pun yg didahulukan daripada sabda Rasulullah ﷺ. [Irsyaadun Nuqqood ila taisiril Ijtihaad : 141] Berikut ini ucapan Imam yg empat rahimahumullah Ta'ala, 1. Imam Muhammad bin Idris Asy-Syafi'i rahimahullah,beliau berkata: إذا صح الحديث فهو مذهبي Jika sah sebuah hadits, maka itu adalah madzhabku. [Shifah Shalatin Nabi ﷺ, hal. 50] إذا وجدتم في كتابي خلاف سنة رسول الله صلى الله عليه وسلم؛ فقولوا بسنة رسول الله صلى الله عليه وسلم، ودعوا ما قلته Jika kalian mendapatkan di kitabku pendapatku yg menyelisihi Sunnah Rasulullah ﷺ, maka berpeganglah dgn Sunnah Rasulullah ﷺ dan tinggalkan apa yang telah aku katakan. [Shifah Shalatin Nabi ﷺ, hal. 50] 2. Imam Daril Hijrah, Malik bin Anas rahimahullah, إنما أنا بشر أخطىء وأصيب؛ فانظروا في رأيي؛ فكل ما وافق الكتاب والسنة؛ فخذوه، وكل ما لم يوافق الكتاب والسنة؛ فاتركوه Sesungguhnya saya manusia, saya bisa salah & bisa benar, maka perhatikanlah pendapatku, setiap yg sesuai dgn Al-Kitab dan As-Sunnah, maka ambillah dan setiap yg tidak  sesuai dgn Al-Kitab dan As-Sunnah, maka tinggalkanlah. [Shifah Shalatin Nabi ﷺ, hal.48] 3. Imam Abu Hanifah An-Nu'man bin Tsabit rahimahullah,beliau berkata: إذا صح الحديث فهو مذهبي Jika sah sebuah hadits, maka itu adalah madzhabku. [Shifah Shalatin Nabi ﷺ, hal.46] 4. Imam Ahmad bin Hanbal rahimahullah,beliau berkata: لا تقلدني ولا تقلد مالكًا ولا الشافعي ولا الأوزاعي ولا الثوري، وخذ من حيث أخذوا  (Jika mampu ) Janganlah kalian taqlid kepadaku, dan jangan pula kpd Imam Malik, Syafi'i, Auza'i dan Ats-Tsauri dan ambillah hukum dari sumber dalil yg mereka ambil (baca: dari Alquran dan As-Sunnah). [Shifah Shalatin Nabi ﷺ, hal. 53] Ketahuilah, Nabi ﷺ telah mengkabarkan kpd kita bahwa barangsiapa yang berpegang teguh dgn  Alquran dan As-Sunnah maka ia tdk akan sesat selamanya, تَرَكْتُ فِيكُمْ مَا إِنْ تَمَسَّكْتُمْ بِهِ لَنْ تَضِلُّوا بَعْدِي أَبَدًا كِتَابَ اللَّهِ وَسُنَّتِيْ Aku tinggalkan untuk kalian sesuatu. Jika kalian berpegang teguh kepadanya, kalian tidak akan sesat selama-lamanya, yaitu Kitab Allah dan Sunnahku. [Diriwayatkan Imam Malik dan yang lainnya ,dihasankan oleh Syaikh Al-Albani] Berprasangka baiklah kepada para ulama rahimahumullah Hanya saja yang perlu diperhatikan juga dlm konteks ini adalah kita tertuntut untuk berhati bersih dan berbaik sangka kpd para ulama kita rahimahumullah, bahwa seandainya didapatkan sebagian pendapat mereka yg menyelisihi dalil, maka kita bawakan kpd kemungkinan yg terbaik, semisal : bisa jadi ulama tersebut belum mengetahui dalil yang diselisihinya tersebut atau mengetahui namun memandangnya tdk shahih (jika dalilnya hadits) atau telah sampai kpdnya hadits tsb dan menshahihkannya, namun memahaminya dgn pemahaman yang tanpa disengaja terjatuh kedalam pemahaman yang tidak semestinya atau memandang dalil tsb ada pengecualiannya dan alasan yg lainnya.  Oleh karena itu, mari kita berusaha untuk mengetahui Islam ini berdasarkan dalilnya, serta mengamalkannya. ✍️ Sa'id Abu Ukasyah
Ajaran agama Islam adalah ajaran yg berdasarkan dalil dari Alquran & As-Sunnah yang shahihah, karena Allah mensyari'atkan ajaran agama Islam ini melalui dalil dari Alquran & As-Sunnah yang shahihah. Sedangkan para ulama rahimahullah bertugas berijtihad memahami dalil dan mengambil kesimpulan hukum darinya. Namun terkadang dalam berijtihad dan berfatwa, seorang ulama salah dlm memfatwakan hukum suatu permasalahan, karena fatwanya tdk sesuai dgn dalil yg ada dlm masalah tersebut.  Oleh karena itu, sikap seorang muslim adalah mengikuti ulama dgn baik, tanpa taqlid buta. Sehingga apabila ia mendapatkan ijtihad seorang imam madzhab itu bertentangan dgn dalil, maka ia akan menerima dalil dan meninggalkan pendapat ulama, hasil ijtihad tersebut. Prinsip inilah yg dipegang teguh oleh para imam madzhab yg empat, berikut penukilan ucapan mereka ; Berkata Ash-Shon'ani rahimahullah tentang hal itu, وأما الأئمة الأربعة؛ فإن كلاً منهم مصرح بأنه لا يقدم قوله على قول رسول الله صلى الله عليه وسلم Dan adapun Imam yg empat , masing² mereka terang²an menyatakan bahwa tidak boleh ada satu ucapan makhluk pun yg didahulukan daripada sabda Rasulullah ﷺ. [Irsyaadun Nuqqood ila taisiril Ijtihaad : 141] Berikut ini ucapan Imam yg empat rahimahumullah Ta'ala, 1. Imam Muhammad bin Idris Asy-Syafi'i rahimahullah,beliau berkata: إذا صح الحديث فهو مذهبي Jika sah sebuah hadits, maka itu adalah madzhabku. [Shifah Shalatin Nabi ﷺ, hal. 50] إذا وجدتم في كتابي خلاف سنة رسول الله صلى الله عليه وسلم؛ فقولوا بسنة رسول الله صلى الله عليه وسلم، ودعوا ما قلته Jika kalian mendapatkan di kitabku pendapatku yg menyelisihi Sunnah Rasulullah ﷺ, maka berpeganglah dgn Sunnah Rasulullah ﷺ dan tinggalkan apa yang telah aku katakan. [Shifah Shalatin Nabi ﷺ, hal. 50] 2. Imam Daril Hijrah, Malik bin Anas rahimahullah, إنما أنا بشر أخطىء وأصيب؛ فانظروا في رأيي؛ فكل ما وافق الكتاب والسنة؛ فخذوه، وكل ما لم يوافق الكتاب والسنة؛ فاتركوه Sesungguhnya saya manusia, saya bisa salah & bisa benar, maka perhatikanlah pendapatku, setiap yg sesuai dgn Al-Kitab dan As-Sunnah, maka ambillah dan setiap yg tidak  sesuai dgn Al-Kitab dan As-Sunnah, maka tinggalkanlah. [Shifah Shalatin Nabi ﷺ, hal.48] 3. Imam Abu Hanifah An-Nu'man bin Tsabit rahimahullah,beliau berkata: إذا صح الحديث فهو مذهبي Jika sah sebuah hadits, maka itu adalah madzhabku. [Shifah Shalatin Nabi ﷺ, hal.46] 4. Imam Ahmad bin Hanbal rahimahullah,beliau berkata: لا تقلدني ولا تقلد مالكًا ولا الشافعي ولا الأوزاعي ولا الثوري، وخذ من حيث أخذوا  (Jika mampu ) Janganlah kalian taqlid kepadaku, dan jangan pula kpd Imam Malik, Syafi'i, Auza'i dan Ats-Tsauri dan ambillah hukum dari sumber dalil yg mereka ambil (baca: dari Alquran dan As-Sunnah). [Shifah Shalatin Nabi ﷺ, hal. 53] Ketahuilah, Nabi ﷺ telah mengkabarkan kpd kita bahwa barangsiapa yang berpegang teguh dgn  Alquran dan As-Sunnah maka ia tdk akan sesat selamanya, تَرَكْتُ فِيكُمْ مَا إِنْ تَمَسَّكْتُمْ بِهِ لَنْ تَضِلُّوا بَعْدِي أَبَدًا كِتَابَ اللَّهِ وَسُنَّتِيْ Aku tinggalkan untuk kalian sesuatu. Jika kalian berpegang teguh kepadanya, kalian tidak akan sesat selama-lamanya, yaitu Kitab Allah dan Sunnahku. [Diriwayatkan Imam Malik dan yang lainnya ,dihasankan oleh Syaikh Al-Albani] Berprasangka baiklah kepada para ulama rahimahumullah Hanya saja yang perlu diperhatikan juga dlm konteks ini adalah kita tertuntut untuk berhati bersih dan berbaik sangka kpd para ulama kita rahimahumullah, bahwa seandainya didapatkan sebagian pendapat mereka yg menyelisihi dalil, maka kita bawakan kpd kemungkinan yg terbaik, semisal : bisa jadi ulama tersebut belum mengetahui dalil yang diselisihinya tersebut atau mengetahui namun memandangnya tdk shahih (jika dalilnya hadits) atau telah sampai kpdnya hadits tsb dan menshahihkannya, namun memahaminya dgn pemahaman yang tanpa disengaja terjatuh kedalam pemahaman yang tidak semestinya atau memandang dalil tsb ada pengecualiannya dan alasan yg lainnya.  Oleh karena itu, mari kita berusaha untuk mengetahui Islam ini berdasarkan dalilnya, serta mengamalkannya. ✍️ Sa'id Abu Ukasyah

About