@rifmach31: Тони Старк раздал стиля #cs2 #кс2 #мем #тонистарк #железныйчеловек

RIFMACH
RIFMACH
Open In TikTok:
Region: CH
Wednesday 14 October 2026 16:36:40 GMT
487
36
4
1

Music

Download

Comments

nevermore8121
NeverMore812 :
там ч
2026-10-14 19:55:44
0
israelyaguda1488
Габсбургер :
Идеально
2026-10-14 18:10:13
2
visticsis
visticsis :
Имба
2026-10-14 17:03:17
1
oleksanderpetrovt
сало Я саня :
2026-10-14 18:18:14
0
To see more videos from user @rifmach31, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

KAIRO, KHABARISIR — Mahasiswa Indonesia di Mesir (Masisir) kerap menjadi sorotan di kalangan mahasiswa Timur Tengah. Sejumlah perilaku oknum yang viral di media sosial memunculkan pertanyaan mengenai citra mahasiswa Indonesia, khususnya mereka yang menempuh pendidikan di Universitas Al-Azhar. Salah satu faktor yang diduga memengaruhi persepsi tersebut adalah jumlah mahasiswa Indonesia yang besar. Ketika seorang mahasiswa melakukan tindakan kontroversial, penyebaran informasi melalui media sosial dapat membuat persoalan tersebut menjadi konsumsi publik dan berdampak pada citra komunitas secara keseluruhan. Selain itu, muncul kritik terhadap proses seleksi calon mahasiswa Al-Azhar yang dinilai sebagian pihak perlu diperketat. Kekhawatiran muncul ketika mahasiswa datang tanpa kesiapan akademik dan keseriusan belajar yang memadai. Namun, penilaian ini tidak dapat digeneralisasi karena banyak Masisir yang tetap bersungguh-sungguh menuntut ilmu dan menjaga nama baik almamater. Sorotan Mahasiswa Yordania dan Tunisia Dalam wawancara dengan Khabarisir, seorang mahasiswa asal Yordania yang menempuh pendidikan di Universitas Yarmouk dan meminta identitasnya dirahasiakan menyoroti perilaku sebagian mahasiswa Indonesia di media sosial. “Mereka itu melakukan hal ikhtilat atau posting joget-joget di TikTok, tetapi mereka sendiri tidak tahu kalau hal itu bisa secara tidak langsung mencoreng nama Al-Azhar itu sendiri,” ujarnya. Menurutnya, perilaku individu dapat memengaruhi pandangan orang lain terhadap institusi yang diwakilinya. Terlebih, konten media sosial yang viral berpotensi membentuk persepsi negatif terhadap mahasiswa Al-Azhar secara lebih luas. Pandangan serupa disampaikan seorang mahasiswa asal Tunisia yang menilai sejumlah perilaku oknum Masisir menjadi bahan perbincangan di kalangan mahasiswa. “Iya, itu bukan hal umum? Banyak banget kasus-kasus yang menjadi buah bibir, dan mereka bangga akan kemaksiatannya,” tuturnya. Pernyataan tersebut merupakan pandangan narasumber dan tidak dapat dijadikan gambaran seluruh mahasiswa Indonesia di Mesir. Persoalan Serupa Juga Terjadi di Negara Lain Menariknya, mahasiswa Yordania tersebut mengungkapkan bahwa persoalan perilaku yang bertentangan dengan norma agama dan sosial juga ditemukan di lingkungan mahasiswa setempat. “Di sini juga banyak sebenarnya yang melakukan aktivitas kumpul kebo. Itu sebenarnya rahasia umum, akan tetapi kita tidak seberisik Masisir yang dikit-dikit viral,” ungkapnya. Pernyataan itu menunjukkan bahwa viralitas dapat menjadi salah satu faktor yang memperbesar sorotan terhadap kelompok tertentu. Persoalan serupa mungkin terjadi di lingkungan lain, tetapi tidak selalu memperoleh perhatian publik dengan intensitas yang sama. Bagaimana Peran Organisasi Mahasiswa? Khabarisir turut menanyakan fungsi Persatuan Pelajar Indonesia (PPI) di Yordania dalam menyikapi persoalan tersebut. Berdasarkan keterangan narasumber, peran organisasi berjalan sebagaimana mestinya dan persoalan itu tidak terlalu dipermasalahkan. Kondisi ini memunculkan pertanyaan mengenai peran organisasi mahasiswa dalam membina anggotanya, terutama terkait etika bermedia sosial, perilaku di lingkungan internasional, dan tanggung jawab menjaga nama baik bangsa. Meski organisasi tidak dapat mengendalikan seluruh tindakan pribadi mahasiswa, edukasi dan pembinaan dapat menjadi langkah untuk meningkatkan kesadaran bersama. Kritik sebagai Bahan Evaluasi Citra Masisir tidak seharusnya ditentukan oleh perilaku segelintir individu. Kritik dari mahasiswa negara lain patut dijadikan bahan evaluasi, bukan alasan untuk menghakimi seluruh mahasiswa Indonesia. Menjadi mahasiswa Al-Azhar bukan hanya tentang memperoleh gelar akademik, tetapi juga membawa tanggung jawab moral dan sosial. Di tengah derasnya arus informasi, setiap tindakan yang dipublikasikan dapat memengaruhi cara orang lain memandang komunitas. #masisir #alazhar #fyp #indonesia #beritamesir
KAIRO, KHABARISIR — Mahasiswa Indonesia di Mesir (Masisir) kerap menjadi sorotan di kalangan mahasiswa Timur Tengah. Sejumlah perilaku oknum yang viral di media sosial memunculkan pertanyaan mengenai citra mahasiswa Indonesia, khususnya mereka yang menempuh pendidikan di Universitas Al-Azhar. Salah satu faktor yang diduga memengaruhi persepsi tersebut adalah jumlah mahasiswa Indonesia yang besar. Ketika seorang mahasiswa melakukan tindakan kontroversial, penyebaran informasi melalui media sosial dapat membuat persoalan tersebut menjadi konsumsi publik dan berdampak pada citra komunitas secara keseluruhan. Selain itu, muncul kritik terhadap proses seleksi calon mahasiswa Al-Azhar yang dinilai sebagian pihak perlu diperketat. Kekhawatiran muncul ketika mahasiswa datang tanpa kesiapan akademik dan keseriusan belajar yang memadai. Namun, penilaian ini tidak dapat digeneralisasi karena banyak Masisir yang tetap bersungguh-sungguh menuntut ilmu dan menjaga nama baik almamater. Sorotan Mahasiswa Yordania dan Tunisia Dalam wawancara dengan Khabarisir, seorang mahasiswa asal Yordania yang menempuh pendidikan di Universitas Yarmouk dan meminta identitasnya dirahasiakan menyoroti perilaku sebagian mahasiswa Indonesia di media sosial. “Mereka itu melakukan hal ikhtilat atau posting joget-joget di TikTok, tetapi mereka sendiri tidak tahu kalau hal itu bisa secara tidak langsung mencoreng nama Al-Azhar itu sendiri,” ujarnya. Menurutnya, perilaku individu dapat memengaruhi pandangan orang lain terhadap institusi yang diwakilinya. Terlebih, konten media sosial yang viral berpotensi membentuk persepsi negatif terhadap mahasiswa Al-Azhar secara lebih luas. Pandangan serupa disampaikan seorang mahasiswa asal Tunisia yang menilai sejumlah perilaku oknum Masisir menjadi bahan perbincangan di kalangan mahasiswa. “Iya, itu bukan hal umum? Banyak banget kasus-kasus yang menjadi buah bibir, dan mereka bangga akan kemaksiatannya,” tuturnya. Pernyataan tersebut merupakan pandangan narasumber dan tidak dapat dijadikan gambaran seluruh mahasiswa Indonesia di Mesir. Persoalan Serupa Juga Terjadi di Negara Lain Menariknya, mahasiswa Yordania tersebut mengungkapkan bahwa persoalan perilaku yang bertentangan dengan norma agama dan sosial juga ditemukan di lingkungan mahasiswa setempat. “Di sini juga banyak sebenarnya yang melakukan aktivitas kumpul kebo. Itu sebenarnya rahasia umum, akan tetapi kita tidak seberisik Masisir yang dikit-dikit viral,” ungkapnya. Pernyataan itu menunjukkan bahwa viralitas dapat menjadi salah satu faktor yang memperbesar sorotan terhadap kelompok tertentu. Persoalan serupa mungkin terjadi di lingkungan lain, tetapi tidak selalu memperoleh perhatian publik dengan intensitas yang sama. Bagaimana Peran Organisasi Mahasiswa? Khabarisir turut menanyakan fungsi Persatuan Pelajar Indonesia (PPI) di Yordania dalam menyikapi persoalan tersebut. Berdasarkan keterangan narasumber, peran organisasi berjalan sebagaimana mestinya dan persoalan itu tidak terlalu dipermasalahkan. Kondisi ini memunculkan pertanyaan mengenai peran organisasi mahasiswa dalam membina anggotanya, terutama terkait etika bermedia sosial, perilaku di lingkungan internasional, dan tanggung jawab menjaga nama baik bangsa. Meski organisasi tidak dapat mengendalikan seluruh tindakan pribadi mahasiswa, edukasi dan pembinaan dapat menjadi langkah untuk meningkatkan kesadaran bersama. Kritik sebagai Bahan Evaluasi Citra Masisir tidak seharusnya ditentukan oleh perilaku segelintir individu. Kritik dari mahasiswa negara lain patut dijadikan bahan evaluasi, bukan alasan untuk menghakimi seluruh mahasiswa Indonesia. Menjadi mahasiswa Al-Azhar bukan hanya tentang memperoleh gelar akademik, tetapi juga membawa tanggung jawab moral dan sosial. Di tengah derasnya arus informasi, setiap tindakan yang dipublikasikan dapat memengaruhi cara orang lain memandang komunitas. #masisir #alazhar #fyp #indonesia #beritamesir

About