@shinnosuke0807: ⚔️ Đây không chỉ là cuộc đối đầu để giành tấm vé bước vào Playoffs, mà còn là cơ hội cuối cho những tổ đội muốn tiếp tục chiến đấu. Một chiến thắng sẽ mở ra cơ hội làm lại, nhưng một thất bại đồng nghĩa với việc dừng bước. Liệu tổ đội nào sẽ vượt qua áp lực, lật ngược tình thế để giành lấy cơ hội cuối cùng? Và ai sẽ phải nói lời chia tay với giấc mơ vươn tới Vương miện? #QOGW26 #SlayPartySquadUp #Heat #IF #Weekly

Shin Quyền Lực
Shin Quyền Lực
Open In TikTok:
Region: VN
Thursday 22 October 2026 01:54:35 GMT
5355
461
25
33

Music

Download

Comments

tn_17121
nb.~ :
sgp cố lên!!
2026-10-22 07:02:18
10
ngkim497
Ông kim :
Gam 1-3 TS . Sgp 3-0 ALG 😅😅
2026-10-22 08:32:40
1
hn11513
shi 🐼 :
SGP oi cố lên 🤗 a Di Đà Phật
2026-10-22 11:25:29
2
nhi.l1200
Nhi Lê🍒 :
🥰
2026-10-23 11:05:45
1
tranthinhuquynh27
Như Quỳnh :
SGP cố lên 💪💪💪
2026-10-22 09:47:55
4
huangzhongjian1
☬𝙏𝙝á𝙞𝙏ử۶Đấ𝙩𝘾𝙖𝙢✾🤍 :
2026-10-22 10:25:56
0
chu.bi335
Châu Bùi :
SGP cố lên !!
2026-10-22 11:20:42
1
gonfreecss201211
Waibu2k11 :
Sgp quỳ suống
2026-10-22 03:41:32
0
nguyen.thanh.vy.2403
Th Vy :
thắng r
2026-10-23 04:14:07
0
To see more videos from user @shinnosuke0807, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

pt.34 || Setibanya di kantor, begitu melangkahkan kaki melewati pintu loby kantor, y/n dan Jay langsung berpisah arah demi menjaga kerahasiaan. Jay naik lift eksekutif menuju lantai 12, sementara y/n melipir ke dalam lift staf menuju lantai 7. Rasa sungkan yang menyergap y/n di mobil tadi masih tersisa tipis-tipis. Namun, rasa canggung itu menguap total begitu jam menunjukkan pukul sepuluh pagi, waktu di mana Divisi Perencanaan dijadwalkan menggelar evaluasi strategi promosi kuartal ketiga di ruang rapat utama. Di ujung meja rapat, Jay duduk dengan kemeja putih tergulung rapi hingga siku, memangku tangan dengan raut wajah dingin dan kalkulatif khas seorang CEO. Y/n berdiri di depan layar proyektor, memegang pointer presentasi.
pt.34 || Setibanya di kantor, begitu melangkahkan kaki melewati pintu loby kantor, y/n dan Jay langsung berpisah arah demi menjaga kerahasiaan. Jay naik lift eksekutif menuju lantai 12, sementara y/n melipir ke dalam lift staf menuju lantai 7. Rasa sungkan yang menyergap y/n di mobil tadi masih tersisa tipis-tipis. Namun, rasa canggung itu menguap total begitu jam menunjukkan pukul sepuluh pagi, waktu di mana Divisi Perencanaan dijadwalkan menggelar evaluasi strategi promosi kuartal ketiga di ruang rapat utama. Di ujung meja rapat, Jay duduk dengan kemeja putih tergulung rapi hingga siku, memangku tangan dengan raut wajah dingin dan kalkulatif khas seorang CEO. Y/n berdiri di depan layar proyektor, memegang pointer presentasi. "Jadi, untuk alokasi budget kampanye digital bulan depan, tim perencanaan mengusulkan efisiensi sebesar lima belas persen di sektor iklan media sosial dan dialihkan ke event offline," paparnya percaya diri. Jay mengetukkan jemarinya pelan di meja , matanya menatap tajam slide presentasi y/n. "Dipotong lima belas persen?" potong Jay datar, suaranya menginterupsi seisi ruangan. "Data dari mana yang menjamin alokasi event offline punya ROI lebih tinggi dibanding digital ads di kuartal ini?" Y/n menghentikan penjelasannya. Rasa sungkan yang tadi pagi bikin dia kaku di mobil mendadak lenyap digantikan hawa-hawa ingin bertengkar begitu jiwa kompetitifnya tersulut. "Data hasil riset tren lapangan dua minggu terakhir, Pak Jay," jawab y/n lugas, memajukan slide berikutnya dengan klik cepat. "Konsumen sekarang mengalami kejenuhan iklan digital. Kalau kita tidak ambil momentum engagement langsung, angka konversi kita bakal stagnan." Jay menyipitkan mata, bersedekap. "Itu spekulatif. Risiko cost untuk event offline jauh lebih tinggi kalau cuaca buruk atau eksekusi vendor meleset. Saya tidak bisa menyetujui pemotongan digital ads tanpa simulasi risiko konkret." Seisi ruangan mulai menahan napas. Biasanya, staf lain akan langsung manggut-manggut pasrah kalau diuji oleh Pak Jay. Tapi bukan y/n namanya kalau kalah debat. Y/n menyunggingkan senyum tipis, senyuman menantang yang sangat dihafal oleh Jay. "Simulasi risikonya sudah lengkap dilampirkan di Halaman 14, Pak Jay yang terhormat," serang Y/n balik, menatap suaminya lurus tanpa gentar sedikit pun dengan intonasi setenang es batu. "Kecuali kalau Bapak memang sengaja malas baca dokumen dari divisi saya karena dari rumah sudah bawa beban hidup berlebihan." Walaupun secara teknis itu kalimat profesional tentang 'malas baca dokumen', tapi cara y/n menekankan kata 'beban hidup berlebihan' sambil melotot tajam membuat seisi ruangan mendadak hening mencekam. Karina yang duduk di samping Haikal langsung menyipitkan mata, menatap y/n penuh curiga. "Tuh kan," bisik Karina horor ke Haikal. "Mana ada bawahan ngomong ke CEO pakai nada ngegas begitu kalau gak punya hubungan khusus?!" Haikal mengangguk setuju dengan mata melotot. "Iya! Nyalinya emang seluas samudra!" Di ujung meja, Jay bergeming. Pria itu menatap y/n beberapa detik. Tatapan matanya yang tadinya dingin mendadak melunak tipis dengan pijar hiburan yang tersembunyi rapat di balik sorot mata datarnya. Jay memajukan badannya, menopang dagu. "Baik. Tunjukkan Halaman 14. Kalau datanya valid, argumen kamu saya terima. Tapi kalau meleset satu persen saja, kamu yang pertanggungjawabkan revisinya sendirian." "Dua puluh empat jam selesai, Pak," sahut y/n cepat, menyeringai puas penuh kemenangan. —°°— Sore harinya, y/n sudah kembali ke rumah utama setelah menyelesaikan jam kerja. Begitu pintu depan terbuka, siluet Jio langsung melesat menyambutnya. "MAMA!" seru Jio riang, memeluk kaki y/n erat-erat. Y/n langsung berjongkok, tersenyum lebar sambil memeluk balita itu. "Halo, Bestie! Wah, nungguin ya?! Nungguin ya?!" — lanjut 3 part. #jay #enhypen @jaytakuthantu 🤟🏻 @y a n 💕 @jongseong @키에샤 ♡ @xxxxxxxcccc @raaaa @𝒔𝒂𝒂𐙚 @🤍 @city_jjong @⟦✰⟧ 🅨🅔🅝🅐🅡🅐 🅛🅔🅔 ⟦✰⟧ @adeknya Seokjin 💜 @uwoonie

About