@o.a1881:

Oktay🇹🇷 1938😭🤲
Oktay🇹🇷 1938😭🤲
Open In TikTok:
Region: TR
Monday 19 October 2026 06:49:32 GMT
43
0
0
0

Music

Download

Comments

There are no more comments for this video.
To see more videos from user @o.a1881, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian mengungkap salah satu kesulitan dalam menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla), khususnya di wilayah Sumatera dan Kalimantan. Menurutnya, kebakaran di lahan gambut lebih sulit dipadamkan dibandingkan tanah mineral. Tito menjelaskan kebakaran di tanah mineral relatif lebih mudah ditangani karena api tidak menjalar hingga ke lapisan bawah tanah. Sementara pada lahan gambut, api dapat membakar hingga ke lapisan bawah. Menurut Tito, kondisi tersebut membutuhkan volume air yang besar untuk memadamkannya. “Ini pertama harus ada air dari udara, yaitu bentuk hujan. Hujan ini ada dua: hujan alami dan hujan buatan, cloud seeding, modifikasi cuaca,” kata dia. Ia menyebut terdapat dua cara untuk memasukkan air dalam jumlah besar ke lahan gambut yang terbakar, yakni melalui hujan maupun mengalirkan air dari sumber di sekitar lokasi. Tito mencontohkan penggunaan bahan kimia dalam proses pemadaman di Sumatera Selatan dan Kalimantan Selatan. Salah satunya adalah surfaktan. Surfaktan merupakan senyawa kimia yang dapat menurunkan tegangan permukaan antara dua zat yang berbeda, seperti antara air dan minyak. Menurut Tito, bahan tersebut memungkinkan proses pemadaman dilakukan dengan volume air yang lebih sedikit. 📸: Dok. Kemendagri. Baca selengkapnya dengan klik link di bio. Cari tahu berita update lainnya dengan download aplikasi kumparan di App Store atau Google Play.⁠ ⁠ 📝: newsupdate | update | news | oneliner | R176 | E164 | E023 #bicarafaktalewatberita #kumparan
Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian mengungkap salah satu kesulitan dalam menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla), khususnya di wilayah Sumatera dan Kalimantan. Menurutnya, kebakaran di lahan gambut lebih sulit dipadamkan dibandingkan tanah mineral. Tito menjelaskan kebakaran di tanah mineral relatif lebih mudah ditangani karena api tidak menjalar hingga ke lapisan bawah tanah. Sementara pada lahan gambut, api dapat membakar hingga ke lapisan bawah. Menurut Tito, kondisi tersebut membutuhkan volume air yang besar untuk memadamkannya. “Ini pertama harus ada air dari udara, yaitu bentuk hujan. Hujan ini ada dua: hujan alami dan hujan buatan, cloud seeding, modifikasi cuaca,” kata dia. Ia menyebut terdapat dua cara untuk memasukkan air dalam jumlah besar ke lahan gambut yang terbakar, yakni melalui hujan maupun mengalirkan air dari sumber di sekitar lokasi. Tito mencontohkan penggunaan bahan kimia dalam proses pemadaman di Sumatera Selatan dan Kalimantan Selatan. Salah satunya adalah surfaktan. Surfaktan merupakan senyawa kimia yang dapat menurunkan tegangan permukaan antara dua zat yang berbeda, seperti antara air dan minyak. Menurut Tito, bahan tersebut memungkinkan proses pemadaman dilakukan dengan volume air yang lebih sedikit. 📸: Dok. Kemendagri. Baca selengkapnya dengan klik link di bio. Cari tahu berita update lainnya dengan download aplikasi kumparan di App Store atau Google Play.⁠ ⁠ 📝: newsupdate | update | news | oneliner | R176 | E164 | E023 #bicarafaktalewatberita #kumparan

About