@sawyernoel: Fanttik R11 Pro Cordless Reciprocating Saw 5-Blade Kit $69.99 VJ1KJRIV Handy for quick cuts in tight spots where a full-size saw is overkill, and the 5-blade kit means you're ready for wood, metal, or PVC right out of the box; it's $30 off the $100 list price. Apply coupon code "VJ1KJRIV" for a savings of $30. Check current availability, price and eligibility before ordering. Follow for more finds · Save this for later Affiliate links: we may earn a commission on qualifying purchases.

sawyernoel
sawyernoel
Open In TikTok:
Region: US
Monday 26 October 2026 18:35:11 GMT
136
0
0
0

Music

Download

Comments

There are no more comments for this video.
To see more videos from user @sawyernoel, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Direktur Rumah Politik Indonesia, Fernando Emas, menyarankan Presiden Prabowo Subianto untuk segera melakukan evaluasi terhadap jajaran partai politik pendukung pemerintah yang tergabung dalam Koalisi Indonesia Maju (KIM) Plus. Desakan evaluasi ini muncul setelah Partai Keadilan Sejahtera (PKS) membuka peluang mengkaji penggunaan Hak Angket DPR terkait polemik ijazah Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, yang dinilai Nando berpotensi merusak soliditas serta melemahkan legitimasi kepemimpinan nasional. Nando menduga langkah PKS dilatarbelakangi oleh agenda politik mandiri—termasuk kekhawatiran atas penguatan peran Partai Gelora—sehingga bertindak tidak sepenuh hati dalam koalisi dan mengabaikan etika politik kepemerintahan. Kritik tajam turut dilayangkan Ketua DPP PSI Bestari Barus yang menyebut manuver PKS sebagai tindakan yang tidak etis, mengingat PKS telah mendapatkan alokasi posisi strategis di kabinet serta Wantimpres namun justru mengomandani isu yang dapat menggoyang pemerintahan Prabowo-Gibran. Sementara itu, Anggota DPR RI Fraksi PKS Mardani Ali Sera menegaskan bahwa penjajakan komunikasi dengan fraksi lain di parlemen, termasuk PDIP, merupakan bagian dari pelaksanaan fungsi penyerapan aspirasi publik pasca-pembacaan pertimbangan hukum putusan Mahkamah Konstitusi (MK) terkait dokumen certificate of attendance milik Gibran. Bagaimana pandangan Anda mengenai wacana reshuffle atau penertiban parpol koalisi yang terindikasi berseberangan dengan arah kebijakan pemerintah di parlemen? #PrabowoSubianto #GibranRakabuming #IjazahGibran #PSI #PKS
Direktur Rumah Politik Indonesia, Fernando Emas, menyarankan Presiden Prabowo Subianto untuk segera melakukan evaluasi terhadap jajaran partai politik pendukung pemerintah yang tergabung dalam Koalisi Indonesia Maju (KIM) Plus. Desakan evaluasi ini muncul setelah Partai Keadilan Sejahtera (PKS) membuka peluang mengkaji penggunaan Hak Angket DPR terkait polemik ijazah Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, yang dinilai Nando berpotensi merusak soliditas serta melemahkan legitimasi kepemimpinan nasional. Nando menduga langkah PKS dilatarbelakangi oleh agenda politik mandiri—termasuk kekhawatiran atas penguatan peran Partai Gelora—sehingga bertindak tidak sepenuh hati dalam koalisi dan mengabaikan etika politik kepemerintahan. Kritik tajam turut dilayangkan Ketua DPP PSI Bestari Barus yang menyebut manuver PKS sebagai tindakan yang tidak etis, mengingat PKS telah mendapatkan alokasi posisi strategis di kabinet serta Wantimpres namun justru mengomandani isu yang dapat menggoyang pemerintahan Prabowo-Gibran. Sementara itu, Anggota DPR RI Fraksi PKS Mardani Ali Sera menegaskan bahwa penjajakan komunikasi dengan fraksi lain di parlemen, termasuk PDIP, merupakan bagian dari pelaksanaan fungsi penyerapan aspirasi publik pasca-pembacaan pertimbangan hukum putusan Mahkamah Konstitusi (MK) terkait dokumen certificate of attendance milik Gibran. Bagaimana pandangan Anda mengenai wacana reshuffle atau penertiban parpol koalisi yang terindikasi berseberangan dengan arah kebijakan pemerintah di parlemen? #PrabowoSubianto #GibranRakabuming #IjazahGibran #PSI #PKS

About