@bursamobilextaxigroup: 🚘 PILIHAN UNIT READY STOCK: ✨ DAIHATSU SIGRA TYPE R / M ✨ TOYOTA CALYA TYPE E 💎 KENAPA HARUS AMBIL SEKARANG? ✅ KM RENDAH ✅ PAJAK ON ✅ PILIHAN WARNA ADA BEBERAPA ✅ MESIN 1.000 CC & 1.200 CC ✅ UNIT READY STOCK, TINGGAL PILIH!#bmxgroup #Bursamobilextaxi #sigra #calya

bursamobilextaxigroup
bursamobilextaxigroup
Open In TikTok:
Region: ID
Sunday 01 November 2026 18:29:02 GMT
280
5
0
0

Music

Download

Comments

There are no more comments for this video.
To see more videos from user @bursamobilextaxigroup, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Suatu hari di Madinah, seorang wanita dari kabilah Ghamidiyyah melangkah mendatangi Rasulullah SAW dengan perasaan hancur. Di dalam perutnya, ada janin yang sedang tumbuh akibat perbuatan zina yang sangat ia sesali. la datang sukarela tanpa menyebut nama pasangannya, karena hukum syaria hanya bisa ditegakkan atas pengakuan dirinya sendiri. Di hadapan Nabi SAW, wanita itu tidak mencari pembenaran. Sambil menangis tersedu-sedu, ia memohon agar dihukum mati dengan lemparan batu (rajam) demi menebus dosanya.
Suatu hari di Madinah, seorang wanita dari kabilah Ghamidiyyah melangkah mendatangi Rasulullah SAW dengan perasaan hancur. Di dalam perutnya, ada janin yang sedang tumbuh akibat perbuatan zina yang sangat ia sesali. la datang sukarela tanpa menyebut nama pasangannya, karena hukum syaria hanya bisa ditegakkan atas pengakuan dirinya sendiri. Di hadapan Nabi SAW, wanita itu tidak mencari pembenaran. Sambil menangis tersedu-sedu, ia memohon agar dihukum mati dengan lemparan batu (rajam) demi menebus dosanya. "Wahai Rasulullah, sucikanlah aku! Sungguh aku telah berzina dan aku sedang hamil." Namun Rasulullah SAW tidak langsung menghukumnya. Beliau memalingkan wajah lalu bersabda lembut: "Pulanglah sampai kamu melahirkan bayimu." Secara hukum Islam, seseorang yang terlanjur berbuat dosa sebenarnya sangat dianjurkan untuk menutupi aibnya sendiri dan bertobat langsung kepada ALLAH SWT. Nabi SAW sama sekali tidak berniat menghukumnya. Perintah untuk pulang adalah celah pertama yang beliau berikan agar wanita itu membatalkan pengakuannya dan bertobat secara diam-diam di rumah. 9 bulan berlalu. Bagi kebanyakan orang, penundaan itu adalah kesempatan emas untuk melarikan diri dari maut. Namun tidak bagi wanita ini. Begitu melahirkan, ia kembali menghadap Nabi sambil menggendong bayinya dalam bungkusan kain. "Wahai Rasulullah, aku telah melahirkan, maka sucikanlah aku!" Namun demi keselamatan sang bayi, Rasulullah SAW kembali memberinya kesempatan kedua untuk mundur. Beliau bersabda penuh kasih sayang: "Pulanglah, susui lah bayimu sampai kamu menyapihnya." Sebuah penundaan panjang selama 2 tahun berikutnya yang kembali menguji keteguhan niat seorang manusia. 2 tahun penuh wanita itu merawat dan menyusui buah hatinya. Rasa cinta pada anak tak melunturkan tekadnya kepada ALLAH SWT. Jika ia memilih berdiam di rumah, tuntutan hukuman itu otomatis gugur dan tak ada yang mengejarnya. Hingga suatu hari, wanita itu kembali ke Madinah menuntun balitanya. Di tangan mungil anak itu, ada sepotong roti kering. Roti itu adalah bukti bahwa sang anak telah tuntas disapih dan bisa makan sendiri. Wanita itu berkata haru: "Wahai Nabi Allah, aku telah menyapihnya dan dia sudah bisa makan roti." Rasulullah SAW menyerahkan balita itu kepada seorang sahabat untuk diasuh. Waktu penantian tobat selama hampir 3 tahun itu pun berakhir. Mengapa Nabi tidak membiarkannya saja? Karena wanita ini sendiri yang bersikeras menolak mundur. Rasa takutnya pada adzab akhirat jauh lebih besar daripada rasa takutnya pada lemparan batu duniawi. Sebagai hakim, ketika pengakuan telah diajukan berulang kali tanpa dicabut, hukum ALLAH SWT harus ditegakkan sebagai sarana penyucian jiwa. Tempat eksekusi disiapkan di tanah lapang. Pakaian wanita itu dirapatkan agar auratnya tetap terjaga mulia. Hukuman rajam pun dimulai. Hujan lemparan batu mengakhiri napas wanita tersebut. Darah membasahi bumi, menutup lembaran hidup seorang pendosa yang memilih mati demi ridho Tuhannya. Jasad yang tak bernyawa itu dibersihkan dan dikafani dengan rapi. Setelahnya, sebuah pemandangan membuat para sahabat tercengang membisu. Rasulullah SAW melangkah maju mendekati jenazah wanita tersebut. Beliau berdiri tegak di depan jenazah, bersiap memimpin shalat jenazah untuknya. Umar bin Khattab yang menyaksikan itu seketika tersentak kaget. Beliau memprotes heran di hadapan Nabi SAW. "Wahai Rasulullah, engkau menyalatkan jenazahnya, padahal dia telah berzina?!" Bagi kacamata manusia, dosa wanita itu terlalu kotor untuk mendapatkan doa pengampunan langsung dari manusia termulia. Rasulullah SAW menatap Umar lalu bersabda dengan suara yang menggetarkan sanubari. "Sungguh ia telah bertobat dengan tobat yang jika dibagikan kepada 70 penduduk Madinah, niscaya akan mencukupi mereka!" "Apakah engkau menemukan tobat yang lebih utama daripada seseorang yang menyerahkan hidupnya untuk ALLAH SWT?" Sumber Kisah: HR. Muslim No. 1695 & No. 1696

About