@oumoull__khadiim1:

Oumuul khadiim lô💕😍
Oumuul khadiim lô💕😍
Open In TikTok:
Region: SN
Thursday 29 October 2026 21:12:25 GMT
3291
449
25
4

Music

Download

Comments

tymachou63
Tyma Chou❤️🤌🏻 :
Tt sœur ❤️
2026-10-30 08:51:15
0
fatimafall843
Fatima-global shop💄👗👠 :
Tati chérie ❤️
2026-10-29 21:24:18
0
mohamed.bo.sonko
Ahmed Talibe Sonko 🇬🇭 :
Nice
2026-10-30 08:50:08
0
moustaphadiop902
مصطفى صالح :
2026-11-01 06:44:14
0
alelo075
ale lo :
deloma abonne bi
2026-10-30 01:33:34
0
petit.djily
Petit djily :
🥰🥰🥰
2026-10-30 14:23:57
0
mameanta17
mameanta17 :
😍😍
2026-10-30 09:47:12
0
uservua2fstlky
sopé Serigne mbacké sokhna lo :
♥️♥️
2026-10-29 23:45:24
0
ndeyeleye29
Ndeye Leye :
❤️❤️❤️
2026-10-29 21:23:17
1
setousegnbarareukedeuye
Ummol xadim💕 :
❤️❤️❤️
2026-10-29 21:15:53
0
bb991386
Bigué Lo :
[Cœur rouge][Cœur rouge][Cœur rouge]
2026-10-30 10:49:37
0
762129069ndiaye.40656
NDIAYE 406 :
❤️❤️❤️
2026-10-31 01:09:56
0
aly.mbayebouserignesam
Baye Aly mbaye daraya koki :
[Conmovedor][Conmovedor][Conmovedor]
2026-10-29 21:36:56
0
dame.geuye35
Dame geuye :
❤️❤️❤️
2026-10-30 09:34:26
0
fallou8556
Fallou :
🥰🥰🥰
2026-10-30 15:57:26
0
mame.cheikh.seye27
mame cheikh seye :
🙏🙏🙏🙏💍🫀
2026-10-29 21:20:40
0
sohiboundiaye14
Ndiaye pro 📸📸🏃🏻‍♂️ :
[Cœur rouge][Cœur rouge][Cœur rouge]
2026-10-31 15:22:25
0
seydou_dieng_pendao
SEYDOU DIENG PENDAO :
🥰🥰🥰
2026-11-01 11:36:56
0
To see more videos from user @oumoull__khadiim1, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Bandar Lampung – Polda Lampung mengungkap sosok berinisial ATD yang disebut sebagai pemesan uang palsu senilai Rp980 juta yang diamankan di Pelabuhan Bakauheni, Lampung Selatan. ATD diduga memesan uang palsu tersebut untuk membiayai aksi demonstrasi di Jakarta. Kapolda Lampung Brigjen Pol Yustan Alpiani mengatakan, nama ATD terungkap berdasarkan hasil pemeriksaan terhadap Sudiyono (58), tersangka yang ditangkap di Medan, Sumatera Utara, pada 27 Oktober 2026. “Dari hasil pemeriksaan, ternyata uang ini dipesan oleh orang atas nama ATD di Jakarta. Rencananya, uang ini akan digunakan untuk membiayai demo yang ada di Jakarta,” kata Yustan. Meski identitas pemesan telah diperoleh, polisi hingga kini belum menemukan keberadaan ATD. Penyidik masih melakukan penelusuran berdasarkan informasi komunikasi antara Sudiyono dengan orang yang disebut sebagai pemesan tersebut. “Orangnya masih kami lakukan penyelidikan karena itu hanya keterangan dari si SP. Kami mengetahui informasi itu dari nomor komunikasi mereka,” ujarnya. Yustan menjelaskan, nomor komunikasi yang menjadi petunjuk penyidik saat ini sudah tidak dapat dihubungi. Polisi masih berupaya mencari keberadaan ATD sekaligus memastikan kebenaran keterangan Sudiyono. “Sampai saat ini nomor itu sudah tidak bisa kami hubungi, sehingga kami masih melakukan pencarian. Ini baru keterangan dari SP yang berhasil kita tangkap di Medan,” katanya. Menurut Yustan, pengembangan pemeriksaan terhadap Sudiyono membuka petunjuk baru terkait pihak yang diduga berada di balik pemesanan uang palsu tersebut. “Dari hasil pemeriksaan inilah bisa kita kembangkan. Artinya, paling tidak kita sudah bisa mencegah pembiayaan yang akan dilakukan oleh mereka terhadap demo yang terjadi di Jakarta,” ungkapnya. Sebelumnya, Polda Lampung telah mengamankan dua orang dalam kasus peredaran uang palsu lintas Sumatera-Jakarta. Keduanya yakni Azizir Wicaksono (28) yang diduga berperan sebagai kurir dan Sudiyono yang disebut memerintahkan pengiriman. Kasus ini terungkap saat petugas memeriksa bus Sempati Star bernomor polisi BL 7776 AA rute Medan-Jakarta di pintu masuk Seaport Pelabuhan Bakauheni, Lampung Selatan, Kamis (8/10/2026). Dari pemeriksaan tersebut, petugas menemukan sebuah kardus merek Le Minerale di kabin atas kursi nomor 28. Di dalamnya terdapat 9.800 lembar uang pecahan Rp100 ribu yang diduga palsu dengan total nominal mencapai Rp980 juta. Azizir yang membawa kardus tersebut kemudian diamankan. Berdasarkan hasil pemeriksaan, ia mengaku membawa uang tersebut dari Medan menuju Terminal Kampung Rambutan, Jakarta Timur, atas perintah Sudiyono. Polisi selanjutnya mengembangkan penyelidikan ke Medan hingga berhasil menangkap Sudiyono di sebuah tempat pangkas rambut pada 27 Oktober 2026. Hingga kini, penyidik masih memburu ATD untuk mengungkap lebih jauh pihak yang diduga memesan uang palsu tersebut. (Yul)
Bandar Lampung – Polda Lampung mengungkap sosok berinisial ATD yang disebut sebagai pemesan uang palsu senilai Rp980 juta yang diamankan di Pelabuhan Bakauheni, Lampung Selatan. ATD diduga memesan uang palsu tersebut untuk membiayai aksi demonstrasi di Jakarta. Kapolda Lampung Brigjen Pol Yustan Alpiani mengatakan, nama ATD terungkap berdasarkan hasil pemeriksaan terhadap Sudiyono (58), tersangka yang ditangkap di Medan, Sumatera Utara, pada 27 Oktober 2026. “Dari hasil pemeriksaan, ternyata uang ini dipesan oleh orang atas nama ATD di Jakarta. Rencananya, uang ini akan digunakan untuk membiayai demo yang ada di Jakarta,” kata Yustan. Meski identitas pemesan telah diperoleh, polisi hingga kini belum menemukan keberadaan ATD. Penyidik masih melakukan penelusuran berdasarkan informasi komunikasi antara Sudiyono dengan orang yang disebut sebagai pemesan tersebut. “Orangnya masih kami lakukan penyelidikan karena itu hanya keterangan dari si SP. Kami mengetahui informasi itu dari nomor komunikasi mereka,” ujarnya. Yustan menjelaskan, nomor komunikasi yang menjadi petunjuk penyidik saat ini sudah tidak dapat dihubungi. Polisi masih berupaya mencari keberadaan ATD sekaligus memastikan kebenaran keterangan Sudiyono. “Sampai saat ini nomor itu sudah tidak bisa kami hubungi, sehingga kami masih melakukan pencarian. Ini baru keterangan dari SP yang berhasil kita tangkap di Medan,” katanya. Menurut Yustan, pengembangan pemeriksaan terhadap Sudiyono membuka petunjuk baru terkait pihak yang diduga berada di balik pemesanan uang palsu tersebut. “Dari hasil pemeriksaan inilah bisa kita kembangkan. Artinya, paling tidak kita sudah bisa mencegah pembiayaan yang akan dilakukan oleh mereka terhadap demo yang terjadi di Jakarta,” ungkapnya. Sebelumnya, Polda Lampung telah mengamankan dua orang dalam kasus peredaran uang palsu lintas Sumatera-Jakarta. Keduanya yakni Azizir Wicaksono (28) yang diduga berperan sebagai kurir dan Sudiyono yang disebut memerintahkan pengiriman. Kasus ini terungkap saat petugas memeriksa bus Sempati Star bernomor polisi BL 7776 AA rute Medan-Jakarta di pintu masuk Seaport Pelabuhan Bakauheni, Lampung Selatan, Kamis (8/10/2026). Dari pemeriksaan tersebut, petugas menemukan sebuah kardus merek Le Minerale di kabin atas kursi nomor 28. Di dalamnya terdapat 9.800 lembar uang pecahan Rp100 ribu yang diduga palsu dengan total nominal mencapai Rp980 juta. Azizir yang membawa kardus tersebut kemudian diamankan. Berdasarkan hasil pemeriksaan, ia mengaku membawa uang tersebut dari Medan menuju Terminal Kampung Rambutan, Jakarta Timur, atas perintah Sudiyono. Polisi selanjutnya mengembangkan penyelidikan ke Medan hingga berhasil menangkap Sudiyono di sebuah tempat pangkas rambut pada 27 Oktober 2026. Hingga kini, penyidik masih memburu ATD untuk mengungkap lebih jauh pihak yang diduga memesan uang palsu tersebut. (Yul)

About