@infopemkotmakassar: Kota Makassar masuk dalam Kawasan Rawan Bencana (KRB) Gempa Bumi Menengah. Data itu berdasarkan kajian Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Badan Geologi, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Dalam dokumen rancangan keputusan Menteri ESDM tersebut, Makassar berpotensi mengalami guncangan gempa bumi dengan intensitas maksimum VII MMI atau Modified Mercalli Intensity. Ketua Tim Geologi Gempa Bumi dan Tsunami PVMBG Kementerian ESDM, Imam Catur Priambodo, menjelaskan, kategori menengah menunjukkan adanya potensi dampak guncangan yang perlu diantisipasi melalui upaya mitigasi. “Berdasarkan hasil kajian, Kota Makassar berada pada level menengah untuk kawasan rawan bencana gempa bumi,” kata Imam dalam Forum Konsultasi Publik Peta KRB Gempa Bumi di Kota Makassar. Agenda berlangsung di Hotel Novotel Jl Chairil Anwar, Selasa (20/10/2026). Agenda dibuka Kepala Pelaksana BPBD Sulsel Amson Padolo. Hadir juga Kepala Pelaksana BPBD Makassar Fadli Tahar, Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman Mahyuddin. Hadir pula sejumlah perwakilan pejabat dari Dinas Pemadaman Kebakaran dan Penyelamatan, Dinas Koperasi dan UKM, Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Sosial, Dinas Pekerjaan Umum, dan sejumlah lintas organisasi atau instansi. Imam dalam paparannya menjelaskan,pada intensitas VII MMI, guncangan dapat menimbulkan kerusakan pada bangunan dengan konstruksi kurang kuat. Kondisi tersebut juga berpotensi memicu kepanikan sehingga orang-orang berlarian keluar rumah. “Pada skala 7 MMI, potensi kerusakan yang dapat terjadi meliputi struktur cerobong asap yang bisa roboh. Rumah-rumah atau bangunan yang konstruksinya kurang kuat juga berisiko mengalami kerusakan,” ujarnya. Imam mengatakan, potensi gempa di Makassar dipengaruhi sejumlah sumber gempa yang berada di sekitar wilayah tersebut. Sumber yang diperhitungkan antara lain Sesar Makassar yang merupakan zona sesar naik, Sesar Walanae, serta Flores Back Arc di kawasan Bali dan Nusa Tenggara. Kajian bahaya gempa juga memperhitungkan sumber gempa dalam radius 200 kilometer. Termasuk Sesar Naik Selat Makassar segmen Somba, Sesar Walanae, serta Sesar Selayar segmen barat dan timur. Selain itu, analisis memasukkan zona penunjaman dalam radius 800 kilometer, yakni Megathrust Sulawesi Utara, Megathrust Sumba, dan Megathrust Jawa Timur, serta sumber gempa latar belakang. “Potensi sumber gempa bumi di sekitar Kota Makassar diperhitungkan dari berbagai sumber, di antaranya Sesar Makassar dan Sesar Walanae,” jelas Imam. Berdasarkan dokumen kajian, nilai percepatan tanah puncak atau Peak Ground Acceleration (PGA) di permukaan untuk periode ulang 500 tahun di Makassar berkisar 0,153 hingga 0,225 g. Kecamatan Ujung Tanah tercatat memiliki rentang PGA tertinggi, yakni 0,217-0,225 g. Berikutnya, Bontoala berada pada rentang 0,210-0,221 g dan Wajo 0,206-0,224 g. Sementara itu, Ujung Pandang memiliki rentang 0,200-0,217 g, Kecamatan Makassar 0,193-0,213 g, dan Mamajang 0,187-0,207 g. Kecamatan lain juga masuk kategori KRB Gempa Bumi Menengah. Biringkanaya tercatat 0,169-0,211 g, Tamalanrea 0,158-0,212 g, Tallo 0,182-0,221 g, Panakkukang 0,172-0,214 g, Manggala 0,154-0,214 g, serta Rappocini 0,159-0,204 g. Imam juga menyoroti kondisi tanah di Makassar, terutama wilayah pesisir yang memiliki lapisan tanah relatif lunak. Menurutnya, karakteristik tanah menjadi salah satu faktor yang perlu diperhatikan karena dapat memengaruhi kuatnya guncangan gempa yang dirasakan di permukaan. “Wilayah-wilayah di Makassar, khususnya daerah pantai, memiliki kelas tanah yang cukup lunak. Kondisi ini perlu mendapatkan perhatian khusus karena dapat memperkuat dampak ancaman gempa,” katanya. Dokumen kajian menyebutkan, bagian barat Makassar didominasi kelas tanah E atau tanah lunak yang tersusun atas endapan aluvial dan pantai berusia muda. Sementara itu, kelas tanah D dan C ditemukan di bagian tengah, timur, dan utara.
INFOPEMKOTMAKASSAR
Region: ID
Tuesday 20 October 2026 10:46:14 GMT
Music
Download
Comments
There are no more comments for this video.
To see more videos from user @infopemkotmakassar, please go to the Tikwm
homepage.