@itsashy_cakes: COD 12\6PCS Women's underwear, size up recommended for loose fit, pure cotton, all cotton, antibacterial, breathable, girls' shorts, mid-rise, comfortable, hip-hugging, young girl, student, macaron color palette Runs small #PureCottonPanties #BreathableComfort #MacaronColorSet #SoftEverydayWear #SizeUpRecommended

Ashy
Ashy
Open In TikTok:
Region: PH
Tuesday 18 August 2026 05:00:00 GMT
3208
2
0
0

Music

Download

Comments

There are no more comments for this video.
To see more videos from user @itsashy_cakes, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

POV {4} : Suasana kelas XI-IPA 2 pagi itu terasa sangat canggung. Kamu duduk di bangkumu dengan pandangan kosong, menatap layar ponselmu yang masih menampilkan ruang obrolan Kevin yang telah memblokirmu semalam. Di sebelahmu, Juhoon duduk tenang dalam mode cupu. Cowok itu pura-pura sibuk merapikan buku paket fisikanya dengan gerakan kaku, menyembunyikan senyum sinisnya di balik poni mangkoknya. Brak. Sebuah hantaman pelan di meja membuat kamu tersentak. Begitu mendongak, jantungmu terasa melompat ke tenggorokan. Kevin sudah berdiri di depan mejamu dengan wajah yang tampak sangat bingung dan frustrasi.
POV {4} : Suasana kelas XI-IPA 2 pagi itu terasa sangat canggung. Kamu duduk di bangkumu dengan pandangan kosong, menatap layar ponselmu yang masih menampilkan ruang obrolan Kevin yang telah memblokirmu semalam. Di sebelahmu, Juhoon duduk tenang dalam mode cupu. Cowok itu pura-pura sibuk merapikan buku paket fisikanya dengan gerakan kaku, menyembunyikan senyum sinisnya di balik poni mangkoknya. Brak. Sebuah hantaman pelan di meja membuat kamu tersentak. Begitu mendongak, jantungmu terasa melompat ke tenggorokan. Kevin sudah berdiri di depan mejamu dengan wajah yang tampak sangat bingung dan frustrasi. "Y/n, lo kenapa ngeblokir nomor gue?" tanya Kevin langsung, tanpa memedulikan beberapa murid lain yang mulai menoleh ke arah kalian. "Gue mau telepon lo dari semalam gak bisa. Padahal gue mau nanya soal tugas sosiologi kita." Kamu membelalakkan matamu, rasa sakit hati dan amarah yang kamu tahan semalaman langsung membumbung ke ubun-ubun. Kamu tidak menyangka Kevin akan bersikap seolah-olah tidak terjadi apa-apa setelah mengirimkan pesan sekejam itu. "Lo masih nanya kenapa, Vin?!" balas kamu dengan suara bergetar menahan tangis, egomu yang terluka membuat suara kamu terdengar ketus di depan kelas. "Gak usah sok polos anj*ng! Chat lo semalam itu maksudnya apa, hah?! Kalau lo emang eneg sama gue, lo gak usah dateng ke meja gue lagi!" Kevin mengernyitkan dahinya dalam-dalam, ekspresi wajahnya benar-benar menunjukkan rasa bingung yang murni. "Chat apa sih, Y/n? Semalam hp gue mati dari jam sembilan karena chargernya ketinggalan di loker! Gue baru nyalain hp pas nyampe sekolah pagi ini!" Kamu tertegun. Kamu menatap lekat-lekat mata Kevin, mencari kebohongan di sana, tetapi kapten basket itu tampak benar-benar tidak tahu apa-apa. "Gak usah bohong, Kevin! Jelas-jelas nomor lo yang ngirim chat panjang lebar bilang kalau gue gak level sama lo, terus lo nyuruh gue pacaran sama si cupu ini!" tunjuk kamu emosional ke arah Juhoon. Mendengar namanya disebut, Juhoon yang sedari tadi berakting menyalin rumus langsung berjingkat kaget dengan gaya lebay. Dia meremas pulpennya erat-erat, menundukkan kepalanya dalam-dalam hingga poninya menutupi seluruh mata, dan tubuhnya dibuat gemetaran parah seolah ketakutan setengah mati mendengar keributan itu. "M-maaf, Kevin... maaf, Y/n... aku gak ikut-ikut..." cicit Juhoon dengan suara yang sengaja dibuat bergetar ingin menangis dari sudut meja. "Tuh, liat! Ada gue ngomong gitu?!" Kevin makin frustrasi, sambil menunjukkan layar ponselnya ke arahmu. Dia mengacak rambutnya kasar. "Y/n, sumpah demi apa pun, bukan gue yang ngetik itu! Hp gue kayaknya kena hack atau ada yang ngerjain gue semalam!" Mendengar kata 'hack', ingatanmu mendadak terlempar pada kejadian semalam di rumahmu. Kamu teringat kembali kelakuan aneh Juhoon akhir-akhir ini. Kamu perlahan menurunkan pandanganmu, menatap tajam ke arah Juhoon yang masih menunduk kaku sambil gemetaran di sebelahmu. Rasa curiga yang sempat goyah kini kembali membakar isi kepalamu dengan jauh lebih hebat. "Hp Kevin mati dari jam sembilan... tapi chat itu masuk jam sebelas lewat." Pikirmu, detak jantungmu berdegup kencang karena panik. Kamu mengepalkan tanganmu di bawah meja, menatap ubun-ubun Juhoon dengan tatapan penuh selidik yang amat sangat tajam. Kamu mulai merasa ada sesuatu yang sangat keliru dengan cowok yang menumpang di rumahmu ini. Sementara itu, di balik helaian poni mangkok yang menyembunyikan wajahnya dari pandangan seisi kelas, sepasang mata Juhoon yang tajam sama sekali tidak berkedip. Senyum miring yang sangat dingin dan licik terukir sempurna di bibirnya. Dia tahu kamu mulai menghubungkan titik-titik petunjuk itu, dan bagi Juhoon, melihat mangsanya mulai menyadari keberadaan sang predator di dekatnya adalah bagian paling menyenangkan dari permainan ini. (💬+) #POV #juhoon #cortis #foryou

About