@arfiani.yanuar: ✨Risol Spicy Mayo✨ Bahan kulit risol: 250 gr Tepung Terigu Pro Sedang 30 gt Tepung Tapioka 1/2 sdt Garam 1/4 sdt Lada Bubuk 2 butir Telur 600 ml Air 2 sdm Minyak Goreng Pewarna Merah (secukupnya)   SPICY MAYO: 600 gr Mamayo 150 gr Gourmet Extra Pedas 90 gr Barbeque Sauce 35 gr SKM   isian: 100 g Smoked Beef 4 butir Telur Rebus 100 g Keju   BALURAN: 5 sdm Tepung Terigu 100 ml Air 100 g Tepung Panir merah Tips: Bisa pake tepung panir biasa dan dikasih pewarna merah Note: 1 resep hasilnya 20-24 pcs #risolspicymayo #resepsimple #reseprisol #risolmayo #idejualan

ArfianiYanuar
ArfianiYanuar
Open In TikTok:
Region: ID
Sunday 08 November 2026 01:00:00 GMT
22572
636
13
59

Music

Download

Comments

kesyaramazan
keysaramazan :
pnyak q isi ayam pedas
2026-11-08 06:52:27
2
utisari7
uti :
mari kita coba Terimakasih kak
2026-11-08 03:04:49
0
livvvvvvvvv28
Livy :
kak dijual brp? aku jual 3k malah ada yg ngeluh kemahalan🥺
2026-11-08 06:01:40
0
pecintamilen07
@emakgabut😋 :
kak panirnya kok bisa merah gitu?
2026-11-08 02:50:36
0
ris_a31
Rissaajah :
gemas bgt ya khannnnn🥰
2026-11-08 06:49:39
0
lutfian087
lutfiana :
teflonnya ukuran berapa kak
2026-11-08 01:03:37
0
deswitarmen
Deswita Armen :
cantik menggoda bgt risol nya
2026-11-08 02:39:10
0
rani.apriliani04
Momzbellaa04 :
izin ninggalin jejak kk 🙏 bntu di follow ya kk 🙏
2026-11-08 04:26:05
0
To see more videos from user @arfiani.yanuar, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Bandar Lampung – Polda Lampung mengungkap sosok berinisial ATD yang disebut sebagai pemesan uang palsu senilai Rp980 juta yang diamankan di Pelabuhan Bakauheni, Lampung Selatan. ATD diduga memesan uang palsu tersebut untuk membiayai aksi demonstrasi di Jakarta. Kapolda Lampung Brigjen Pol Yustan Alpiani mengatakan, nama ATD terungkap berdasarkan hasil pemeriksaan terhadap Sudiyono (58), tersangka yang ditangkap di Medan, Sumatera Utara, pada 27 Oktober 2026. “Dari hasil pemeriksaan, ternyata uang ini dipesan oleh orang atas nama ATD di Jakarta. Rencananya, uang ini akan digunakan untuk membiayai demo yang ada di Jakarta,” kata Yustan. Meski identitas pemesan telah diperoleh, polisi hingga kini belum menemukan keberadaan ATD. Penyidik masih melakukan penelusuran berdasarkan informasi komunikasi antara Sudiyono dengan orang yang disebut sebagai pemesan tersebut. “Orangnya masih kami lakukan penyelidikan karena itu hanya keterangan dari si SP. Kami mengetahui informasi itu dari nomor komunikasi mereka,” ujarnya. Yustan menjelaskan, nomor komunikasi yang menjadi petunjuk penyidik saat ini sudah tidak dapat dihubungi. Polisi masih berupaya mencari keberadaan ATD sekaligus memastikan kebenaran keterangan Sudiyono. “Sampai saat ini nomor itu sudah tidak bisa kami hubungi, sehingga kami masih melakukan pencarian. Ini baru keterangan dari SP yang berhasil kita tangkap di Medan,” katanya. Menurut Yustan, pengembangan pemeriksaan terhadap Sudiyono membuka petunjuk baru terkait pihak yang diduga berada di balik pemesanan uang palsu tersebut. “Dari hasil pemeriksaan inilah bisa kita kembangkan. Artinya, paling tidak kita sudah bisa mencegah pembiayaan yang akan dilakukan oleh mereka terhadap demo yang terjadi di Jakarta,” ungkapnya. Sebelumnya, Polda Lampung telah mengamankan dua orang dalam kasus peredaran uang palsu lintas Sumatera-Jakarta. Keduanya yakni Azizir Wicaksono (28) yang diduga berperan sebagai kurir dan Sudiyono yang disebut memerintahkan pengiriman. Kasus ini terungkap saat petugas memeriksa bus Sempati Star bernomor polisi BL 7776 AA rute Medan-Jakarta di pintu masuk Seaport Pelabuhan Bakauheni, Lampung Selatan, Kamis (8/10/2026). Dari pemeriksaan tersebut, petugas menemukan sebuah kardus merek Le Minerale di kabin atas kursi nomor 28. Di dalamnya terdapat 9.800 lembar uang pecahan Rp100 ribu yang diduga palsu dengan total nominal mencapai Rp980 juta. Azizir yang membawa kardus tersebut kemudian diamankan. Berdasarkan hasil pemeriksaan, ia mengaku membawa uang tersebut dari Medan menuju Terminal Kampung Rambutan, Jakarta Timur, atas perintah Sudiyono. Polisi selanjutnya mengembangkan penyelidikan ke Medan hingga berhasil menangkap Sudiyono di sebuah tempat pangkas rambut pada 27 Oktober 2026. Hingga kini, penyidik masih memburu ATD untuk mengungkap lebih jauh pihak yang diduga memesan uang palsu tersebut. (Yul)
Bandar Lampung – Polda Lampung mengungkap sosok berinisial ATD yang disebut sebagai pemesan uang palsu senilai Rp980 juta yang diamankan di Pelabuhan Bakauheni, Lampung Selatan. ATD diduga memesan uang palsu tersebut untuk membiayai aksi demonstrasi di Jakarta. Kapolda Lampung Brigjen Pol Yustan Alpiani mengatakan, nama ATD terungkap berdasarkan hasil pemeriksaan terhadap Sudiyono (58), tersangka yang ditangkap di Medan, Sumatera Utara, pada 27 Oktober 2026. “Dari hasil pemeriksaan, ternyata uang ini dipesan oleh orang atas nama ATD di Jakarta. Rencananya, uang ini akan digunakan untuk membiayai demo yang ada di Jakarta,” kata Yustan. Meski identitas pemesan telah diperoleh, polisi hingga kini belum menemukan keberadaan ATD. Penyidik masih melakukan penelusuran berdasarkan informasi komunikasi antara Sudiyono dengan orang yang disebut sebagai pemesan tersebut. “Orangnya masih kami lakukan penyelidikan karena itu hanya keterangan dari si SP. Kami mengetahui informasi itu dari nomor komunikasi mereka,” ujarnya. Yustan menjelaskan, nomor komunikasi yang menjadi petunjuk penyidik saat ini sudah tidak dapat dihubungi. Polisi masih berupaya mencari keberadaan ATD sekaligus memastikan kebenaran keterangan Sudiyono. “Sampai saat ini nomor itu sudah tidak bisa kami hubungi, sehingga kami masih melakukan pencarian. Ini baru keterangan dari SP yang berhasil kita tangkap di Medan,” katanya. Menurut Yustan, pengembangan pemeriksaan terhadap Sudiyono membuka petunjuk baru terkait pihak yang diduga berada di balik pemesanan uang palsu tersebut. “Dari hasil pemeriksaan inilah bisa kita kembangkan. Artinya, paling tidak kita sudah bisa mencegah pembiayaan yang akan dilakukan oleh mereka terhadap demo yang terjadi di Jakarta,” ungkapnya. Sebelumnya, Polda Lampung telah mengamankan dua orang dalam kasus peredaran uang palsu lintas Sumatera-Jakarta. Keduanya yakni Azizir Wicaksono (28) yang diduga berperan sebagai kurir dan Sudiyono yang disebut memerintahkan pengiriman. Kasus ini terungkap saat petugas memeriksa bus Sempati Star bernomor polisi BL 7776 AA rute Medan-Jakarta di pintu masuk Seaport Pelabuhan Bakauheni, Lampung Selatan, Kamis (8/10/2026). Dari pemeriksaan tersebut, petugas menemukan sebuah kardus merek Le Minerale di kabin atas kursi nomor 28. Di dalamnya terdapat 9.800 lembar uang pecahan Rp100 ribu yang diduga palsu dengan total nominal mencapai Rp980 juta. Azizir yang membawa kardus tersebut kemudian diamankan. Berdasarkan hasil pemeriksaan, ia mengaku membawa uang tersebut dari Medan menuju Terminal Kampung Rambutan, Jakarta Timur, atas perintah Sudiyono. Polisi selanjutnya mengembangkan penyelidikan ke Medan hingga berhasil menangkap Sudiyono di sebuah tempat pangkas rambut pada 27 Oktober 2026. Hingga kini, penyidik masih memburu ATD untuk mengungkap lebih jauh pihak yang diduga memesan uang palsu tersebut. (Yul)

About