@okmdigital: Government doesn't kill animals.

OKM Digital
OKM Digital
Open In TikTok:
Region: KE
Wednesday 07 October 2026 13:55:45 GMT
74339
7088
339
59

Music

Download

Comments

lesampei191
S E M P E L E🎗🥉 :
Give us the names of police officers who killed the livestock
2026-10-07 17:42:35
14
harrisonmaina1301
harrisonmaina1301 :
want are you saying
2026-10-07 21:45:08
1
voke.timmy0
Voke Timmy :
this guy will make sure Ruto is a one term president
2026-10-07 14:40:45
87
user9816952260533gfssttg
lenawatoop profile :
so it means that the cows kills themselves sindio
2026-10-07 15:15:07
34
.nkoitikoisak
ISAK OFFICIAL 🩺💊 :
we know police can't kill animal without the consent of government
2026-10-07 14:37:33
5
rockkzzzzz
Rockz Jeremy :
what are you saying
2026-10-08 05:17:25
1
user6259506346975
penina 12 :
and who give police oder weeee
2026-10-07 17:59:54
10
_did_00
Fearme :
yes it's a police officer with a government consent😳😳
2026-10-07 15:27:16
17
ntachatlang
NTACHAT Lang💫 :
chairman point of order ✋
2026-10-07 14:49:46
8
dennoh283.huncho
254VOX :
We don't have a country here 😭
2026-10-07 17:35:47
2
rck_92
RCK :
bure kabisa
2026-10-07 16:12:28
5
racheltiman
timrich@tiktok :
kaiba sirkali e kenya
2026-10-08 05:07:22
2
bekinagz1
Babake Sian🇰🇪🪖 :
this guy will make sure Ruto is a one term president💔
2026-10-07 18:02:17
2
user2923316142037
Len -Len 🦋 :
and who gave them the permission to do so
2026-10-07 17:08:01
0
kabisa890
user123 :
huyu ni nani sasa?
2026-10-08 11:12:42
2
konanabentex
Eng🔭Bentex :
kuna siku umesema bado na bado operation itaendelea kumeendaje Tena mzee
2026-10-07 17:33:33
5
david.kironkai
David Kironkai :
Am not understanding you sasa ng'ombe ilikua inapigana na maaskarii amah
2026-10-07 20:31:56
3
saruni.saruni36
ole parkire :
nonsense
2026-10-07 19:02:43
2
fellyfelly254
Felly254 :
who killed
2026-10-08 08:56:46
1
dicksonlekarato7
TEACHER DICKSON🎓🎓 :
who killed
2026-10-07 19:01:48
2
masoeloisilale
mamake :
by who's oder
2026-10-08 02:34:08
2
jonkan59
K. :
this is a great performer
2026-10-07 19:46:45
1
naipanoi.ai
Beauty 034❣️💟 :
I hate this man
2026-10-08 05:25:17
1
kelvinkipkorirkip
Hon Kelvin Kipruto, :
super cs ,,
2026-10-07 15:03:57
3
josephmuriithi18
josephmuriithi18 OPP :
we are not fools . who gave them orders
2026-10-07 16:37:24
3
To see more videos from user @okmdigital, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Warga Gang Rajawali, RT 12, Lingkungan 3, Kelurahan Pidada, Kecamatan Panjang, Kota Bandar Lampung, mendesak evakuasi seekor buaya muara sepanjang 2,5 meter yang dipelihara di teras rumah kontrakan. Puluhan kepala keluarga mengaku resah karena keberadaan satwa buas tersebut dinilai berpotensi membahayakan warga, terutama anak-anak yang setiap hari beraktivitas di sekitar gang. Buaya yang diberi nama Coki itu disebut telah berada di lokasi sejak pemiliknya pindah sekitar dua tahun lalu. Ketua RT 12, Choirul Wahyuni, mengatakan pengurus lingkungan maupun warga tidak pernah menerbitkan izin atau memberikan persetujuan pemeliharaan reptil tersebut.
Warga Gang Rajawali, RT 12, Lingkungan 3, Kelurahan Pidada, Kecamatan Panjang, Kota Bandar Lampung, mendesak evakuasi seekor buaya muara sepanjang 2,5 meter yang dipelihara di teras rumah kontrakan. Puluhan kepala keluarga mengaku resah karena keberadaan satwa buas tersebut dinilai berpotensi membahayakan warga, terutama anak-anak yang setiap hari beraktivitas di sekitar gang. Buaya yang diberi nama Coki itu disebut telah berada di lokasi sejak pemiliknya pindah sekitar dua tahun lalu. Ketua RT 12, Choirul Wahyuni, mengatakan pengurus lingkungan maupun warga tidak pernah menerbitkan izin atau memberikan persetujuan pemeliharaan reptil tersebut. "Warga sangat resah dan takut. Namanya binatang buas, walaupun dibilang jinak, kami tetap waswas kalau lepas atau menerkam orang. Apalagi di sini pemukiman padat dan penduduknya rapat, cuma ada jalan gang selebar satu meter," kata Wahyuni, Jumat (25/9/2026). Menurut Wahyuni, laporan mengenai keberadaan buaya tersebut telah beberapa kali disampaikan kepada pihak kelurahan hingga instansi terkait. Namun, proses pemindahan belum terealisasi karena pemilik disebut belum bersedia memproses surat penyerahan satwa. Persoalan tersebut bahkan pernah dimediasi pihak Kelurahan Pidada pada masa kepemimpinan Lurah Miswardi. Saat itu, pemilik diminta membuat surat izin resmi atau menandatangani kesepakatan pemindahan buaya ke penangkaran BKSDA. "Waktu zaman Pak Lurah Miswardi sudah pernah ditindaklanjuti. Pemiliknya disuruh bikin surat izin atau perjanjian pemindahan, tapi tidak mau. Katanya mau diantar sendiri ke penangkaran, tetapi ditunggu-tunggu sampai sekarang belum juga dilakukan," tutur Wahyuni. Wahyuni mengatakan protes warga yang berulang sempat membuat hubungan sosial dengan pemilik buaya menjadi kurang harmonis. Namun, ia menegaskan keberatan warga semata-mata berkaitan dengan keselamatan lingkungan. Kekhawatiran tersebut semakin besar karena lingkungan RT 12 dihuni sekitar 52 kepala keluarga dan berada di kawasan padat penduduk. Anak-anak kecil juga kerap melintas maupun bermain di sekitar gang depan rumah tempat buaya dikandangkan. "Banyak warga protes ke kami karena takut kalau pagarnya lepas atau paku-pakunya longgar terus buayanya keluar pas pemiliknya tidak ada di rumah. Anak-anak kecil juga suka melihat dari luar pagar, kami takut tangannya masuk ke celah pagar," ungkapnya. Wahyuni juga menilai buaya tidak bisa sepenuhnya dianggap sebagai hewan peliharaan biasa karena tetap memiliki naluri sebagai satwa liar. "Hewan piaraan seperti anjing saja bisa mendadak menerkam pemiliknya, apalagi reptil buas seperti buaya yang punya naluri liar," tegas Wahyuni. Ia mengatakan warga tidak akan mempermasalahkan keberadaan buaya apabila pemilik memiliki izin penangkaran resmi dan lokasi pemeliharaan yang sesuai. Selain faktor keamanan, kondisi kolam di teras rumah kontrakan tersebut juga dinilai terlalu sempit untuk buaya berukuran sekitar 2,5 meter. Warga berharap BKSDA, BPBD, maupun Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan segera turun tangan untuk mengevakuasi satwa tersebut. "Harus segera dipindahkan karena di sini bukan tempatnya. Kalau mau memelihara hewan seperti itu kan harus punya lahan sendiri yang luas di rumah kebun yang jauh dari pemukiman, bukan di lingkungan rapat seperti ini," tandas Wahyuni.

About