@upliftpeople: Lanskap ekologi Indonesia terus mengalami tekanan hebat yang ditandai oleh berulangnya Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla), deforestasi masif, hingga bencana hidrometeorologi. Setiap memasuki musim kemarau, kabut asap tebal menyelimuti pemukiman warga dan memicu krisis kesehatan, sementara ribuan hektar ekosistem gambut hancur. Fenomena ini membuktikan bahwa kerusakan lingkungan di Indonesia bukan sekadar musibah alam biasa, melainkan dampak sistemik dari kekeliruan paradigma dalam pengelolaan sumber daya alam. Secara objektif, akar persoalan ekologi ini bersumber dari penerapan paradigma ekonomi-politik berbasis kapitalisme sekuler. Dalam sistem ini, tata kelola lahan ditujukan untuk mengejar profit maksimal jangka pendek dan memicu privatisasi sumber daya alam masif melalui izin konsesi kepada korporasi swasta. Metode pembakaran lahan terus dipraktikkan karena dinilai paling murah secara finansial. Lebih jauh lagi, tingginya biaya politik dalam sistem sekuler melahirkan relasi patronase antara regulator dan pemodal, sehingga penegakan hukum bagi pelaku kejahatan lingkungan cenderung tumpul. Sebagai tandingan atas paradigma merusak tersebut, sistem Islam menawarkan solusi fundamental yang merestrukturisasi asas pengelolaan alam dari komersialisasi menuju kelestarian bersama. Dalam konstruksi hukum Islam, hutan masif dan sumber daya alam vital dikategorikan sebagai Al-Milkiyyah al-'Ammah (Kepemilikan Umum). Aturan ini melarang privatisasi dan monopoli swasta atas hutan; negara bertindak penuh sebagai pengelola yang mengeksploitasi dan memanfaatkan hasilnya semata-mata untuk kemaslahatan rakyat luas. Selain penataan kepemilikan, Islam menegakkan prinsip La Dhara wa La Dhirara yang melarang secara mutlak segala aktivitas produksi yang menimbulkan bahaya publik, seperti pembakaran lahan dan pengeringan tanah gambut. Penguasaan lahan juga dibatasi melalui ketentuan Ihya'ul Mawat, di mana konsesi yang ditelantarkan atau dijadikan spekulasi modal selama tiga tahun wajib dicabut oleh negara. Untuk memberikan efek jera, peradilan Islam menerapkan sanksi ta'zir yang tegas—termasuk penyitaan aset korporasi dan pidana berat bagi pelaku perusakan alam. Kesimpulannya, krisis ekologi yang terjadi di Indonesia merupakan manifestasi nyata dari cara pandang yang menempatkan alam sekadar sebagai komoditas eksploitasi. Solusi tuntas atas persoalan ini menuntut pergeseran paradigma yang mendasar: menghentikan privatisasi sumber daya alam, mengembalikan fungsi hutan sebagai kepemilikan umum, serta menerapkan tata kelola lingkungan yang adil dan berkelanjutan. #karhutla #kebakaran #kalimantan #indonesia #fyp
𝓑𝓲𝓼𝓶𝓲𝓵𝓵𝓪𝓱 🎙️
Region: ID
Sunday 18 October 2026 04:34:42 GMT
Music
Download
Comments
𝓑𝓲𝓼𝓶𝓲𝓵𝓵𝓪𝓱 🎙️ :
Lanskap ekologi Indonesia terus terancam oleh Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla), deforestasi masif, dan kabut asap berulang. Fenomena ini bukan sekadar bencana alam musiman, melainkan dampak sistemik dari kekeliruan paradigma dalam pengelolaan sumber daya alam.
Secara objektif, akar masalah ini bersumber dari sistem kapitalisme sekuler yang mengutamakan keuntungan finansial jangka pendek dan privatisasi lahan masif oleh korporasi. Pembakaran lahan terus dilakukan karena berbiaya murah, sementara relasi patronase antara regulator dan pemodal membuat penegakan hukum bagi perusak lingkungan menjadi tumpul.
Sebagai solusinya, sistem Islam merestrukturisasi tata kelola alam dengan mengembalikan hutan masif sebagai Kepemilikan Umum (Al-Milkiyyah al-'Ammah) yang dilarang diprivatisasi oleh swasta. Berdasarkan prinsip La Dhara wa La Dhirara, aktivitas berbahaya seperti pembakaran lahan dilarang mutlak, sementara lahan yang ditelantarkan tiga tahun wajib dicabut (Ihya'ul Mawat). Pelaku perusakan pun dikenakan sanksi ta'zir tegas berupa pidana hingga penyitaan aset.
Kesimpulannya, krisis ekologi di Indonesia hanya dapat diselesaikan dengan menghentikan komersialisasi alam, mengembalikan fungsi hutan untuk kemaslahatan publik, serta menerapkan tata kelola lingkungan yang adil dan tegas.
2026-10-19 05:24:34
6
Ari :
mereka Rakus Ya Rabb
terlalu rakus
mereka menghalalkan cara kotor dengan mengusir paksa bahkan mengambil paksa jutaan jiwa tanaman dan satwa CiptaanMu.
Terkutuk mereka
kejamnya diluar batas
2026-10-18 06:03:33
12
Cindy Syasvina Damayanti :
Sudah sebagus dan seindah ini Allah menciptakan alam malah dirusak oleh manusia. Astaghfirullah.
2026-10-18 05:16:56
15
sayurasem77 :
ya Allah hamba cuma berdoa dan berdoa untuk keselamatan dan kesehatan semua Saudara Hamba yg sedang berjibaku dengan panasnya dan asap Api turunkan HujanMu ya Robb 😭 Aamiin ya Rabbalallamin 🤲🏻
2026-10-18 08:09:16
6
haflahshop :
izin share ka
2026-10-18 07:35:14
1
yuansyu555 :
ya Allah turunkan hujan yang lebat
2026-10-18 06:35:38
0
riniyasin :
Koq sekarang ga bisa repost ya😢
2026-10-19 00:37:43
1
Teh Ade :
ya Allah , sudah ada penjelasan
firman Allah jelas 🥺
ampuni dosa dosa kami ya Robbi.
2026-10-19 15:41:56
0
Ria Ulfa :
amin
2026-10-18 05:36:30
1
Hardani🫶🏻 :
sudh sangat jelas Ayat ayat Allah🤲🏻
2026-10-18 16:08:51
2
Astaghfirullah :
#PRAY FOR INDONESIA🥺
#PRAY FOR KALIMANTAN😭
2026-10-19 10:26:30
2
Si Bee :
اَسْتَغْفِرُاَللّهَ
2026-10-19 08:21:37
0
JeJe Astra Purbalingga :
Lekas membaik Indonesiaku [Tangan terbuka]
2026-10-19 09:34:37
0
Ayu Astri :
Aamiin 😇
2026-10-19 04:12:29
0
cikaa :
Terlalu tamak kalian wahai penguasa,kenikmatanmu hanya smpai kerongkongan.Semoga Allah melaknat kalian.
2026-10-19 09:36:17
0
Ceu yat :
ya Allah segeralah azab mereka rasanya susah geram banget
2026-10-19 09:05:10
0
ama_harwanti🌟 :
2026-10-19 09:50:36
0
🐧❤️ :
🤲🇮🇩
2026-10-19 01:54:37
0
اللهم صل على سيدنا محمد :
امين يا الله يامجب السا ئلين 🤲
2026-10-19 07:55:03
0
zahira :
tapi kami (rakyat) yang tidak terlibat dalam kerusakan alam yang di ciptakan mereka para cecunguk2 politik itu kenapa kami juga kena imbasnya YA ALLAH???
2026-10-18 11:32:03
0
ssryan13 :
Ingat Penyebabnya Itu Manusia Ya Tolong Di INGAT
2026-10-19 05:58:48
0
aaakita7 :
Hari ini 19 Oktober kami di kalsel dan kalteng kembali ke status Berbahaya pencemaran udara🥺 kabut asap pekat sepanjang hari🥺
2026-10-19 05:58:43
0
yusup :
♥️♥️♥️
2026-10-19 10:40:58
0
satutitik1.1 :
💔💔💔
2026-10-19 09:12:43
0
usser :
🤲🤲🤲
2026-10-18 06:41:54
0
To see more videos from user @upliftpeople, please go to the Tikwm
homepage.