@ibrahim63_7: #أقمشة #الحران #للجملة #تركيا🇹🇷 #اورفا_explore_fyp

أقمشة الحران للجملة
أقمشة الحران للجملة
Open In TikTok:
Region: TR
Wednesday 14 October 2026 20:40:12 GMT
95241
985
6
74

Music

Download

Comments

shady.muhammed04
(SHYA )$ (VALVERDY ) FORYOU :
سعر
2026-10-16 16:35:42
1
aj603367
aj :
من كم
2026-10-21 14:14:28
0
gggggggggggggggggg0866
ggʻgggggggggggggggg :
2026-10-27 16:37:33
0
zinelawsaf
✍️👑الأستاذة زين الأوصاف 🔥 :
العنوان كامل
2026-10-21 12:24:23
0
user2537260342375
💞مال ااااالشااااام💞 :
شو سعر المتر اخي
2026-10-15 09:26:47
0
halid.aa5
خالد الجميلي :
🌺🌺🌺
2026-10-29 17:54:16
0
To see more videos from user @ibrahim63_7, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Persoalan pembebasan lahan masyarakat di Desa Motui, Kecamatan Motui, Kabupaten Konawe Utara (Konut), Sulawesi Tenggara, kembali menjadi sorotan. Kali ini, nilai penawaran tanah yang disebut hanya mencapai Rp10.000 per meter persegi menjadi salah satu persoalan yang dipersoalkan masyarakat. Polemik tersebut melibatkan masyarakat lingkar tambang dengan PT Bumi Konawe Abadi (BKA). Persoalan yang berkembang bukan hanya menyangkut nilai jual tanah, tetapi juga mekanisme pembebasan lahan, perubahan skema pembayaran, hingga dugaan keterlibatan pihak lain dalam transaksi tanah milik masyarakat. Melalui Solidaritas Warga Pribumi Lingkar Tambang Konawe Utara (SWAP-LINTAM KONUT), masyarakat menyampaikan sejumlah keberatan melalui aksi demonstrasi di tiga instansi sekaligus, yakni Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulawesi Tenggara, DPRD Provinsi Sultra, dan Ombudsman RI Perwakilan Sultra, Senin (2/11/2026). Perwakilan warga Desa Motui sekaligus Koordinator Lapangan aksi, Iswanto, mengatakan penawaran ganti rugi lahan sebesar Rp10.000 per meter persegi dinilai tidak masuk akal bagi masyarakat setempat. “Sebagai warga asli Motui, kami merasa ruang hidup kami dirampas dengan harga yang tidak masuk akal,” tegas Iswanto. Menurutnya, persoalan tersebut bahkan telah memicu aksi pemalangan jalan hauling oleh warga yang disebut masih berlangsung. Selain persoalan harga, masyarakat juga mempertanyakan transaksi pembelian lahan dalam skala besar yang dikaitkan dengan Kepala Desa Motui berinisial BH. SWAP-LINTAM KONUT menyebut luas lahan yang dipersoalkan mencapai hampir 100 hektare. Mereka meminta aparat penegak hukum menelusuri sumber pendanaan transaksi tersebut dan kemungkinan keterkaitannya dengan kepentingan perusahaan. “Dari mana aliran dana oknum kades tersebut? Ini yang kami desak agar Kejati segera telusuri karena sangat tidak logis,” ujar Iswanto. Baca selengkapnya di konutupdate.com atau klik link di bio https://konutupdate.com/lahan-warga-motui-ditawar-rp10-ribu-per-meter-polemik-pembebasan-tanah-pt-bka-berujung-laporan-ke-kejati #konutupdate #kawanupdate
Persoalan pembebasan lahan masyarakat di Desa Motui, Kecamatan Motui, Kabupaten Konawe Utara (Konut), Sulawesi Tenggara, kembali menjadi sorotan. Kali ini, nilai penawaran tanah yang disebut hanya mencapai Rp10.000 per meter persegi menjadi salah satu persoalan yang dipersoalkan masyarakat. Polemik tersebut melibatkan masyarakat lingkar tambang dengan PT Bumi Konawe Abadi (BKA). Persoalan yang berkembang bukan hanya menyangkut nilai jual tanah, tetapi juga mekanisme pembebasan lahan, perubahan skema pembayaran, hingga dugaan keterlibatan pihak lain dalam transaksi tanah milik masyarakat. Melalui Solidaritas Warga Pribumi Lingkar Tambang Konawe Utara (SWAP-LINTAM KONUT), masyarakat menyampaikan sejumlah keberatan melalui aksi demonstrasi di tiga instansi sekaligus, yakni Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulawesi Tenggara, DPRD Provinsi Sultra, dan Ombudsman RI Perwakilan Sultra, Senin (2/11/2026). Perwakilan warga Desa Motui sekaligus Koordinator Lapangan aksi, Iswanto, mengatakan penawaran ganti rugi lahan sebesar Rp10.000 per meter persegi dinilai tidak masuk akal bagi masyarakat setempat. “Sebagai warga asli Motui, kami merasa ruang hidup kami dirampas dengan harga yang tidak masuk akal,” tegas Iswanto. Menurutnya, persoalan tersebut bahkan telah memicu aksi pemalangan jalan hauling oleh warga yang disebut masih berlangsung. Selain persoalan harga, masyarakat juga mempertanyakan transaksi pembelian lahan dalam skala besar yang dikaitkan dengan Kepala Desa Motui berinisial BH. SWAP-LINTAM KONUT menyebut luas lahan yang dipersoalkan mencapai hampir 100 hektare. Mereka meminta aparat penegak hukum menelusuri sumber pendanaan transaksi tersebut dan kemungkinan keterkaitannya dengan kepentingan perusahaan. “Dari mana aliran dana oknum kades tersebut? Ini yang kami desak agar Kejati segera telusuri karena sangat tidak logis,” ujar Iswanto. Baca selengkapnya di konutupdate.com atau klik link di bio https://konutupdate.com/lahan-warga-motui-ditawar-rp10-ribu-per-meter-polemik-pembebasan-tanah-pt-bka-berujung-laporan-ke-kejati #konutupdate #kawanupdate

About