@user13595002254980:

ود محمد ✌️🥷
ود محمد ✌️🥷
Open In TikTok:
Region: SD
Saturday 07 November 2026 05:53:30 GMT
6932
368
39
19

Music

Download

Comments

user135759732356
ابو القاسم ابن كملتي :
2026-11-07 12:56:05
0
user9916052699971
حركه عيسى :
✌️✌️✌️
2026-11-07 12:51:34
1
user5955166392015
احمد عبدالر حيم✌ :
🥰🥰🥰
2026-11-07 11:33:02
1
user7406057910114
اسير الاحزان 💔🦁⚠️ :
[مؤثر][مؤثر][مؤثر]
2026-11-07 11:39:15
1
user3330794333528
الطيب الفاضل محمد :
✌️✌️✌️
2026-11-07 11:25:44
1
user9832366163218
ضحيه محمد جزولي :
[فوز][فوز][فوز]
2026-11-07 11:30:59
1
user7735543359813
حسين خردل :
✌️✌️✌️
2026-11-07 12:02:50
1
user33093610259582
ادم موسي :
🥰🥰🥰
2026-11-07 10:42:24
1
user46956324135473
ود ام سلم :
[فوز][فوز][فوز][فوز][قلب موجوع][قلب موجوع]
2026-11-07 09:14:24
1
ahmab.mhmab53
الشاعر 🦁 جريمة 🦁 الزايدي 💚 :
🥰🥰🥰
2026-11-07 09:00:45
2
user4046686194453
سفير💔💔💔 الأحزان :
🥰🥰🥰
2026-11-07 06:30:13
1
user55011908623456
ازرق محمد صالح :
🥰🥰🥰
2026-11-07 10:08:52
1
user39988129959786
المتمرد ابوكدره :
💪💪💪
2026-11-07 06:06:15
1
user1496181035516
عاشق الشاص :
✌️✌️✌️
2026-11-07 08:49:58
1
user9308106150218
احمد الشبلي المتمرد✌️✌️✌️ :
[قلب موجوع][قلب موجوع][قلب موجوع]
2026-11-07 05:56:53
1
.r..s..f287
الجنرال زقلو جنحين :
[قلب موجوع][قلب موجوع][قلب موجوع]
2026-11-07 06:40:20
1
user172458744792
الدقل ابو فضيل :
🥰🥰🥰🥰🥰
2026-11-07 07:40:35
1
.15....m91
ود عزيز المسيري 15....M :
[مؤثر][مؤثر][مؤثر]
2026-11-07 13:30:09
0
.71789238
نورالدين موسي الهلباوي 717 :
[مؤثر][مؤثر][مؤثر]
2026-11-07 13:09:37
0
user7285720206252
عبداللطيف محمد علي :
👍👍👍
2026-11-07 13:42:53
1
user5585413624852
🦁ا حمدان ✊ابودلود🦁 :
🥰🥰🥰
2026-11-07 14:26:24
1
.71789238
نورالدين موسي الهلباوي 717 :
[فوز][فوز][فوز]
2026-11-07 13:09:38
1
user540712661427
الضي ابو سالم✌️✌️🦅 :
✌️✌️✌️
2026-11-07 13:18:25
1
user2627617618571
مادري ال الدود :
✌✌✌
2026-11-07 13:54:01
0
user1907434615323
مرسال :
[مؤثر][مؤثر][مؤثر]
2026-11-07 06:03:52
0
To see more videos from user @user13595002254980, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Kasus dugaan penyadapan ilegal terhadap Presiden Prabowo Subianto dan sejumlah tokoh nasional semakin menjadi perhatian publik. Pengamat politik dan militer Universitas Nasional, Selamat Ginting, mengungkap dugaan adanya jaringan operasi penyadapan yang melibatkan sejumlah perwira tinggi Polri. la juga mengklaim perangkat penyadapan bernilai hingga triliunan rupiah dipindahkan dari Mabes Polri ke rumah sejumlah jenderal. Menurut Selamat, operasi tersebut diduga menyasar Presiden, para menteri, pimpinan partai politik, mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, hingga kalangan media dan pengusaha. la turut menduga adanya aliran dana dari aktivitas ilegal seperti judi online, narkoba, dan pertambangan. Namun, klaim mengenai nilai perangkat, jumlah perwira yang terlibat, serta sumber pendanaan tersebut belum seluruhnya dikonfirmasi secara resmi oleh Polri. Kasus ini juga menarik perhatian media internasional seperti Reuters, Deutsche Welle, dan Kyodo News. Pemberitaan mereka menyoroti penahanan mantan Kapolri Listyo Sigit Prabowo, dinamika politik di lingkaran kekuasaan, serta pengerahan sekitar 20.980 personel militer ke Jakarta. Meski demikian, TNI menyatakan pengerahan pasukan merupakan bagian dari kesiapsiagaan rutin dan tidak secara resmi mengaitkannya dengan kasus penyadapan. Di tengah perkembangan tersebut, kriminolog Universitas Indonesia Adrianus Meliala menilai terdapat dugaan bahwa penyadapan dilakukan bukan untuk kepentingan negara maupun institusi Polri, melainkan untuk kepentingan pihak tertentu. Skandal ini kini memunculkan pertanyaan lebih besar mengenai pengawasan terhadap lembaga penegak hukum, penggunaan teknologi intelijen, dan perlindungan privasi warga negara. Jika benar alat negara digunakan untuk kepentingan kelompok tertentu, siapa yang seharusnya bertanggung jawab dan bagaimana memastikan praktik serupa tidak terulang? #cryptowave #newsupdate #polisi
Kasus dugaan penyadapan ilegal terhadap Presiden Prabowo Subianto dan sejumlah tokoh nasional semakin menjadi perhatian publik. Pengamat politik dan militer Universitas Nasional, Selamat Ginting, mengungkap dugaan adanya jaringan operasi penyadapan yang melibatkan sejumlah perwira tinggi Polri. la juga mengklaim perangkat penyadapan bernilai hingga triliunan rupiah dipindahkan dari Mabes Polri ke rumah sejumlah jenderal. Menurut Selamat, operasi tersebut diduga menyasar Presiden, para menteri, pimpinan partai politik, mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, hingga kalangan media dan pengusaha. la turut menduga adanya aliran dana dari aktivitas ilegal seperti judi online, narkoba, dan pertambangan. Namun, klaim mengenai nilai perangkat, jumlah perwira yang terlibat, serta sumber pendanaan tersebut belum seluruhnya dikonfirmasi secara resmi oleh Polri. Kasus ini juga menarik perhatian media internasional seperti Reuters, Deutsche Welle, dan Kyodo News. Pemberitaan mereka menyoroti penahanan mantan Kapolri Listyo Sigit Prabowo, dinamika politik di lingkaran kekuasaan, serta pengerahan sekitar 20.980 personel militer ke Jakarta. Meski demikian, TNI menyatakan pengerahan pasukan merupakan bagian dari kesiapsiagaan rutin dan tidak secara resmi mengaitkannya dengan kasus penyadapan. Di tengah perkembangan tersebut, kriminolog Universitas Indonesia Adrianus Meliala menilai terdapat dugaan bahwa penyadapan dilakukan bukan untuk kepentingan negara maupun institusi Polri, melainkan untuk kepentingan pihak tertentu. Skandal ini kini memunculkan pertanyaan lebih besar mengenai pengawasan terhadap lembaga penegak hukum, penggunaan teknologi intelijen, dan perlindungan privasi warga negara. Jika benar alat negara digunakan untuk kepentingan kelompok tertentu, siapa yang seharusnya bertanggung jawab dan bagaimana memastikan praktik serupa tidak terulang? #cryptowave #newsupdate #polisi

About