@.zenith121:

Dios_Es_Amor_777✝️🤍👑
Dios_Es_Amor_777✝️🤍👑
Open In TikTok:
Region: US
Sunday 01 November 2026 14:09:10 GMT
15987
1598
24
69

Music

Download

Comments

estuardo454469
Estuardo Baten 🥰🥰🥰🥰 :
Amen
2026-11-03 02:45:40
0
raquegarcia6
RG.Almasinfiltro6 :
AMÉN 🙏🙏🙏🙏 la oración me salvo y sano mi corazón de la tristeza el dolor el rencor y la ansiedad quién lo hizo solo monseñor el Dios de las alturas 🙏🙏🙏🙏
2026-11-02 15:31:01
0
richardjose.tineo
C@chi2025 :
🙏 Amén 🥰♥️
2026-11-03 01:23:47
0
anawel4
Anawel :
Dios es grande
2026-11-02 02:50:02
0
luis.gabriel.suar46
Luis Gabriel Suarez Niño :
Amen Gloria a Dios 🙏 🙌
2026-11-02 11:42:40
0
fernando.condo.re
Fernando Condo refulio :
amén y amén 🙏🙏🙏🙏
2026-11-01 14:17:05
0
romariobm8
Romario :
Ayudame mi dios por favor amén 😭🙏
2026-11-02 11:53:36
0
hunchen.077
Huchen77 :
amen
2026-11-02 23:38:02
0
samuel.rodirguez7
Samuel Rodirguez :
Amen
2026-11-02 01:59:37
0
rubencc554
RubenCC :
amén 🙏
2026-11-01 15:26:34
1
anawel4
Anawel :
Amen
2026-11-02 02:49:43
0
fer.vazq09
Vazquez Ferr :
Amén 🙏
2026-11-01 17:05:53
0
nataliajimenez2733000
nataliajimenez2733000 :
amén 🙏😇❤️
2026-11-02 03:50:41
0
gerardo.lopez561
Gerardo Lopez :
amen
2026-11-02 08:04:32
0
skay.593.yohany
Leal **¹⁰⁰ :
Amén
2026-11-01 14:29:45
0
bettocabrera1997
bettocabrera. :
Amén 🙏
2026-11-02 12:51:14
0
migueltorresro
Miguel Torres :
Amen 🙏
2026-11-01 14:18:36
0
lauraescobar323
Lvanesaescobar :
amén 🙌
2026-11-01 14:59:39
0
5174year
🌷Solo_letras🌷 :
🌷
2026-11-02 10:35:59
0
mishellmazariegos
Mishell Mazariegos Galdamez 💕 :
🙏🙏🙏
2026-11-02 06:36:18
0
lililake
user009425 :
😇😇😇
2026-11-02 04:47:09
0
jornielborrego
Jorniel :
🙏
2026-11-01 23:03:11
0
rubia3747
rubia :
[Lágrimas de alegría][Lágrimas de alegría][Lágrimas de alegría]
2026-11-02 15:11:45
0
yulyestrella7
Yuly Estrella :
🙏🙏🙏
2026-11-02 15:53:09
0
To see more videos from user @.zenith121, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Sejarah Desa Pelaga Badung, Berawal dari Kisah Tragis Pembunuhan Putra Raja Gegelang Sebelum Penobatan Desa Pelaga di Kecamatan Petang, Kabupaten Badung, Bali, ternyata memiliki kisah sejarah yang menarik untuk ditelusuri. Di balik wilayahnya yang kini dikenal dengan panorama alam perbukitan dan kehidupan agraris, tersimpan cerita masa lampau tentang sebuah kerajaan bernama Gegelang. Bahkan, berdasarkan kisah yang diwariskan secara turun-temurun, nama Pelaga disebut berasal dari rangkaian kata PARALAGA yang berkaitan dengan peristiwa pembunuhan putra mahkota Kerajaan Gegelang. Kisah tersebut tercantum dalam laman resmi Pemerintah Desa Pelaga dan disebut bersumber dari wawancara dengan para tetua atau penglingsir desa serta saduran lontar Medang Kemulan. Menurut sejarah yang dipublikasikan di website Pemerintah Desa Pelaga, sekitar abad IX pada masa pemerintahan Raja Jaya Pangus, berdirilah Kerajaan Gegelang. Raja tersebut memiliki seorang permaisuri dan seorang selir yang masing-masing melahirkan seorang putra laki-laki. Putra dari selir merupakan anak tertua, sedangkan putra dari permaisuri merupakan anak yang lebih muda. Ketika kedua putra raja beranjak dewasa, muncul persoalan mengenai siapa yang berhak menggantikan kedudukan sang raja. Sebagian besar masyarakat Kerajaan Gegelang disebut lebih cenderung memilih putra yang lahir dari permaisuri untuk menjadi penerus takhta. Kabar tersebut sampai ke telinga putra pertama yang kemudian merasa tersinggung dan menganggap dirinya lebih berhak menjadi raja karena merupakan anak tertua. Rasa iri dan dengki terhadap adiknya pun muncul hingga mendorongnya menyusun rencana pembunuhan. Untuk melancarkan niatnya, putra pertama mengajak Maha Patih Kerajaan Gegelang bersekongkol membunuh adiknya sebelum upacara penobatan putra mahkota dilaksanakan. Rencana tersebut kemudian dijalankan dengan cara mengajak putra mahkota berburu ke tengah hutan. Kedua putra raja berangkat bersama Maha Patih yang telah mengetahui rencana jahat tersebut. Setibanya di lokasi yang dianggap aman, putra pertama memerintahkan Maha Patih membunuh adiknya. Setelah dipastikan meninggal, jasad putra mahkota diseret dan diletakkan di samping sebuah pohon lapuk yang telah tumbang. Jasad tersebut kemudian ditutupi dedaunan dan semak belukar agar tidak diketahui orang lain. Putra pertama bersama Maha Patih lalu kembali ke kerajaan dengan menyimpan rapat peristiwa pembunuhan tersebut. Kisah pembunuhan itu kemudian menemukan titik terang berkat seorang pemburu yang mengalami kejadian tidak biasa. Diceritakan, suatu hari seorang pemburu yang sedang menunggang kuda kemalaman di tengah hutan. Karena kondisi sudah gelap dan kudanya tidak mau melanjutkan perjalanan, pemburu tersebut memutuskan bermalam di kawasan hutan. Menjelang subuh, ketika sedang tertidur, ia mendengar sabda dari dewa penguasa jagat raya yang mengungkap penyebab hilangnya putra kesayangan Raja Gegelang. Dalam sabda tersebut, pemburu mendengar rangkaian kata PA-RA-LA-GA yang memiliki arti khusus. PA berarti Putra Ida, RA berarti Rakan Ida, LA berarti Langlang Duta, sedangkan GA berarti Gegelang. Rangkaian kata tersebut mengandung petunjuk bahwa putra raja dari permaisuri telah dibunuh oleh kakaknya sendiri dengan melibatkan istri selir raja. Pelakunya adalah Maha Patih bernama Langlang Duta, sedangkan lokasi pembunuhan berada di Hutan Gegelang atau Alas Gegelang. Setelah mendengar sabda tersebut, pemburu segera berangkat menuju Kerajaan Gegelang untuk menyampaikan apa yang dialaminya kepada raja. Saat itu, kerajaan sedang menggelar paseban agung atau paruman agung yang dihadiri para patih, punggawa, dan sejumlah pihak kerajaan untuk membahas hilangnya putra mahkota. Kedatangan pemburu yang menyampaikan kata PA-RA-LA-GA kemudian membuat Raja Gegelang memerintahkan para patih, punggawa, dan rakyat untuk melakukan pencarian ke tengah hutan. Pencarian tersebut akhirnya membuahkan hasil. Sumber: Website Resmi Pemerintah Desa Pelaga, Kabupaten Badung, halaman Sejarah Desa.
Sejarah Desa Pelaga Badung, Berawal dari Kisah Tragis Pembunuhan Putra Raja Gegelang Sebelum Penobatan Desa Pelaga di Kecamatan Petang, Kabupaten Badung, Bali, ternyata memiliki kisah sejarah yang menarik untuk ditelusuri. Di balik wilayahnya yang kini dikenal dengan panorama alam perbukitan dan kehidupan agraris, tersimpan cerita masa lampau tentang sebuah kerajaan bernama Gegelang. Bahkan, berdasarkan kisah yang diwariskan secara turun-temurun, nama Pelaga disebut berasal dari rangkaian kata PARALAGA yang berkaitan dengan peristiwa pembunuhan putra mahkota Kerajaan Gegelang. Kisah tersebut tercantum dalam laman resmi Pemerintah Desa Pelaga dan disebut bersumber dari wawancara dengan para tetua atau penglingsir desa serta saduran lontar Medang Kemulan. Menurut sejarah yang dipublikasikan di website Pemerintah Desa Pelaga, sekitar abad IX pada masa pemerintahan Raja Jaya Pangus, berdirilah Kerajaan Gegelang. Raja tersebut memiliki seorang permaisuri dan seorang selir yang masing-masing melahirkan seorang putra laki-laki. Putra dari selir merupakan anak tertua, sedangkan putra dari permaisuri merupakan anak yang lebih muda. Ketika kedua putra raja beranjak dewasa, muncul persoalan mengenai siapa yang berhak menggantikan kedudukan sang raja. Sebagian besar masyarakat Kerajaan Gegelang disebut lebih cenderung memilih putra yang lahir dari permaisuri untuk menjadi penerus takhta. Kabar tersebut sampai ke telinga putra pertama yang kemudian merasa tersinggung dan menganggap dirinya lebih berhak menjadi raja karena merupakan anak tertua. Rasa iri dan dengki terhadap adiknya pun muncul hingga mendorongnya menyusun rencana pembunuhan. Untuk melancarkan niatnya, putra pertama mengajak Maha Patih Kerajaan Gegelang bersekongkol membunuh adiknya sebelum upacara penobatan putra mahkota dilaksanakan. Rencana tersebut kemudian dijalankan dengan cara mengajak putra mahkota berburu ke tengah hutan. Kedua putra raja berangkat bersama Maha Patih yang telah mengetahui rencana jahat tersebut. Setibanya di lokasi yang dianggap aman, putra pertama memerintahkan Maha Patih membunuh adiknya. Setelah dipastikan meninggal, jasad putra mahkota diseret dan diletakkan di samping sebuah pohon lapuk yang telah tumbang. Jasad tersebut kemudian ditutupi dedaunan dan semak belukar agar tidak diketahui orang lain. Putra pertama bersama Maha Patih lalu kembali ke kerajaan dengan menyimpan rapat peristiwa pembunuhan tersebut. Kisah pembunuhan itu kemudian menemukan titik terang berkat seorang pemburu yang mengalami kejadian tidak biasa. Diceritakan, suatu hari seorang pemburu yang sedang menunggang kuda kemalaman di tengah hutan. Karena kondisi sudah gelap dan kudanya tidak mau melanjutkan perjalanan, pemburu tersebut memutuskan bermalam di kawasan hutan. Menjelang subuh, ketika sedang tertidur, ia mendengar sabda dari dewa penguasa jagat raya yang mengungkap penyebab hilangnya putra kesayangan Raja Gegelang. Dalam sabda tersebut, pemburu mendengar rangkaian kata PA-RA-LA-GA yang memiliki arti khusus. PA berarti Putra Ida, RA berarti Rakan Ida, LA berarti Langlang Duta, sedangkan GA berarti Gegelang. Rangkaian kata tersebut mengandung petunjuk bahwa putra raja dari permaisuri telah dibunuh oleh kakaknya sendiri dengan melibatkan istri selir raja. Pelakunya adalah Maha Patih bernama Langlang Duta, sedangkan lokasi pembunuhan berada di Hutan Gegelang atau Alas Gegelang. Setelah mendengar sabda tersebut, pemburu segera berangkat menuju Kerajaan Gegelang untuk menyampaikan apa yang dialaminya kepada raja. Saat itu, kerajaan sedang menggelar paseban agung atau paruman agung yang dihadiri para patih, punggawa, dan sejumlah pihak kerajaan untuk membahas hilangnya putra mahkota. Kedatangan pemburu yang menyampaikan kata PA-RA-LA-GA kemudian membuat Raja Gegelang memerintahkan para patih, punggawa, dan rakyat untuk melakukan pencarian ke tengah hutan. Pencarian tersebut akhirnya membuahkan hasil. Sumber: Website Resmi Pemerintah Desa Pelaga, Kabupaten Badung, halaman Sejarah Desa.

About