Language
English
عربي
Tiếng Việt
русский
français
español
日本語
한글
Deutsch
हिन्दी
简体中文
繁體中文
API
Home
How To Use
Language
English
عربي
Tiếng Việt
русский
français
español
日本語
한글
Deutsch
हिन्दी
简体中文
繁體中文
Home
Detail
@tra.chanh89: Cốp đựng đồ trang điểm #copmakeup #copdungdotrangdiem #xuhuong #trachanh89
Trà chanh 89
Open In TikTok:
Region: VN
Tuesday 03 November 2026 01:43:07 GMT
154
3
0
2
Music
Download
No Watermark .mp4 (
14.75MB
)
Watermark .mp4 (
0MB
)
Music .mp3
Comments
There are no more comments for this video.
To see more videos from user @tra.chanh89, please go to the Tikwm homepage.
Other Videos
POV: cái nết của tui khi any làm trái ý kiểu #homestay #homestayhanoi #lelahome #catmemes
#سفيرة_السعاده🍂🎼 #سورة عبس كامله بصوت الشيخ ماهر المعيقلي #ارح_سمعك_باالقرأن❤️🎧 #القران_الكريم_راحه_نفسية😍🕋 #سبحان_الله_وبحمده_سبحان_الله_العظيم
#tiktok #rasty_lak #rasty_lak #tiktokindia #ئەکتیڤ_سفڕە_یەک_تۆز_ئەکتیڤ_بن_دڵەکان😻💔
TIDAK MENYERAH Sore itu, 28 Oktober 2026, di tengah demo mahasiswa Jakarta yang penuh teriakan “Hidup Mahasiswa”, tiba-tiba muncul sebatang salib kayu merah yang dipikul pelan oleh kader PMKRI. Tanpa tulisan, hanya warna merah yang menyala di bawah langit mendung. Orang-orang terkejut, tapi pembawanya bilang sederhana: “Kami terinspirasi masyarakat adat Papua.”Di Papua Selatan, salib merah itu bukan sekadar simbol iman. Ia adalah batas dan tanda larangan keras bagi korporasi dan negara. Ia doa diam-diam, darah yang tak mau sia-sia, dan perlawanan yang memilih diam daripada berteriak. Di hari Sumpah Pemuda ke-98 itu, salib merah berdiri di tengah tuntutan: status bencana nasional karhutla, APBN pro-rakyat, pendidikan murah, dan kebebasan berpendapat. Ia tak berteriak. Ia hanya hadir, seperti saksi. Perlawanan biasanya keras orasi membakar, dorong-dorongan. Tapi salib ini menawarkan cara lain: menghubungkan luka mahasiswa di kota dengan luka masyarakat adat di hutan. Ia tak membagi agama atau asal. Ia hanya bilang, penderitaan yang sama sedang terjadi di mana-mana. Dulu pemuda 1928 berikrar satu nusa, satu bangsa, satu bahasa. Kini, sembilan puluh delapan tahun kemudian, salib merah mengingatkan bahwa “satu bangsa” belum selesai selama tanah masih dirampas, hutan dibakar, dan suara dibungkam. Ia tak meminta kita religius, hanya sadar: perlawanan tak selalu harus keras. Kadang cukup berdiri diam, memikul yang berat, dan membiarkan orang melihat. Di tengah hujan yang turun, salib itu tetap tegak, lembut, simbolik, tapi penuh keberanian. Diam-diam, ia menunjukkan jalan baru untuk melawan. Demikian Bukan Sekian #demo #salib #aksi #papua #sumpahpemuda
Super easy one took me all of 1 min to make .. frozen it overnight and it was good to go today # dogenrichment #dogtok #busydogminds #enricheddogs @Freezbone UK
#musteatinmycity #@Md, Suroz Ali @Qasim Bhatti
About
Robot
API
Legal
Privacy Policy